Penjualan Nissan Capai Angka Terendahnya di November 2025
12 Desember 2025, 17:38 WIB
Carlos Ghosn tuntut Nissan, dia merasa nama baiknya dicemarkan difitnah atas tuduhan dari perusahaan asal Jepang
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Carlos Ghosn mantan bos Nissan sepertinya tengah berupaya membersihkan namanya. Sebab dia menganggap telah dituduh melakukan penyalahgunaan keuangan saat memimpin perusahaan otomotif asal Jepang.
Hal itu membuatnya jadi buronan dan terpaksa bersembunyi. Kini menurut laporan dari Carscoops, Carlos Ghosn tuntut Nissan.
Tak main-main, Ghosn meminta ganti rugi ke mantan perusahaannya sebesar 1 miliar dolar atau sekitar Rp15 triliun. Dia mengajukan gugatannya di Pengadilan Kasasi di Lebanon
Pria 69 tahun itu menilai Nissan beserta dua perusahaan maupun 12 orang lainnya melakukan pencemaran nama baik, fitnah juga membuat bukti palsu.
Laporannya dilayangkan tim kuasa hukum Ghosn pada Mei tahun 2023. Mereka mengatakan kalau tuduhannya sangat merugikan kliennya.
"Tuduhan serius dan sensitif (yang ditujukan kepada Ghosn) akan melekat di benak orang selama bertahun-tahun," kata tim hukum Ghosn dalam gugatannya.
Maka dari itu Carlos Ghosn tuntut Nissan. Dia bertekad buat berjuang hingga gugatannya dimenangkan oleh pengadilan.
"Kami memiliki pertempuran panjang di depan. Kita akan berjuang sampai akhir," kata Ghosn.
Lebih jauh dia mengatakan kalau gugatannya dimenangkan, Ghosn berjanji bakal membongkar apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga namanya bisa kembali bersih lagi.
“Saya berharap mereka akan memberikan sejumlah uang ini serta bakal berbicara dengan para pemegang saham tentang apa yang terjadi dan penyebabnya,” kata pengusaha kelahiran 1954.
Terkait hal tersebut, juru bicara Nissan tidak mengomentari tuntutan mantan petingginya. Namun keduanya dijadwalkan menjalani sesi sidang pada 18 September 2023.
Seperti diketahui, Carlos Ghosn sebelumnya menjabat sebagai CEO Nissan. Dia lalu dinyatakan bersalah serta menjadi tahanan rumah di November 2018.
Hal itu karena aduan laporan gaji yang tidak sesuai. Kemudian dituding menyalahgunakan uang perusahaan.
Akan tetapi dia menuding bahwa tuduhan terhadapnya adalah bagian dari rencana bos Nissan untuk menghentikan merger yang dipimpin Ghosn dengan Renault.
Selanjutnya pada Desember 2019, Ghosn kabur dari Jepang. Dilakukannya dengan bersembunyi di dalam kotak alat musik.
Dirinya menghabiskan waktu selama 30 menit di dalam kotak agar dapat masuk ke pesawat jet pribadi dan terbang ke Lebanon. Sekarang ini Carlos Ghosn berada di Beirut.
Mantan bos Nissan itu bisa bebas tinggal di sana. Pasalnya Lebanon merupakan negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Desember 2025, 17:38 WIB
10 November 2025, 17:00 WIB
07 November 2025, 10:00 WIB
23 Oktober 2025, 13:00 WIB
21 Oktober 2025, 13:00 WIB
Terkini
22 Januari 2026, 23:09 WIB
IMX Hub resmi dibuka di kota Bandung dengan menawarkan berbagai macam pengalaman berbeda dari cafe umumnya
22 Januari 2026, 21:00 WIB
Pemilik mobil listrik Neta bisa melakukan servis dan manfaatkan garansi di outlet Otoklix dan Anima Mobil
22 Januari 2026, 20:00 WIB
Audio Plus Indonesia menghadirkan produk baru untuk sistem audio mobil melalui merek Harmonic Harmony
22 Januari 2026, 18:00 WIB
Kini mobil listrik Jaecoo J5 EV tidak hanya dirakit di fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM)
22 Januari 2026, 17:27 WIB
Perayaan tujuh dekade Yamaha terus berlanjut, mereka menghadirkan berbagai livery khusus untuk beberapa produk
22 Januari 2026, 15:00 WIB
Astra Daihatsu Motor baru saja menggelar Fun Badminton bersama Forwot untuk terus menjalankan gaya hidup sehat
22 Januari 2026, 14:10 WIB
Gagang pintu atau door handle elektrik modern pada EV dapat mempersulit evakuasi penumpang saat kecelakaan
22 Januari 2026, 13:00 WIB
Mobil bekas yang berkualitas bisa didapatkan oleh konsumen dengan menerapkan cara yang terukur dan jelas