Airlangga Ungkap Tengah Kaji Insentif Otomotif di 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Insentif otomotif masih diperlukan untuk mengerek angka penjualan, Menperin sebut rencana itu masih dibahas
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Menteri Perindustrian (Menperin) memastikan insentif otomotif untuk tahun depan sedang dalam tahap pembahasan.
Pihak Kementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa industri otomotif masih membutuhkan bantuan seperti subsidi.
“Sedang kita susun. Insentif otomotif itu menurut saya sebuah keharusan, karena merupakan sektor yang terlalu penting,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di ICE BSD, Tangerang, Rabu (26/11).
Lebih lanjut dia menegaskan strategi pemberian insentif harus memperhatikan semua faktor dari hulu ke hilir.
Hanya saja Menperin masih enggan menjelaskan secara detail terkait jenis ataupun skema insentif yang bakal dikucurkan ke industri otomotif nanti.
Sebagai gambaran sebelumnya ada insentif PPnBM diberikan untuk deretan kendaraan yang memenuhi persyaratan yaitu Low Cost Green Car (LCGC).
Di masa pandemi Covid-19, subsidi itu terbukti dapat membantu mengerek angka penjualan dan kembali menggairahkan daya beli masyarakat.
“Jadi memang pemerintah itu seharusnya juga menyiapkan insentif untuk sektor otomotif tahun 2026,” tegas Menperin.
Sebelumnya Kemenperin telah menegaskan tengah ada kebijakan yang digodok untuk memberikan bantuan kepada para produsen otomotif.
Setelah selesai nanti baru kemudian akan diajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).
Harapannya rangkaian insentif atau subsidi itu bisa menjadi bagian jadi paket kebijakan fiskal 2026 dan kembali dongkrak angka penjualan di sektor otomotif.
Industri otomotif menjadi satu perhatian penting bagi pemerintah karena dapat menyerap banyak tenaga kerja. Pemberian insentif juga dapat berdampak pada perlindungan tenaga kerja dari pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Sebagai informasi, otomotif adalah salah satu kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) manufaktur, ekspor serta penyerapan tenaga kerja.
Investasinya diperkirakan telah mencapai Rp 174 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja langsung di industri kendaraan roda empat, roda dua dan roda tiga secara kumulatif mencapai hampir 100 ribu orang.
Usulan insentif otomotif 2026, menurut Menperin turut mempertimbangkan transisi kebijakan yang sudah ada saat ini seperti kendaraan elektrifikasi.
Tahun ini, contoh insentif yang masih berjalan adalah subsidi mobil listrik Completely Knocked Down (CKD) dan impor dengan komitmen perakitan lokal di 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
13 Januari 2026, 07:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
11 Januari 2026, 19:34 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026
19 Januari 2026, 19:00 WIB
Demi menjawab kebutuhan konsumen, TAM baru saja memberikan penyegaran pada Toyota Raize pada beberapa bagian
19 Januari 2026, 18:00 WIB
Tanpa insentif pajak dari pemerintah, harga mobil listrik Wuling mengalami kenaikan mulai dari Rp 30 jutaan
19 Januari 2026, 17:00 WIB
Untuk Anda yang sedang mencari mobil baru, Ada diskon Suzuki Jimny 3 pintu selama periode Januari 2026
19 Januari 2026, 16:00 WIB
Ada beberapa ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah Cina dalam proses daur ulang baterai mobil listrik