Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Asia Tenggara jadi penyelamat pabrikan mobil listrik China setelah negara barat memberikan pajak yang sangat besar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Asia Tenggara menjadi pasar yang paling penting bagi pabrikan mobil listrik China. Pasalnya beberapa negara barat seperti Amerika, Kanada dan Eropa memberikan pajak sangat besar sehingga membebani perusahaan.
Mereka menilai bahwa produsen mobil listrik China telah mendapat subsidi dari negara asalnya. Akibatnya harga menjadi sangat terjangkau dan merugikan perusahaan lokal.
Hal ini jauh berbeda dengan Asia Tenggara yang justru memberi beragam insentif agar produsen mobil listrik masuk dan berinvestasi. Beban biaya untuk melindungi industri otomotif lokal pun dipastikan tidak ada karena kebanyakan pabrikan disana memang berasal dari asing.
“Pandangan masyarakat di Asia Tenggara terhadap kendaraan China terbilang cukup positif. Sehingga boleh dikatakan lingkungannya lebih bersahabat untuk membangun merek dibandingkan negara-negara barat,” ungkap Eugene Hsiao, Head of China Autos Research Macquarie Capital dilansir dari Fortune.
Hanya saja mereka harus membangun pabrik agar dapat memudahkan operasinya di negara tujuan. Pasalnya pemerintah di Asia Tenggara memang hanya memberi keringanan kepada perusahaan yang berinvestasi langsung.
Beragam keuntungan pun bisa diraih perusahaan bila mengikuti aturan tersebut. Termasuk harga jual lebih terjangkau sehingga dapat menarik minat pelanggan.
“Sebagai contoh adalah BYD Thailand yang sudah memproduksi lokal kendaraannya. Harga mobil menjadi jauh lebih murah ketimbang unit impor dari China,” tambahnya kemudian.
Tak hanya di Thailand, beberapa pabrikan kendaraan China juga sudah berkomitmen untuk berinvestasi ke Indonesia. Salah satunya adalah BYD yang telah menyiapkan dana sebesar US$ 1,3 miliar atau setara Rp 21,1 miliaran (kurs Rp 16.245).
Pabrik akan dibangun di area Fase 2 Subang Smartpolitan, tepatnya di bagian utara kawasan tersebut dengan memanfaatkan lahan seluas 108 hektar. Rencananya fasilitas produksi itu mampu untuk membuat 150.000 unit kendaraan per tahun.
Beberapa pabrikan lain juga telah berkomitmen membangun fasilitas produksi di Tanah Air. Sebut saja GAC Aion yang tengah mendirikan fasilitas di kawasan Cikampek dan rencananya bisa segera beroperasi pada akhir 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia