Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik calon penerima subsidi dari pemerintah terbilang masih terbatas sehingga tidak memiliki banyak pilihan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah berencana memberi subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid. Pemberian insentif bertujuan mempercepat proses pembentukan ekosistem mobil serta motor elektrifikasi di Indonesia.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian mengatakan bahwa jumlah subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid berbeda. Mobil listrik murni rencananya akan mendapat insentif dua kali lipat lebih besar ketimbang hybrid.
“Insentif diberikan kepada pembeli kendaraan elektrifikasi yang mempunyai pabrik di Indonesia. Jumlah dari subsidi akan kami hitung, tapi kira-kira mobil listrik bisa diberikan Rp80 juta sedangkan hybrid sebesar 40 juta,” ungkapnya.
Selain itu sepeda motor listrik juga mendapatkan kemudahan serupa yaitu insentif sebesar Rp8 juta untuk pembelian baru. Sementara pelanggan yang mengkonversi motor konvensional diberikan sekitar Rp5 juta.
Menurut Agus, insentif terbukti berhasil untuk mempopulerkan kendaraan elektrifikasi di berbagai negara. Ia pun menyebut bahwa Thailand serta China merupakan contoh negara yang telah berhasil menggunakan cara tersebut.
Rencana untuk memberi subsidi pun mendapat tanggapan positif dari para produsen mobil. Salah satunya adalah Toyota yang saat ini memiliki Toyota Kijang Innova Zenix hybrid.
“Kami mengapresiasi rencana ini karena bisa membantu ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dampaknya adalah emisi karbon bisa dikurangi meski mobilitas masyarakat semakin besar,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada TrenOto siang hari tadi (15/12)
Hal senada juga diungkapkan Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor. Ia menjelaskan bahwa subsidi tersebut merupakan langkah tepat untuk memgembangkan kendaraan elekfitikasi.
“Wacana ini telah mempertimbangkan insentif untuk berbagai teknologi listrik termasuk hybrid. Sehingga menurut kami akan berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas buang,” ungkapnya pada TrenOto.
| Model | Harga Normal | Harga Subsidi |
| Hyundai Kona Electric Signature | Rp742 juta | Rp662 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Prime | Rp748 – Rp789 juta | Rp729 – Rp779 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Signature | Rp809 – Rp859 juta | Rp729 – Rp770 juta |
| Wuling Air ev | Rp238 – Rp311 juta | Rp158 – Rp231 juta |
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV