Wuling Buka Suara Soal Tumpukan Kontainer di Tanjung Priok
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Hasil studi Populix mengungkapkan pemikat konsumen dalam membeli mobil listrik, salah satunya diskon
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik mulai diminati oleh masyarakat Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan. Lembaga survey Populix mengungkapkan ada setidaknya delapan faktor yang jadi pemikat.
Subsidi dari pemerintah menjadi salah satunya. Sebab pemberian insentif dapat menekan harga jual akhir mobil listrik, sehingga semakin kompetitif.
“Kalau dilihat, (faktor pemikatnya) adalah diskon spesial lalu garansi,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research Automotive di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Dalam studi yang dilakukan Populix, sebanyak 65 persen masyarakat tertarik membeli mobil listrik karena ada promo seperti potongan harga atau penawaran cashback.
Kemudian program garansi baterai ataupun unit turut jadi pemikat masyarakat dalam melakukan pembelian mobil listrik, dengan jumlah 65 persen.
Berikutnya pemberian subsidi dari pihak pemerintah. Sebanyak 57 persen mengaku berminat membeli BEV (Battery Electric Vehicle) berkat adanya insentif.
“Pajak tahunan murah kemudian insentif pemerintah, itu memegang peranan penting,” kata Adi.
Tetapi Adi mengatakan produsen tetap perlu memperhatikan sejumlah hal lain saat menawarkan mobil listrik ke konsumen.
“Kekuatan merek memegang peranan penting. Estetika mobil, tipe baterai dan lama waktu garansi,” kata dia.
Melihat hal tersebut, tidak heran banyak pabrikan khususnya merek Tiongkok menerapkan strategi yang melibatkan diskon ataupun promo pembelian.
Beberapa waktu lalu, PT CSI (Chery Sales Indonesia) menurunkan harga Chery E5 EV (Electric Vehicle) sampai Rp 100 jutaan. Ada perubahan spesifikasi, motor elektrik model tersebut disebut berukuran lebih kecil.
Mereka juga menawarkan kendaraan ramah lingkungan dengan banderol di bawah model-model serupa lain dari para rival di Indonesia.
Tidak sekadar potongan harga, kedua model mobil listrik dari Chery yaitu E5 dan J6 sudah memenuhi persyaratan sebagai penerima insentif.
Sehingga harga mobil listrik Chery bisa ditawarkan kompetitif. Langkah serupa juga dilakukan merek lain seperti Wuling, Neta sampai BYD.
Hanya saja saat ini BYD masuk Indonesia menggunakan program insentif impor mobil listrik. Sebab seluruh lini kendaraannya masih diimpor utuh dari Cina dan baru akan dirakit lokal tahun depan ketika pabrik mereka rampung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juni 2026, 11:00 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
19 Juni 2026, 13:00 WIB
18 Juni 2026, 17:29 WIB
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan
24 Juni 2026, 13:14 WIB
New Honda Vario Evo 160 baru saja diluncurkan dengan menawarkan beberapa ubahan, salah satunya desain
24 Juni 2026, 11:00 WIB
Pengamat meyakini PHEV bakal semakin populer di RI, didukung produk-produk Tiongkok dengan harga bersaing
24 Juni 2026, 09:00 WIB
Pada MotoGP Belanda 2026, Marc Marquez hingga Marco Bezzecchi sudah tidak bisa lagi mengandalkan holeshot