Honda 0 Alpha Berpeluang Mengaspal di Indonesia, Ada Syaratnya
31 Maret 2026, 09:47 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Absennya insentif mobil listrik rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD) menjadi salah satu alasan naiknya banderol deretan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Pada Februari 2026, lonjakan harga itu mulai terlihat. Mobil listrik Chery E5 alami kenaikan sampai Rp 20 jutaan, sementara J6 dikerek Rp 55 juta-Rp 60 juta.
Sementara mobil listrik Hyundai Kona Electric dan Ioniq 5 mengalami kenaikan di kisaran Rp 49 juta sampai Rp 76 juta.
Namun perubahan harga mobil listrik sebenarnya bukan hal baru dan jadi satu fenomena yang memang akan terjadi cepat atau lambat, apalagi melihat situasi ekonomi terkini.
Melonjaknya harga mobil listrik rakitan lokal, menurut pengamat menjadi konsekuensi logis nilai keekonomian mobil listrik tanpa dukungan subsidi.
“Situasi ini makin berat karena faktor geo-ekonomi global ikut menekan, terutama sejak krisis blokade Selat Hormuz pada akhir Februari 2026,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Blokade Selat Hormuz kemudian juga berimbas pada pelemahan rupiah. Saat ini telah mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat.
Tarif kargo global turut mengalami kenaikan, membuat biaya impor komponen baterai menjadi lebih mahal sampai 15 persen.
“Sehingga tekanan harga tidak hanya terjadi pada unit impor, tetapi juga model CKD,” tegas Yannes.
Dengan harga mobil listrik yang diprediksi kian naik tanpa adanya insentif fiskal, penjualan Electric Vehicle (EV) berpeluang tertekan tahun ini.
“Pasar berisiko tersegmentasi semakin tersegmentasi dan EV makin cenderung hanya terjangkau bagi konsumen kelas atas yang relatif lebih tahan terhadap inflasi,” ungkap Yannes.
Sejumlah pabrikan Tiongkok masih gencar memasarkan lini mobil listrik rakitan lokal dengan harga yang diklaim kompetitif.
Mereka turut menawarkan produk dengan banderol Rp 199 juta sampai Rp 200 jutaan yang bisa dipertimbangkan calon konsumen.
Misal Changan Lumin EV di angka Rp 199 jutaan on the road Jakarta. BYD Atto 1, calon mobil listrik CKD di RI juga masih mempertahankan harga serupa.
Namun tetap ada potensi harganya disesuaikan per April 2026. Khususnya jika melihat situasi geopolitik yang belum kunjung membaik secara signifikan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Pemesanan Denza D9 resmi dibuka di Cina dengan beragam ubahan menarik untuk menarik minat para pelanggan
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota menjadi produsen mobil terbesar di Indonesia pada Februari 2026 disusul Mitsubishi Motors dan Daihatsu