TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik calon penerima subsidi dari pemerintah terbilang masih terbatas sehingga tidak memiliki banyak pilihan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah berencana memberi subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid. Pemberian insentif bertujuan mempercepat proses pembentukan ekosistem mobil serta motor elektrifikasi di Indonesia.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian mengatakan bahwa jumlah subsidi untuk kendaraan listrik dan hybrid berbeda. Mobil listrik murni rencananya akan mendapat insentif dua kali lipat lebih besar ketimbang hybrid.
“Insentif diberikan kepada pembeli kendaraan elektrifikasi yang mempunyai pabrik di Indonesia. Jumlah dari subsidi akan kami hitung, tapi kira-kira mobil listrik bisa diberikan Rp80 juta sedangkan hybrid sebesar 40 juta,” ungkapnya.
Selain itu sepeda motor listrik juga mendapatkan kemudahan serupa yaitu insentif sebesar Rp8 juta untuk pembelian baru. Sementara pelanggan yang mengkonversi motor konvensional diberikan sekitar Rp5 juta.
Menurut Agus, insentif terbukti berhasil untuk mempopulerkan kendaraan elektrifikasi di berbagai negara. Ia pun menyebut bahwa Thailand serta China merupakan contoh negara yang telah berhasil menggunakan cara tersebut.
Rencana untuk memberi subsidi pun mendapat tanggapan positif dari para produsen mobil. Salah satunya adalah Toyota yang saat ini memiliki Toyota Kijang Innova Zenix hybrid.
“Kami mengapresiasi rencana ini karena bisa membantu ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dampaknya adalah emisi karbon bisa dikurangi meski mobilitas masyarakat semakin besar,” ungkap Anton Jimmy Suwandi, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada TrenOto siang hari tadi (15/12)
Hal senada juga diungkapkan Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor. Ia menjelaskan bahwa subsidi tersebut merupakan langkah tepat untuk memgembangkan kendaraan elekfitikasi.
“Wacana ini telah mempertimbangkan insentif untuk berbagai teknologi listrik termasuk hybrid. Sehingga menurut kami akan berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas buang,” ungkapnya pada TrenOto.
| Model | Harga Normal | Harga Subsidi |
| Hyundai Kona Electric Signature | Rp742 juta | Rp662 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Prime | Rp748 – Rp789 juta | Rp729 – Rp779 juta |
| Hyundai Ioniq 5 Signature | Rp809 – Rp859 juta | Rp729 – Rp770 juta |
| Wuling Air ev | Rp238 – Rp311 juta | Rp158 – Rp231 juta |
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan