PLN Ungkap Jumlah Pemakaian SPKLU Saat Libur Lebaran 2026 Naik
02 April 2026, 17:00 WIB
Meski tanpa insentif pemerintah optimis produsen mobil tetap mau berinvestasi dengan membangun pabrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang 2025 masih terus mengalami tekanan. Retail sales dari Januari hingga November 2025 hanya sebesar 735.977 unit.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding periode serupa tahun lalu yang membukukan 807.586 unit. Artinya retail sales mengalami penurunan 67.809 unit atau sekitar 8,4 persen.
Situasi tersebut pun membuat Gaikindo berinisiatif mengurangi target penjualan kendaraan. Dari sebelumnya sekitar 850.000 unit menjadi hanya 780.000 unit.
Tekanan pun diperkirakan bakal terus berlanjut di 2026. Hal ini karena pemerintah memutuskan tidak lagi memberi insentif pembelian kendaraan.
Meski demikian, Airlangga Hartarto, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengungkap hal tersebut bisa menguntungkan negara. Pasalnya produsen mobil tetap berupaya masuk ke Tanah Air dengan berinvestasi mendirikan pabrik.
“Justru karena instentif sudah selesai maka semuanya bisa berjalan. Stimulus diberikan agar mereka mau membangun pabrik dan biaya produksinya jadi lebih rendah,” ungkapnya.
Menurutnya tidak ada alasan pabrikan otomotif enggan mendirikan fasilitas produksi di Tanah Air. Terlebih mereka yang sudah menikmati insentif dan berhasil berkembang.
“VinFast bisa berinvestasi dan membuat pabrik, jadi pabrikan lain yang belum punya pabrik tapi menikmati insentif harus bisa melakukannya juga,” tegas Airlangga.
Meski demikian dirinya memastikan pemerintah akan tetap mendorong pertumbuhan industri otomotif. Salah satunya dengan menjalankan program mobil nasional yang tengah digaungkan.
“Untuk mobil nasional tentu anggarannya sudah direncanakan. Kita bisa belajar sebenarnya dari VinFast dan semua sedang dalam proses,” tegasnya kemudian.
Pabrikan mobil asal Vietnam, VinFast pun memberi sedikit bocoran terkait membangun perusahaan otomotif. Menurut mereka prosesnya memang sangat sulit dan penuh tantangan.
“Agar bisa menjadi seperti VinFast, Indonesia harus mempunyai orang seperti Pham Nhat Vuong, Chairman kami yang sangat berdedikasi. Ia bahkan telah menggelontorkan dana USD 17 miliar untuk pengembangan kendaraan,” ungkap Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia.
Menurutnya, Pham Nhat Vuong membawa VinFast bukan untuk bisnis saja tapi jadi kebanggaan bangsa. Oleh sebab itu industri lokal juga dilibatkan guna memperkuat posisinya negara mereka.
Kemudian banyaknya lini bisnis Vin Group juga memberi keuntungan tersendiri. Karena masing-masing perusahaan diminta untuk berinvestasi ke VinFast sehingga perkembangan industri bisa optimal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 17:00 WIB
30 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 15:00 WIB
17 Maret 2026, 13:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini