Mitsubishi Fuso Lanjutkan Ekspansi, Resmikan Diler di Sukoharjo
12 Februari 2026, 17:00 WIB
UD Trucks mengaku masih belum tertarik merambah segmen truk listrik, mereka justru fokus untuk hidrogen
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Tantangan elektrifikasi tidak hanya dihadapi oleh motor dan mobil saja. Namun segmen kendaraan niaga juga tidak luput dari dampaknya.
Melihat hal tersebut UD Trucks memberikan komentar. Manufaktur satu ini mengatakan kalau mereka sudah siap masuk ke era elektrifikasi.
“UD Trucks di Jepang kita sedang menyiapkan itu, terkait prototype sudah dilakukan dan punya produk yang beroperasi di sana meskipun baru Light Duty,” ujar Handi Lim, Vice President Directo, Marketing and After Sales Service Director UD Truck Indonesia di Jakarta, Selasa (10/11).
Lebih jauh dia menjelaskan bahwa mereka turut mengembangkan buat Heavy Duty sampai sekarang. Hal tersebut karena truk listrik memerlukan baterai dengan daya tahan cukup panjang.
Sehingga studi pembuatan kendaraan niaga setrum yang memadai memerlukan waktu cukup lama. Apalagi bagi pasar di Tanah Air.
“Secara kesiapan memang sudah siap, sebab arahnya saat ini ke sana (truk listrik),” Handi menuturkan.
Di sisi lain UD Trucks turut menyiapkan sejumlah inovasi baru. Ambil contoh dengan menciptakan kendaraan niaga berbahan bakar hidrogen.
Bahkan produk satu ini menjadi konsentrasi penuh bagi mereka. Pasalnya dinilai lebih cocok untuk konsumen yang ada di Indonesia.
Sebab biasanya truk di sini digunakan buat berbagai kegiatan seperti mengangkut barang-barang berat. Lalu dipakai untuk menempuh jarak jauh.
Seperti antar kota, provinsi bahkan tidak jarang dari pulau ke pulau. Sehingga UD Trucks lebih tertarik menggarap truk berbahan bakar hidrogen.
“Selain itu karena mereka melihat kendaraan hidrogen ada potensi lebih efisien daripada elektrifikasi,” tegas Handi.
Di sisi lain PT KTB (Krama Yudha Tiga Berlian) Fuso menjadi manufaktur pertama yang menjual truk listrik di Indonesia, yakni eCanter.
Kendaraan niaga setrum satu ini sudah bisa dibeli oleh konsumen di dalam negeri. Apalagi dibekali baterai berkapasitas 83 kWh.
Konfigurasi di atas sanggup menyediakan daya jelajah eCanter sampai 140 km dalam satu kali pengisian daya. Namun angkanya bisa dibilang masih kurang buat sejumlah konsumen.
Fuso pun mengaku tengah pertimbangkan tambahan jarak tempuh eCanter agar semakin memudahkan konsumen sesuai kebutuhan.
Hal itu dilakukan karena konsumen membutuhkan kendaraan niaga listrik dengan jarak tempuh memadai. Karena jarak antar kota terbilang jauh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 17:00 WIB
28 Januari 2026, 18:00 WIB
17 Januari 2026, 07:00 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026