Suzuki Siapkan Teknologi REEV Light, Modal di Era Elektrifikasi
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Di samping elektrifikasi, penggunaan bahan bakar alternatif bakal digencarkan untuk bantu kurangi polusi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Polusi udara terkhusus di wilayah Jakarta sudah memasuki tahap tidak baik. Selain itu ada beberapa kota lain yang juga memiliki kualitas udara tidak baik yakni Tangerang, Tangerang Selatan, Depok dan Bekasi.
Dampak polusi udara sendiri bisa dirasakan oleh berbagai pihak. Misal pandangan mata di area perkotaan yang semakin terhalang asap dan munculnya penyakit pernafasan di kalangan masyarakat.
“Sektor transportasi adalah kontributor nomor satu sebesar 44 persen,” ungkap Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (23/7).
Pada gelaran GIIAS 2024 kali ini ia berharap dapat menjadi wadah untuk para pelaku industri untuk turut menyadari pentingnya mengurangi emisi dan mencapai target NZE (Net Zero Emission) per 2060.
“Kalau saja 70 persen kendaraan beroperasi penuh dalam satu tahun dan tempuh jarak 19.000 km, maka Indonesia akan keluarkan emisi CO2 kurang lebih 100 juta ton CO2 per tahun.
Mengingat Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di ASEAN dengan rata-rata emisi dihasilkan kendaraan roda empat mencapai 4,1 ton CO2 per tahun.
Salah satunya adalah lewat penggunaan bahan bakar alternatif seperti bioetanol maupun biodiesel dikombinasikan Flexy Engine dan teknologi hybrid.
Rizwan kemudian menjelaskan bahwa Flexy Engine sendiri didefinisikan sebagai kendaraan bermotor dengan penggerak motor bakar yang dapat menggunakan bahan bakar nabati hingga 100 persen.
“Pemerintah harus berusaha keras agar bahan pengganti bahan bakar fosil tersedia dan mudah dijumpai. Ini perlu kerja keras bersama dari semua pemangku kepentingan,” ucap Rizwan.
Bahan bakar alternatif diharapkan bisa bantuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar sekaligus mengurangi tingginya polusi udara terutama di kota Jakarta.
Sepanjang 2021-2023 pihak pemerintah telah melakukan pengetesan biodiesel dan mendapatkan hasil memuaskan. Sementara di 2024 pengujian bakal diterapkan pada peralatan non otomotif seperti peralatan pertanian dan pertambangan.
Rizwan menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak guna mewujudkan penerapan bahan bakar alternatif di masa mendatang. Hal tersebut bisa dibilang jadi satu bentuk transisi dari kendaraan konvensional ke BEV (Battery Electric Vehicle).
“Apabila 100 persen bahan bakar fosil diganti bahan bakar nabati dan diganti sistem penggerak KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) maka dapat menjadi kendaraan ideal,” ucap Rizwan menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi