Catatan Ekspor Toyota Semester Satu 2026
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota mendominasi pasar ekspor kendaraan dari Tanah Air dengan menguasai 35,3 persen dari total market
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mengeskpor kendaraan ke berbagai pasar di dunia. Bahkan disaat situasi dunia tidak menentu, jumlah pengiriman secara CBU maupun CKD berhasil mengalami pertumbuhan.
Berdasarkan data Gakindo, total ekspor kendaraan secara CBU Januari hingga Desember 2025 mencapai 518.212 unit. Angka tersebut naik 9,7 persen atau 46.018 unit bila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang hanya 472.194 unit.
Toyota menjadi pabrikan paling banyak mengekspor unit ke berbagai negara. Sepanjang 2025, mereka tercatat melepas 175.446 mobil serta menguasai 33,9 persen dari total ekspor kendaraan nasional.
Jika dilihat lagi lebih detail maka angkanya naik 8.915 unit atau 5,4 persen dibanding 2024. Ketika itu, mereka hanya mampu melepas 166.531 unit dengan market share 35,3 persen.
Selain Toyota, ekspor Daihatsu juga mengalami pertumbuhan di 2025. Sepanjang tahun mereka melepas 124.848 unit atau 14.514 unit lebih banyak ketimbang 2024 yang hanya melepas 110.334 unit.
Kemudian Suzuki juga mencatatkan pertumbuhan ekspor secara signifikan pada 2025. Perusahaan berlogo S ini melepas 30.636 unit, naik 11.495 unit atau 60,1 persen dari 2024 yang hanya sebesar 19.141 unit.
Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada ekspor kendaraan CBU. Pengiriman mobil secara CKD juga alami pertumbuhan.
Sepanjang 2025 ada 63.263 set mobil dikirim, tumbuh 36,6 persen dari Januari – Desember 2024 yang hanya 46.311 unit.
Hyundai menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim unit secara CKD. Perusahaan asal Korea Selatan itu mengirim sedikitnya 48.157 set, melonjak signifikan hingga 40.356 unit atau 517,3 persen dibanding periode sebelumnya yaitu 7.801 unit.
Posisi kedua diisi Suzuki setelah mengirim 8.522 unit. Jumlah tersebut tumbuh 1.910 unit atau 28,9 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya yaitu 6.612 unit.
Meski mengalami pertumbuhan, pabrikan mobil asal Indonesia harus siap menghadapi tantangan di 2026. Pasalnya situasi geopolitik tengah tidak menentu sehingga berpotensi berdampak pada pengiriman kendaraan.
“Krisis geopolitik sekarang menyebabkan dunia seperti terbelah. Ancaman bagi industri otomotif saat ini adalah ketergantungan antarnegara. Bila salah satu terganggu, tentu akan menghambat industri,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Juli 2026, 06:38 WIB
08 April 2026, 15:23 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan