Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh

Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh

Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Wuling Darion Plug-in Hybrid memadukan kinerja mesin bensin dan motor listrik dengan kapasitas baterai yang lebih besar. Dukungan baterai ini dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus memberikan fleksibilitas jarak tempuh.

Dengan demikian, baterai dapat diisi melalui pengisian daya listrik layaknya mobil listrik, namun tetap didukung mesin berbahan bakar bensin seperti kendaraan Internal Combustion Engine (ICE).

KatadataOTO berkesempatan untuk mencoba Wuling Darion Plug-in Hybrid dengan menempuh jarak sekitar 800 kilometer dari Blok M, Jakarta Selatan sampai ke Surabaya.

Sebelum berangkat, tangki bensin diisi penuh menggunakan bahan bakar RON 92. Total mengisi sampai full adalah sekitar Rp 552.000. Perlu diketahui, kapasitas tangki bensin Wuling Darion Plug-in Hybrid adalah 52 liter.

Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh
Photo: KatadataOTO

Sementara saat itu kondisi baterai pada Wuling Darion Plug-in Hybrid tidak penuh, hanya terisi sekitar 50 persen saja.

Sebagai informasi, Wuling Darion Plug-in Hybrid itu diisi oleh empat orang dewasa dengan sejumlah barang bawaan.

Selama perjalanan, sistem secara otomatis menyesuaikan sumber energi antara mesin bensin dan motor listrik sesuai kondisi jalan serta gaya berkendara.

Dalam kondisi idle dan kecepatan rendah, baterai akan mengambil alih sebagai sumber energi utama. Ini membuat konsumsi bahan bakar bisa ditekan khususnya selama perjalanan jauh.

Wuling Darion Plug-in Hybrid dibawa melintas rute bervariasi yakni tol dan non-tol. Namun mayoritas perjalanan dihabiskan di tol.

Ketika keluar dari rute tol yang banyak kondisi stop and go, baterai kerap menjadi sumber tenaga utama. Sehingga bensin bisa lebih banyak dipakai ketika melaju di tol.

Iritnya Wuling Darion Plug-in Hybrid untuk Perjalanan Jauh
Photo: KatadataOTO

Tidak hanya menambah efisiensi penggunaan bahan bakar, peralihan sumber energi menjadi baterai membuat suara gerungan mesin hilang dan kabin terasa lebih senyap.

Bensin kemudian sempat diisi lagi dengan biaya Rp 370.000 di area Madiun. Kemudian baterai diisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar Rp 26.000.

Sehingga secara total, perjalanan dari Jakarta sampai Surabaya ditempuh Wuling Darion Plug-in Hybrid dengan memakan biaya bensin dan pengisian daya baterai setidaknya Rp 948.000.


Terkini

mobil
Mobil Listrik Bekas

Analisa AMBI: Mobil Listrik Bekas Cepat Laku di Jakarta

Asosiasi Mobil Bekas Indonesia atau AMBI mengungkapkan alasan mobil listrik bekas cepat terjual di Ibu kota

mobil
Xpeng

Xpeng Kejar Raihan TKDN X9, Bakal di Atas 40 Persen

Tingkat Komponen Dalam Negeri mobil listrik Xpeng X9 dan G6 teranyar bakal di atas 40 persen di masa mendatang

motor
Honda Monkey

Honda Monkey Tampil Makin Ikonik, Harga Rp 88 Jutaaan

AHM memberikan sejumlah penyegaran pada Honda Monkey, meliputi sejumlah opsi kelir dan motif jok baru

mobil
Penjualan Daihatsu

Penjualan Daihatsu Tumbuh 27 Persen di Semester I 2026

Pertumbuhan penjualan Daihatsu kembali terlihat di Juni 2026, kendaraan komersial jadi kontributor utama

modifikasi
IMI

IMI Awards Soroti dan Apresiasi Dunia Modifikasi Tanah Air

IMI Awards 2025 memberikan apresiasi kepada Andre Mulyadi yang konsisten dalam dunia modifikasi Indonesia

otosport
MotoGP 2027

Susunan Sementara Pembalap MotoGP 2027, Banyak Posisi Kosong

Sejumlah tim belum memberikan pengumuman mengenai susunan pembalap yang akan mereka usung di MotoGP 2027

mobil
VinFast

VinFast VF MPV 7 Ada Versi Ekonomisnya, Harga Rp 200 Jutaan

Vinfast turut menawarkan Limo Green kepada konsumen individual, tidak hanya pembeli fleet atau pelaku usaha

mobil
Aletra L8 EV

Aletra L8 Bakal Punya Adik Meluncur di GIIAS 2026

Aletra dikatakan tengah mempersiapkan untuk menghadirkan produk terbaru di ajang pameran otomotif GIIAS 2026