Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Bus hidrogen hasil dari pengembangan Isuzu bareng Toyota akan dijadikan sebagai alat transportasi umum
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan otomotif asal Jepang, Isuzu dan Toyota kembali melakukan kerja sama untuk menghadirkan lini kendaraan ramah lingkungan.
Dalam sebuah perjanjian kolaborasi yang diumumkan pada Senin (29/09), Isuzu Motors Limited dan Toyota Motor Corporation akan mengembangkan bus hidrogen buat kebutuhan komersial.
Bus tersebut nantinya digunakan untuk transportasi umum dengan rute tertentu, mirip Transjakarta di Indonesia.
Produksinya dijadwalkan mulai pada tahun fiskal 2026 yakni di periode April 2026 sampai Maret 2027.
Fasilitas produksi yang digunakan adalah Utsunomiya Plant, fasilitas joint venture Isuzu bersama Hino Motors Ltd.
Bicara soal bus hidrogen, produk teranyar Isuzu dan Toyota akan menggunakan basis bus flat-floor bertenaga listrik hasil pengembangan bersama Hino.
Sedangkan sistem Fuel Cell-nya akan dikembangkan lebih lanjut oleh Toyota.
“Memperluas jangkauan opsi karbon netral lebih luas dari bus listrik, Isuzu bekerja untuk mengkomersialisasikan bus rute generasi teranyar sebagai teknologi terkini,” tulis keterangan resmi Toyota, dikutip Selasa (30/09).
Toyota sendiri merupakan perusahaan yang memposisikan tenaga hidrogen sebagai sumber energi penting untuk mendukung netralitas karbon.
Teknologi itu kemudian dikembangkan secara terus menerus untuk mengambil peran di berbagai sektor termasuk otomotif.
“Kedua perusahaan akan bekerja dengan pemerintah dan bisnis di berbagai wilayah termasuk Area Prioritas Pengembangan Kendaraan Komersial Fuel-Cell rancangan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri pada Mei 2025,” lanjut keterangan resmi tersebut.
Di Indonesia, kerja sama serupa belum diterapkan. Namun Isuzu sudah mulai merambah ke sektor kendaraan niaga ramah lingkungan bertenaga listrik.
Sementara Toyota baru menawarkan satu model mobil penumpang bertenaga listrik dan belasan mobil hybrid. Toyota Indonesia sendiri belum terlalu dalam masuk ke pasar kendaraan niaga berat.
Mobil Fuel-Cell Electric Vehicle (FCEV) mereka, Toyota Mirai beberapa kali diboyong ke Indonesia untuk bahan studi dan operasional di fasilitas perakitan Toyota Karawang.
Adapun bus listrik yang sekarang dipakai Transjakarta bukan produksi Jepang, melainkan milik merek Cina seperti BYD.
Sementara bus hidrogen maupun truk belum mulai dikembangkan di dalam negeri. Infrastruktur masih jadi salah satu pertimbangan utama penerapan FCEV di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
Terkini
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi