Pindad Gandeng Ashok Leyland Kembangkan Bus Listrik
08 Februari 2026, 07:00 WIB
Meski harga naik Candi Borobudur meningkat, Pemerintah akan siapkan Shuttle Bus Listrik di kawasan tersebut
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia semakin menegaskan terkait posisinya untuk mengembangkan kendaraan listrik dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya di lokasi-lokasi wisata super prioritas.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berencana untuk menjadikan bus listrik sebagai shuttle di lokasi pariwisata. Menurutnya, kebijakan menggunakan kendaraan listrik serta EBT akan menegaskan komitmen Indonesia dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan.
“Mulai hari ini akan dilaksanakan uji coba penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Rute perjalanan shuttle bus ini meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan,” ungkapnya dalam caption akun sosial media pribadinya.
Dengan adanya shuttle bus listrik tersebut maka wisatawan tidak perlu lagi kesulitan untuk berpindah lokasi. Mereka cukup memanfaatkan transportasi yang tersedia sehingga perjalanan menjadi lebih menyenangkan.
Kehadiran bus listrik sebagai shuttle untuk lokasi-lokasi wisata di Indonesia memang layak untuk diapresiasi. Pasalnya kendaraan listrik memang terbilang masih belum jamak digunakan sehingga perlu banyak dikenalkan.
Candi Borobudur belakangan ini menjadi sorotan setelah adanya rencana untuk menaikkan harga. Bagi wisatawan domestik yang hendak naik maka akan dikenakanan biaya sebesar Rp750.000 sementara untuk turis asing USD100.
Namun perlu diketahui bahwa untuk memasuki kawasan tidak akan dikenai kenaikan harga, Sedangkan bagi pelajar biaya masuk kawasan dikurangi menjadi hanya Rp5.000 dari sebelumnya Rp25.000.
Harga tersebut dinilai terlalu tinggi sehingga menimbilkan gelombang pro dan kontra khususnya di dunia maya. Padahal kebijakan diberikan pemerintah untuk memastikan kelestarian Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Tak hanya itu, Luhut juga akan membatasi wisatawan yang hendak naik menjadi hanya 1.200 orang per hari. Wisatawan pun akan diwajibkan menggunakan tour guide dari warga lokal sekitar kawasan agar menyerap lapangan kerja.
“Kami juga sepakat dan berencana untuk membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisman serta turis domestik sebesar 750 ribu rupiah. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya Rp5.000 rupiah,” pungkas Luhut dalam caption.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 07:00 WIB
07 Desember 2025, 11:00 WIB
04 Desember 2025, 19:00 WIB
30 September 2025, 22:00 WIB
16 Juli 2025, 17:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda