CATL Siap Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

CATL siap bangun pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia dengan nilai investasi hingga Rp 18 triliun

CATL Siap Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Adi Hidayat

KatadataOTO – Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) melalui anak perusahaannya yaitu CBK International Development menjalin kerja sama dengan  PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Mereka mendirikan perusahaan patungan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik di negara Asia Tenggara.

Tak tanggung-tanggung mereka dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp 18,66 triliun. Uang tersebut nantinya akan dipakai guna membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi mencapai 15 GWh per tahun.

Kerja sama ini dinilai menjadi sebuah langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai rantai pasokan lengkap kendaraan listrik dunia. Terlebih pemerintah terus berupaya agar produksi nikelnya dimanfaatkan sebagai baterai sehingga menarik investor asing ke Indonesia.

Potensi Besar Kendaraan Listrik di Tanah Air

Hyundai Klaim Baterai Mobil Listriknya Aman, Sudah Diuji
Photo : Hyundai

Potensi kendaraan listrik di Indonesia pun diprediksi sangat besar. Pada 2030 diperkirakan permintaan baterai EV akan mencapai 40 GWh.
Angka itu terdiri dari 500.000 mobil listrik dan 3,5 - 4 juta unit kendaraan listrik roda dua. Menariknya lagi, produksi baterai tidak hanya difungsikan bagi kendaraan listrik karena PLN akan memanfaatkannya untuk menyimpan daya.

Selain itu pasar ekspor pun akan digarap untuk beberapa pasar utama seperti Eropa, Amerika Serikat dan China. Dengan rencana tersebut maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa memegang peran penting dalam industri kendaraan listrik di masa depan.

Langkah CATL ini tentu memberi sinyal positif terhadap perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Terlebih sebelumnya Hyundai dan LG Energy Solution Ltd sudah membuka pabrik sel baterai pertama di Indonesia pada awal 2024.

Toyota kini punya perusahaan untuk kembangkan baterai kendaraan
Photo : 123rf

Hasil produksi mereka bakal digunakan agar kebutuhan pasar domestik khususnya mobil-mobil Hyundai terpenuhi. Dengan ini diharapkan harga mobil listrik bisa lebih kompetitif dibanding sebelumnya karena komponen utama EV yaitu baterai sudah dibuat secara lokal.

Terlebih beberapa pabrikan kendaraan listrik global sudah berkomitmen untuk mendirikan pabrik di Tanah Air. Salah satunya adalah BYD yang dikabarkan bakal memulai kontruksi pada awal 2025.


Terkini

mobil
Penjualan Toyota

Penjualan Toyota Global Februari 2026 Turun Tipis

Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya

mobil
Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil

news
GIICOMVEC 2026

GIICOMVEC 2026 Bakal Hadirkan Ragam Inspirasi Bisnis

Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI

news
Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas

WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif