BYD Respon Akbar Faisal, Prioritas Kepuasaan Pelanggan
12 April 2026, 18:27 WIB
Masih fokus menjual kendaraan buat first car buyer, Daihatsu belum mau bicara peluang bawa EV ke Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Daihatsu menawarkan produk-produk yang menyasar first car buyer atau pembeli pertama di Indonesia. Banderolnya juga kompetitif dan cenderung lebih rendah dibandingkan model serupa di segmennya.
Hanya saja di tengah era elektrifikasi Daihatsu masih enggan memboyong EV (Electric Vehicle), baik mobil listrik maupun hybrid ke dalam negeri. Alasannya, belum bisa menjangkau pembeli pertama.
Menurut pihak PT ADM (Astra Daihatsu Motor), pembeli pertama punya kekhawatiran tersendiri ketika membeli kendaraan.
“Mungkin dia pertama takut resale value, karena kendaraan adalah aset,” ucap Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communications PT ADM saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, harga jual kembali suatu kendaraan menjadi faktor penting yang menentukan pembeli pertama saat membeli mobil.
Harga jual mobil listrik berdasarkan penelusuran di marketplace memang cenderung turun. Ditambah lagi kekhawatiran soal kondisi baterai pada EV terkhusus jika nanti sudah lewat masa garansi.
“Kedua adalah masalah konsumsi listrik yang akan dipakai, jangan-jangan lebih boros. Itu paradigma ya, mungkin kita perlu sama-sama edukasi,” kata Agung.
Terakhir adalah masalah ketakutan terkait biaya perawatan, karena justru dianggap lebih mahal dari kendaraan konvensional.
Agung menegaskan seluruh pihak terkait di industri otomotif perlu berkolaborasi untuk melakukan edukasi seputar elektrifikasi ke masyarakat. Sehingga adopsinya bisa semakin cepat.
Saat ini pihaknya berfokus menawarkan lini kendaraan harga terjangkau di segmen harga Rp 300 jutaan ke bawah, mengakomodir kebutuhan pembeli pertama baik di kota maupun daerah luar Jakarta.
“Mereka masih mencari harga terjangkau, ketersediaan sparepart dan balik lagi ke harga jual kembali,” tegas Agung.
Bicara soal elektrifikasi, Daihatsu punya satu produk HEV (Hybrid Electric Vehicle) di pasar domestik Jepang yakni Rocky Hybrid. Unitnya pernah dipamerkan di sejumlah perhelatan otomotif tanah air, seperti GIIAS 2024.
Namun Agung belum mau membeberkan rencana Rocky Hybrid selanjutnya. Meskipun tetap ada peluang model itu dihadirkan, mengingat pemerintah mulai memberikan kemudahan bagi manufaktur yang menjual HEV yakni insentif tiga persen.
“Nanti kita lihat lah, waktu yang tepat kapan baiknya,” ucap Agung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 April 2026, 18:27 WIB
12 April 2026, 15:00 WIB
12 April 2026, 13:00 WIB
11 April 2026, 13:00 WIB
11 April 2026, 07:11 WIB
Terkini
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan
12 April 2026, 09:00 WIB
Impor kendaraan niaga terkhusus truk, disebut Gaikindo sebagai biang kerok lesunya penjualan di Indonesia
12 April 2026, 07:00 WIB
Menurut data AISI, wholesales motor baru turun 23,6 persen di Maret 2026 dibandingkan satu bulan sebelumnya
11 April 2026, 21:57 WIB
Yadea OSta memiliki keunggulan fitur keselamatan dan jarak tempuh yang cukup jauh hingga 150 kilometer
11 April 2026, 17:28 WIB
Festival otomotif dan lifestyle Jaecoo Land digelar 11-12 April 2026 di One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan