iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Mobil listrik calon penerima subsidi dari pemerintah terbilang masih terbatas sehingga tidak memiliki banyak pilihan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah berencana memberi subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid. Pemberian insentif bertujuan mempercepat proses pembentukan ekosistem mobil serta motor elektrifikasi di Indonesia.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian mengatakan bahwa jumlah subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid berbeda. Mobil listrik murni rencananya akan mendapat insentif dua kali lipat lebih besar ketimbang hybrid.
“Insentif diberikan kepada pembeli kendaraan elektrifikasi yang mempunyai pabrik di Indonesia. Jumlah dari subsidi akan kami hitung, tapi kira-kira mobil listrik bisa diberikan Rp80 juta sedangkan hybrid sebesar 40 juta,” ungkapnya.
Selain itu sepeda motor listrik juga mendapatkan kemudahan serupa yaitu insentif sebesar Rp8 juta untuk pembelian baru. Sementara pelanggan yang mengkonversi motor konvensional diberikan sekitar Rp5 juta.
Menurut Agus, insentif terbukti berhasil untuk mempopulerkan kendaraan elektrifikasi di berbagai negara. Ia pun menyebut bahwa Thailand serta China merupakan contoh negara yang telah berhasil menggunakan cara tersebut.
Rencana untuk memberi subsidi pun mendapat tanggapan positif dari para produsen mobil. Salah satunya adalah Toyota yang saat ini memiliki Toyota Kijang Innova Zenix hybrid.
“Kami mengapresiasi rencana ini karena bisa membantu ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dampaknya adalah emisi karbon bisa dikurangi meski mobilitas masyarakat semakin besar,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada TrenOto siang hari tadi (15/12)
Hal senada juga diungkapkan Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor. Ia menjelaskan bahwa subsidi tersebut merupakan langkah tepat untuk memgembangkan kendaraan elekfitikasi.
“Wacana ini telah mempertimbangkan insentif untuk berbagai teknologi listrik termasuk hybrid. Sehingga menurut kami akan berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas buang,” ungkapnya pada TrenOto.
| Model | Harga Normal | Harga Subsidi |
| Hyundai Kona Electric Signature | Rp742 juta | Rp662 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Prime | Rp748 – Rp789 juta | Rp729 – Rp779 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Signature | Rp809 – Rp859 juta | Rp729 – Rp770 juta |
| Wuling Air ev | Rp238 – Rp311 juta | Rp158 – Rp231 juta |
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan