iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Absennya insentif mobil listrik rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD) menjadi salah satu alasan naiknya banderol deretan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada Februari 2026, lonjakan harga itu mulai terlihat. Mobil listrik Chery E5 alami kenaikan sampai Rp 20 jutaan, sementara J6 dikerek Rp 55 juta-Rp 60 juta.
Sementara mobil listrik Hyundai Kona Electric dan Ioniq 5 mengalami kenaikan di kisaran Rp 49 juta sampai Rp 76 juta.
Namun perubahan harga mobil listrik sebenarnya bukan hal baru dan jadi satu fenomena yang memang akan terjadi cepat atau lambat, apalagi melihat situasi ekonomi terkini.
Melonjaknya harga mobil listrik rakitan lokal, menurut pengamat menjadi konsekuensi logis nilai keekonomian mobil listrik tanpa dukungan subsidi.
“Situasi ini makin berat karena faktor geo-ekonomi global ikut menekan, terutama sejak krisis blokade Selat Hormuz pada akhir Februari 2026,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Blokade Selat Hormuz kemudian juga berimbas pada pelemahan rupiah. Saat ini telah mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat.
Tarif kargo global turut mengalami kenaikan, membuat biaya impor komponen baterai menjadi lebih mahal sampai 15 persen.
“Sehingga tekanan harga tidak hanya terjadi pada unit impor, tetapi juga model CKD,” tegas Yannes.
Dengan harga mobil listrik yang diprediksi kian naik tanpa adanya insentif fiskal, penjualan Electric Vehicle (EV) berpeluang tertekan tahun ini.
“Pasar berisiko tersegmentasi semakin tersegmentasi dan EV makin cenderung hanya terjangkau bagi konsumen kelas atas yang relatif lebih tahan terhadap inflasi,” ungkap Yannes.
Sejumlah pabrikan Tiongkok masih gencar memasarkan lini mobil listrik rakitan lokal dengan harga yang diklaim kompetitif.
Mereka turut menawarkan produk dengan banderol Rp 199 juta sampai Rp 200 jutaan yang bisa dipertimbangkan calon konsumen.
Misal Changan Lumin EV di angka Rp 199 jutaan on the road Jakarta. BYD Atto 1, calon mobil listrik CKD di RI juga masih mempertahankan harga serupa.
Namun tetap ada potensi harganya disesuaikan per April 2026. Khususnya jika melihat situasi geopolitik yang belum kunjung membaik secara signifikan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat