Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Insentif mobil hybrid dianggap terlalu kecil, Citroen masih akan fokus menjual ICE dan mobil listrik di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Citroen belum berminat bawa mobil hybrid ke pasar Indonesia meskipun ada insentif. Mereka mengatakan bahwa jika dibandingkan bantuan untuk mobil listrik angkanya terbilang kecil.
Padahal di pasar global Citroen memiliki lini mobil hybrid seperti C5 Aircross Hybrid atau C5 X Plug-in Hybrid. Namun pabrikan asal Prancis ini menyebut dukungan pemerintah masih lebih condong ke EV (Electric Vehicle).
“Walaupun pemerintah memberikan perhatian terhadap hybrid, tetapi cuma tiga persen. Seberapa besar dampaknya?” kata Tan Kim Piauw, CEO Indomobil National Distributor di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan Citroen masih akan lebih fokus ke mobil listrik karena sejalan dengan program pemerintah. Perlu diketahui, saat ini mereka memasarkan e-C3 memanfaatkan skema insentif impor sebelum diproduksi lokal.
Skema serupa juga digunakan oleh BYD (Build Your Dreams) buat keempat modelnya. Pabrik mereka baru mulai dibangun pada 2025.
Buat mobil listrik, insentifnya adalah 10 persen. Sehingga PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 11 persen menjadi satu persen saja.
“Pajaknya tahun ini cuma satu persen, PPN, luxury tax atau PPnBM bisa menjadi nol, lalu import duty juga nol persen. Kalau itu dijumlah, insentif mobil hybrid jadi tidak seberapa,” ucap Tan Kim Piauw.
Di masa mendatang ia menegaskan Citroen masih akan menghadirkan model-model baru baik bermesin bensin maupun BEV (Battery Electric Vehicle).
Terbarunya di perhelatan GJAW 2024 Citroen memboyong SUV coupe bermesin bensin, Basalt untuk tes pasar dan melihat minat konsumen. Menurut Tan Kim Piauw, model tersebut mendapatkan respon positif dari anak muda.
Bisa dibilang Citroen Basalt menggantikan posisi e-C4, mobil listrik yang punya desain serupa Basalt. Citroen e-C4 sendiri sudah tidak lagi menjadi fokus penjualan karena ternyata konsumen lebih minat pada SUV kompak e-C3.
“Keduanya harus imbang (penjualan mobil listrik dan mesin bensin). Di satu sisi, pasar ICE di Indonesia masih bagus dan Citroen sendiri punya produk-produk ICE yang cukup mendukung,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini