Daihatsu Tingkatkan Layanan, Resmikan Diler Baru di Jawa Timur
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
Kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya tetapi membaik, Daihatsu ungkap persyaratan kredit mulai melonggar
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kredit macet sempat jadi salah satu kendala yang dihadapi Daihatsu di 2025. Perlu diketahui, mayoritas konsumen mereka membeli kendaraan dengan skema cicilan.
Tingginya angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) berimbas pada ketatnya persyaratan untuk mencicil kendaraan baru.
Sehingga banyak konsumen kesulitan melakukan pembelian secara kredit karena survey yang ketat. Pelanggan lebih memilih untuk menunda atau bergeser ke mobil bekas.
Meskipun begitu menjelang tutup tahun Daihatsu mengungkapkan kondisinya sudah semakin membaik.
“Pada beberapa bulan terakhir sudah mulai recovery, mungkin di dua sampai tiga bulan terakhir ini membaik,” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM di Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurut Agung, survey yang dilakukan oleh pihak leasing juga tak lagi terlalu ketat seperti sebelumnya.
Perlu diketahui ada beberapa tahapan survey dilakukan oleh pihak leasing. Misal komunikasi langsung antara calon debitur dengan leasing sampai BI Checking alias pemeriksaan sejarah kredit.
Longgarnya survey kredit mobil mempermudah konsumen apabila ingin melakukan pembelian kendaraan. Kondisi ini juga diharapkan dapat membantu Daihatsu mempertahankan angka penjualannya sepanjang 2025.
“Sekarang lending rate-nya cukup baik. Suku bunga kan juga sudah turun,” tegas Agung.
Untuk semakin memudahkan konsumen membeli kendaraan, Daihatsu menyiapkan sejumlah program sepanjang akhir 2025. Khususnya untuk pembelian LCGC.
“Jadi kita mengantisipasi dengan menyiapkan banyak sales program, terutama untuk kredit. Down Payment, kemudian Term of Payment (TOP). Kita menyesuaikan kemampuan dia (konsumen),” kata Agung.
Sebagai informasi, sepanjang Januari-Oktober 2025 Daihatsu menempati posisi kedua merek mobil dengan penjualan terbanyak secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) sebanyak 112.530 unit.
Penjualan Daihatsu sempat menyentuh angka terendahnya pada Mei 2025 yakni 9.997 unit. Namun kemudian perlahan kembali bangkit ke angka 10.000 sampai 11.000, hingga akhirnya di Oktober 12.196 unit.
Daihatsu berkontribusi 17 persen terhadap pangsa pasar secara keseluruhan. Toyota masih berada di urutan pertama, catatkan penjualan retail 209.387 unit dan market share 31,7 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
05 Oktober 2026, 20:43 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
30 September 2026, 20:53 WIB
23 September 2026, 19:00 WIB
Terkini
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan
23 Oktober 2026, 11:00 WIB
AiMOGA Robotics, perusahaan robotik dari Chery Group resmi membuka pemesanan untuk robot pintar Mobo
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik