Proses Ekspor Toyota Terhambat Imbas Perang Iran dan Amerika
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Toyota mendominasi pasar ekspor kendaraan dari Tanah Air dengan menguasai 35,3 persen dari total market
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mengeskpor kendaraan ke berbagai pasar di dunia. Bahkan disaat situasi dunia tidak menentu, jumlah pengiriman secara CBU maupun CKD berhasil mengalami pertumbuhan.
Berdasarkan data Gakindo, total ekspor kendaraan secara CBU Januari hingga Desember 2025 mencapai 518.212 unit. Angka tersebut naik 9,7 persen atau 46.018 unit bila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang hanya 472.194 unit.
Toyota menjadi pabrikan paling banyak mengekspor unit ke berbagai negara. Sepanjang 2025, mereka tercatat melepas 175.446 mobil serta menguasai 33,9 persen dari total ekspor kendaraan nasional.
Jika dilihat lagi lebih detail maka angkanya naik 8.915 unit atau 5,4 persen dibanding 2024. Ketika itu, mereka hanya mampu melepas 166.531 unit dengan market share 35,3 persen.
Selain Toyota, ekspor Daihatsu juga mengalami pertumbuhan di 2025. Sepanjang tahun mereka melepas 124.848 unit atau 14.514 unit lebih banyak ketimbang 2024 yang hanya melepas 110.334 unit.
Kemudian Suzuki juga mencatatkan pertumbuhan ekspor secara signifikan pada 2025. Perusahaan berlogo S ini melepas 30.636 unit, naik 11.495 unit atau 60,1 persen dari 2024 yang hanya sebesar 19.141 unit.
Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada ekspor kendaraan CBU. Pengiriman mobil secara CKD juga alami pertumbuhan.
Sepanjang 2025 ada 63.263 set mobil dikirim, tumbuh 36,6 persen dari Januari – Desember 2024 yang hanya 46.311 unit.
Hyundai menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim unit secara CKD. Perusahaan asal Korea Selatan itu mengirim sedikitnya 48.157 set, melonjak signifikan hingga 40.356 unit atau 517,3 persen dibanding periode sebelumnya yaitu 7.801 unit.
Posisi kedua diisi Suzuki setelah mengirim 8.522 unit. Jumlah tersebut tumbuh 1.910 unit atau 28,9 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya yaitu 6.612 unit.
Meski mengalami pertumbuhan, pabrikan mobil asal Indonesia harus siap menghadapi tantangan di 2026. Pasalnya situasi geopolitik tengah tidak menentu sehingga berpotensi berdampak pada pengiriman kendaraan.
“Krisis geopolitik sekarang menyebabkan dunia seperti terbelah. Ancaman bagi industri otomotif saat ini adalah ketergantungan antarnegara. Bila salah satu terganggu, tentu akan menghambat industri,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik
11 Maret 2026, 07:00 WIB
Lebih dari sekadar mobil listrik secara umum di pasar otomotif Indonesia, Changan Deepal S07 lebih unggul
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk memanfaatkan SIM keliling Jakarta, simak detailnya
11 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta di Ibu Kota kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran mobilitas warga
11 Maret 2026, 06:00 WIB
ITC Kebon Pala menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh para pengendara
10 Maret 2026, 22:10 WIB
BYD masih menjadi merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada periode Februari 2026 disusul Jaecoo dan Wuling
10 Maret 2026, 17:00 WIB
Daihatsu memamerkan kelengkapan fasilitas mereka termasuk Part Center yang betujuan untuk menyediakan suku cadang di Indonesia
10 Maret 2026, 15:00 WIB
Aito M9 menjadi salah satu kandidat kuat mobil baru DFSK yang segera dipasarkan di semester kedua tahun ini