Kalista Siap Tambah Suplai Armada Bus Listrik Transjakarta
07 Desember 2025, 11:00 WIB
Meski harga naik Candi Borobudur meningkat, Pemerintah akan siapkan Shuttle Bus Listrik di kawasan tersebut
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia semakin menegaskan terkait posisinya untuk mengembangkan kendaraan listrik dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya di lokasi-lokasi wisata super prioritas.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berencana untuk menjadikan bus listrik sebagai shuttle di lokasi pariwisata. Menurutnya, kebijakan menggunakan kendaraan listrik serta EBT akan menegaskan komitmen Indonesia dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan.
“Mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rute perjalanan shuttle bus ini meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan,” ungkapnya dalam caption akun sosial media pribadinya.
Dengan adanya shuttle bus listrik tersebut maka wisatawan tidak perlu lagi kesulitan untuk berpindah lokasi. Mereka cukup memanfaatkan transportasi yang tersedia sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.
Kehadiran bus listrik sebagai shuttle untuk lokasi-lokasi wisata di Indonesia memang layak untuk diapresiasi. Pasalnya kendaraan listrik memang terbilang masih belum jamak digunakan sehingga perlu banyak dikenalkan.
Candi Borobudur belakangan ini menjadi sorotan setelah adanya rencana untuk menaikkan harga. Bagi wisatawan domestik yang hendak naik maka akan dikenakanan biaya sebesar Rp750.000 sementara untuk turis asing USD100.
Namun perlu diketahui bahwa untuk memasuki kawasan tidak akan dikenai kenaikan harga, Sedangkan bagi pelajar biaya masuk kawasan dikurangi menjadi hanya Rp5.000 dari sebelumnya Rp25.000.
Harga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga menimbilkan gelombang pro dan kontra khususnya di dunia maya. Padahal kebijakan diberikan pemerintah untuk memastikan kelestarian Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Tak hanya itu, Luhut juga akan membatasi wisatawan yang hendak naik menjadi hanya 1.200 orang per hari. Wisatawan pun akan diwajibkan menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan agar menyerap lapangan kerja.
“Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman serta turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya Rp5.000 rupiah,” pungkas Luhut dalam caption.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Desember 2025, 11:00 WIB
04 Desember 2025, 19:00 WIB
30 September 2025, 22:00 WIB
16 Juli 2025, 17:00 WIB
17 Mei 2025, 13:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Libur akhir pekan datang lebih awal namun pemerintah tetap menggelar ganjil genap Jakarta secara ketat
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 kembali ke warna khas mereka di MotoGP 2026, memadukan kuning fluo dengan aksen hitam
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani proses perpanjangan masa berlaku SIM A dan C
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Nasional Isra Miraj kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara
14 Januari 2026, 21:20 WIB
Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai