TKDN Mobil Listrik Perlu Ditingkatkan, Komponen Lokal Jadi Kunci
29 September 2026, 14:39 WIB
Insentif otomotif masih diperlukan untuk mengerek angka penjualan, Menperin sebut rencana itu masih dibahas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Menteri Perindustrian (Menperin) memastikan insentif otomotif untuk tahun depan sedang dalam tahap pembahasan.
Pihak Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa industri otomotif masih membutuhkan bantuan seperti subsidi.
“Sedang kita susun. Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11).
Lebih lanjut dia menegaskan strategi pemberian insentif harus memperhatikan semua faktor dari hulu ke hilir.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Sebagai gambaran sebelumnya ada insentif PPnBM diberikan untuk deretan kendaraan yang memenuhi persyaratan yaitu Low Cost Green Car (LCGC).
Di masa pandemi Covid-19, subsidi itu terbukti dapat membantu mengerek angka penjualan dan kembali menggairahkan daya beli masyarakat.
“Jadi memang pemerintah itu seharusnya juga menyiapkan insentif untuk sektor otomotif tahun 2026,” tegas Menperin.
Sebelumnya Kemenperin telah menegaskan tengah ada kebijakan yang digodok untuk memberikan bantuan kepada para produsen otomotif.
Setelah selesai nanti baru kemudian akan diajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Harapannya rangkaian insentif atau subsidi itu bisa menjadi bagian jadi paket kebijakan fiskal 2026 dan kembali dongkrak angka penjualan di sektor otomotif.
Industri otomotif menjadi satu perhatian penting bagi pemerintah karena dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pemberian insentif juga dapat berdampak pada perlindungan tenaga kerja dari pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Sebagai informasi, otomotif adalah salah satu kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor serta penyerapan tenaga kerja.
Investasinya diperkirakan telah mencapai Rp 174 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga secara kumulatif mencapai hampir 100 ribu orang.
Usulan insentif otomotif 2026, menurut Menperin turut mempertimbangkan transisi kebijakan yang sudah ada saat ini seperti kendaraan elektrifikasi.
Tahun ini, contoh insentif yang masih berjalan adalah subsidi mobil listrik Completely Knocked Down (CKD) dan impor dengan komitmen perakitan lokal di 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 September 2026, 14:39 WIB
25 September 2026, 19:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026