Toyota Ajak Generasi Muda Lestarikan Lingkungan
16 April 2026, 23:19 WIB
Bus hidrogen hasil dari pengembangan Isuzu bareng Toyota akan dijadikan sebagai alat transportasi umum
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif asal Jepang, Isuzu dan Toyota kembali melakukan kerja sama untuk menghadirkan lini kendaraan ramah lingkungan.
Dalam sebuah perjanjian kolaborasi yang diumumkan pada Senin (29/09), Isuzu Motors Limited dan Toyota Motor Corporation akan mengembangkan bus hidrogen buat kebutuhan komersial.
Bus tersebut nantinya digunakan untuk transportasi umum dengan rute tertentu, mirip Transjakarta di Indonesia.
Produksinya dijadwalkan mulai pada tahun fiskal 2026 yakni di periode April 2026 sampai Maret 2027.
Fasilitas produksi yang digunakan adalah Utsunomiya Plant, fasilitas joint venture Isuzu bersama Hino Motors Ltd.
Bicara soal bus hidrogen, produk teranyar Isuzu dan Toyota akan menggunakan basis bus flat-floor bertenaga listrik hasil pengembangan bersama Hino.
Sedangkan sistem Fuel Cell-nya akan dikembangkan lebih lanjut oleh Toyota.
“Memperluas jangkauan opsi karbon netral lebih luas dari bus listrik, Isuzu bekerja untuk mengkomersialisasikan bus rute generasi teranyar sebagai teknologi terkini,” tulis keterangan resmi Toyota, dikutip Selasa (30/09).
Toyota sendiri merupakan perusahaan yang memposisikan tenaga hidrogen sebagai sumber energi penting untuk mendukung netralitas karbon.
Teknologi itu kemudian dikembangkan secara terus menerus untuk mengambil peran di berbagai sektor termasuk otomotif.
“Kedua perusahaan akan bekerja dengan pemerintah dan bisnis di berbagai wilayah termasuk Area Prioritas Pengembangan Kendaraan Komersial Fuel-Cell rancangan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri pada Mei 2025,” lanjut keterangan resmi tersebut.
Di Indonesia, kerja sama serupa belum diterapkan. Namun Isuzu sudah mulai merambah ke sektor kendaraan niaga ramah lingkungan bertenaga listrik.
Sementara Toyota baru menawarkan satu model mobil penumpang bertenaga listrik dan belasan mobil hybrid. Toyota Indonesia sendiri belum terlalu dalam masuk ke pasar kendaraan niaga berat.
Mobil Fuel-Cell Electric Vehicle (FCEV) mereka, Toyota Mirai beberapa kali diboyong ke Indonesia untuk bahan studi dan operasional di fasilitas perakitan Toyota Karawang.
Adapun bus listrik yang sekarang dipakai Transjakarta bukan produksi Jepang, melainkan milik merek Cina seperti BYD.
Sementara bus hidrogen maupun truk belum mulai dikembangkan di dalam negeri. Infrastruktur masih jadi salah satu pertimbangan utama penerapan FCEV di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 23:19 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
09 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini