Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Absennya insentif mobil listrik rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD) menjadi salah satu alasan naiknya banderol deretan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada Februari 2026, lonjakan harga itu mulai terlihat. Mobil listrik Chery E5 alami kenaikan sampai Rp 20 jutaan, sementara J6 dikerek Rp 55 juta-Rp 60 juta.
Sementara mobil listrik Hyundai Kona Electric dan Ioniq 5 mengalami kenaikan di kisaran Rp 49 juta sampai Rp 76 juta.
Namun perubahan harga mobil listrik sebenarnya bukan hal baru dan jadi satu fenomena yang memang akan terjadi cepat atau lambat, apalagi melihat situasi ekonomi terkini.
Melonjaknya harga mobil listrik rakitan lokal, menurut pengamat menjadi konsekuensi logis nilai keekonomian mobil listrik tanpa dukungan subsidi.
“Situasi ini makin berat karena faktor geo-ekonomi global ikut menekan, terutama sejak krisis blokade Selat Hormuz pada akhir Februari 2026,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Blokade Selat Hormuz kemudian juga berimbas pada pelemahan rupiah. Saat ini telah mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat.
Tarif kargo global turut mengalami kenaikan, membuat biaya impor komponen baterai menjadi lebih mahal sampai 15 persen.
“Sehingga tekanan harga tidak hanya terjadi pada unit impor, tetapi juga model CKD,” tegas Yannes.
Dengan harga mobil listrik yang diprediksi kian naik tanpa adanya insentif fiskal, penjualan Electric Vehicle (EV) berpeluang tertekan tahun ini.
“Pasar berisiko tersegmentasi semakin tersegmentasi dan EV makin cenderung hanya terjangkau bagi konsumen kelas atas yang relatif lebih tahan terhadap inflasi,” ungkap Yannes.
Sejumlah pabrikan Tiongkok masih gencar memasarkan lini mobil listrik rakitan lokal dengan harga yang diklaim kompetitif.
Mereka turut menawarkan produk dengan banderol Rp 199 juta sampai Rp 200 jutaan yang bisa dipertimbangkan calon konsumen.
Misal Changan Lumin EV di angka Rp 199 jutaan on the road Jakarta. BYD Atto 1, calon mobil listrik CKD di RI juga masih mempertahankan harga serupa.
Namun tetap ada potensi harganya disesuaikan per April 2026. Khususnya jika melihat situasi geopolitik yang belum kunjung membaik secara signifikan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Toyota Astra Motor melengkapi jajaran kendaraan komersial ringan dengan memboyong New Hilux ke Indonesia
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur
28 Juni 2026, 20:09 WIB
Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026