Cina Mulai Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik
19 Januari 2026, 16:00 WIB
Pemerintah Cina baru saja membuat aturan baru tentang penyaluran insentif buat mobil hybrid di tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perkembangan mobil hybrid di Cina cukup pesat. Hal ini mendorong pemerintah di sana membuat kebijakan baru.
Pemerintah Tiongkok baru saja mengumumkan aturan teknis anyar untuk penyaluran insentif atau subsidi periode 2026-2027.
Dalam kebijakan baru ini, ada sejumlah penyesuaian yang mereka lakukan. Terkhusus sejumlah syarat untuk mobil berjantung pacu hibrida.
Disebutkan bahwa kendaraan roda empat Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) diwajibkan memiliki jangkauan listrik murni minimal 100 kilometer.
Jumlah di atas naik dari syarat sebelumnya yang hanya mewajibkan daya jelajah sekitar 43 kilometer saja.
Selain itu konsumsi bahan bakar ditetapkan kurang dari 70 persen batas standar untuk kendaraan dengan bobot di bawah 2.510 kg.
Kemudian konsumsi bahan bakar bagi mobil hybrid berbobot 2.510 kg atau lebih hanya boleh kurang dari 75 persen batas yang telah ditentukan.
Di sisi lain pemerintah Cina tidak hanya melakukan penyesuaian kebijakan soal insentif mobil hybrid saja.
Melainkan juga untuk mobil listrik murni yang ada di sana. Seperti contoh konsumsi daya tidak boleh melebihi batas ditentukan dalam standar nasional baru GB 36980.1-2025.
Menurut laporan Carnewschina pada Senin (13/10), standar di atas diklaim 11 persen lebih ketat dari syarat sebelumnya.
“Penyesuaian ini sejalan dengan peningkatan cepat dalam hal jangkauan dan teknologi NEV. Memastikan kebijakan selaras dengan kemajuan teknologi,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA).
Cui Dongshu menilai kebijakan anyar dari pemerintah Cina bisa membawa banyak dampak positif di masa mendatang.
Seperti contoh mendorong para pabrikan otomotif asal Negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi lebih besar dalam hal penelitian maupun pengembangan.
“Dengan menaikan ambang batas teknis, pemerintah mengarahkan perusahaan agar meningkatkan investasi R&D, menghapus produk usang dan beralih dari ekspansi skala menuju pembangunan berkualitas tinggi,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 16:00 WIB
19 Januari 2026, 07:00 WIB
15 Januari 2026, 15:00 WIB
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 14:31 WIB
Ducati MX Team Indonesia akan dibekali motor pabrikan Desmo450 MX, siap debut di ajang motorcross Thailand
20 Januari 2026, 13:00 WIB
Penyegaraan pada Yamaha Lexi LX 155 diharapkan bisa menggairahkan pasar motor matic Indonesia pada 2026
20 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas jadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki diler resmi untuk memberi layanan pada pelanggan
20 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski pemesanan sudah dibuka sejak tahun lalu, produksi Lepas L8 baru akan dilakukan mulai bulan depan
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand