Wuling Buka Suara Soal Tumpukan Kontainer di Tanjung Priok
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Nissan resmi lepas status kepemilikan gedung yang mereka jadikan sebagai kantor pusat agar bisa terus beroperasi
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan resmi menjual gedung kantor pusat mereka yang berada di Yokohama senilai 97 miliar Yen atau Rp 10,5 triliun. Aset tersebut kini dimiliki oleh MJI Godo Kaisha, perusahaan real estate berbasis di Tokyo.
Langkah ini diambil perusahaan untuk bisa bertahan di masa depan setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Nissan tidak memindahkan kantor pusatnya dari gedung tersebut.
Dilansir APNews, mereka kini menyewanya dari pemilik baru, sementara uang hasil penjualan akan digunakan untuk memodernisasi sistem internal di kantor pusat. Perusahaan juga berkomitmen meluncurkan sistem berbasis AI yang kini semakin berkembang.
Sayangnya, biaya sewa yang harus mereka bayarkan tidak disampaikan secara detail.
Walau tidak lagi menjadi pemilik, langkah ini dipercaya dapat membuat perusahaan tetap beroperasi secara normal untuk beberapa tahun ke depan. Mereka juga tidak kehilangan investasi yang telah dilakukan pada gedung tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Nissan memang telah mengalami beberapa tahun yang cukup berat. Situasi itu menjadi semakin sulit setelah rencana merger dengan Honda menemui jalan buntu pada Februari 2025.
Dalam laporan penjualan periode April–September 2025, mereka mengaku mengalami kerugian sebesar 221,9 miliar yen atau setara Rp24,2 triliun. Beratnya situasi yang mereka hadapi membuat perusahaan harus melakukan berbagai langkah tak populer.
Salah satunya adalah memecat ribuan pegawai di seluruh dunia. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk mengurangi biaya operasional perusahaan.
Selain itu, pada April 2025 mereka juga telah menyepakati penjualan 51 persen sahamnya di Renault Nissan Automotive India Private Ltd (RNAIPL) kepada Renault. Nilai transaksinya dikabarkan cukup besar karena mencapai 200 juta euro dan akan selesai pada akhir kuartal kedua 2025.
Berkat langkah ini, saham Renault di perusahaan tersebut menjadi 100 persen. Namun, Nissan akan mendapatkan dana segar yang dibutuhkan agar bisa bertahan.
Meski demikian, Nissan menegaskan tidak meninggalkan kawasan tersebut. Mereka bahkan tetap memproduksi Magnite secara lokal agar penjualan tetap bisa dilakukan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juni 2026, 11:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi