Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merespons situasi ekonomi dan global terkini, pemerintah menerapkan sejumlah penyesuaian kebijakan sebagai bagian dari upaya kemandirian energi.
Pembatasan jumlah pembelian bahan bakar minyak (BBM) bensin maupun solar bersubsidi jadi satu solusi yang bakal diterapkan.
Perlu diketahui ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan agar bisa membeli bensin bersubsidi. Misalnya, kapasitas mesin kendaraan maksimal 1.400 cc.
Para pelanggan yang memenuhi persyaratan bakal mendapatkan kode QR buat ditunjukkan ke petugas SPBU saat akan membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite.
Namun dengan krisis energi yang masih terjadi, pemerintah akan mengatur secara ketat penggunaan BBM subsidi khusus mobil pribadi.
“Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan barcode MyPertamina, batas wajar 50 liter per kendaraan,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI melalui konferensi pers virtual, Selasa (31/03).
Airlangga menegaskan, kebijakan itu tidak berlaku buat kendaraan umum maupun truk dan bus yang masih beroperasi.
Bicara soal harga, BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan harga di 1 April 2026. Sama halnya dengan bensin nonsubsidi.
Oleh karena itu masyarakat tetapi diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan tidak serta merta mempercayai informasi yang beredar.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi Setneg, Rabu (01/04).
Pemerintah juga disebut akan tetap memastikan ketersediaan BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat jadi acuan bagi para pengguna kendaraan bermotor agar tetap tenang.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegas dia.
Sebagai informasi, pemerintah turut memberlakukan kebijakan lain sebagai langkah preventif menghadapi krisis energi.
Ini termasuk kebijakan work from home atau WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Lalu ada pengurangan kendaraan dinas dan juga perjalanan dalam negeri maupun luar negeri.
Apabila dilakukan secara optimal, maka total potensi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disebut bisa mencapai Rp 6,2 triliun dari kompensasi BBM.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia