Bappenas Ungkap Strategi Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik
01 November 2026, 10:13 WIB
Hasil studi Populix mengungkapkan pemikat konsumen dalam membeli mobil listrik, salah satunya diskon
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai diminati oleh masyarakat Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan. Lembaga survey Populix mengungkapkan ada setidaknya delapan faktor yang jadi pemikat.
Subsidi dari pemerintah menjadi salah satunya. Sebab pemberian insentif dapat menekan harga jual akhir mobil listrik, sehingga semakin kompetitif.
“Kalau dilihat, (faktor pemikatnya) adalah diskon spesial lalu garansi,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research Automotive di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dalam studi yang dilakukan Populix, sebanyak 65 persen masyarakat tertarik membeli mobil listrik karena ada promo seperti potongan harga atau penawaran cashback.
Kemudian program garansi baterai ataupun unit turut jadi pemikat masyarakat dalam melakukan pembelian mobil listrik, dengan jumlah 65 persen.
Berikutnya pemberian subsidi dari pihak pemerintah. Sebanyak 57 persen mengaku berminat membeli BEV (Battery Electric Vehicle) berkat adanya insentif.
“Pajak tahunan murah kemudian insentif pemerintah, itu memegang peranan penting,” kata Adi.
Tetapi Adi mengatakan produsen tetap perlu memperhatikan sejumlah hal lain saat menawarkan mobil listrik ke konsumen.
“Kekuatan merek memegang peranan penting. Estetika mobil, tipe baterai dan lama waktu garansi,” kata dia.
Melihat hal tersebut, tidak heran banyak pabrikan khususnya merek Tiongkok menerapkan strategi yang melibatkan diskon ataupun promo pembelian.
Beberapa waktu lalu, PT CSI (Chery Sales Indonesia) menurunkan harga Chery E5 EV (Electric Vehicle) sampai Rp 100 jutaan. Ada perubahan spesifikasi, motor elektrik model tersebut disebut berukuran lebih kecil.
Mereka juga menawarkan kendaraan ramah lingkungan dengan banderol di bawah model-model serupa lain dari para rival di Indonesia.
Tidak sekadar potongan harga, kedua model mobil listrik dari Chery yaitu E5 dan J6 sudah memenuhi persyaratan sebagai penerima insentif.
Sehingga harga mobil listrik Chery bisa ditawarkan kompetitif. Langkah serupa juga dilakukan merek lain seperti Wuling, Neta sampai BYD.
Hanya saja saat ini BYD masuk Indonesia menggunakan program insentif impor mobil listrik. Sebab seluruh lini kendaraannya masih diimpor utuh dari Cina dan baru akan dirakit lokal tahun depan ketika pabrik mereka rampung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 10:13 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial