Klasemen Akhir MotoGP 2025: Duo Marquez Memimpin, Bagnaia Melorot
17 November 2025, 12:00 WIB
Nicolo Bulega bertekad naik kelas ke MotoGP, namun perlu melakukan banyak penyesuaian pola berkendara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pembalap Ducati di World Superbike atau WSBK, Nicolo Bulega resmi menjadi test rider di MotoGP 2026.
Ia melakoni debut MotoGP tahun ini, menggantikan Marc Marquez yang sedang dalam tahap pemulihan di sisa musim 2025.
Meskipun telah menorehkan prestasi positif di WSBK, Nicolo Bulega masih harus banyak menyesuaikan diri dengan spesifikasi motor balap MotoGP.
Perbedaan spesifikasi berarti ada perubahan cara berkendara dan pola pengereman. Hal ini dia rasakan saat debutnya di MotoGP Portugal 2025.
Saat sesi sprint race, Nicolo Bulega terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Beruntungnya Francesco Bagnaia bertahan di urutan keenam dan menyumbangkan poin buat Ducati.
Di balapan utama ia mulai nyaman dan berhasil selesai di urutan ke-15, tepat di depan test rider Aprilia yakni Lorenzo Savadori.
Bulega mengakui dia melakukan kesalahan khas pembalap pemula di sprint race. Sehingga dia belajar dari kesalahan tersebut dan lebih mendalami karakter Desmosedici GP25 yang jadi tunggangannya.
“Saya terus mengulang di dalam kepala saya, jangan mengerem seperti (saat balapan) Superbike,” kata Nicolo Bulega dikutip dari Crash, Jumat (14/11).
Kesalahan kecil yang terjadi di trek selama MotoGP, menurut Nicolo Bulega membuatnya kehilangan momentum tiga sampai empat detik.
Namun belajar dari debutnya saat sesi sprint, ia finish ke-15, sementara Pecco yang tadinya berada di peringkat keempat terjatuh dan keluar dari MotoGP Portugal 2025 dengan status DNF.
“Yang terpenting adalah menyelesaikan balapan dan membawa semua pengalaman ini ke Valencia. Sejauh ini semua berlangsung baik,” tegas Bulega.
Ia turut berharap perannya sebagai test rider Ducati sepanjang tahun depan bisa membantunya naik kelas ke MotoGP 2027.
Sebagai informasi, motor yang digunakan di balapan WSBK berbeda dari MotoGP karena menggunakan motor produksi massal.
Tenaga dihasilkan pun lebih kecil yaitu 230 hp-250 hp. Sedangkan motor balap di MotoGP dapat memuntahkan tenaga 270 hp sampai 300 hp.
Motor balap yang digunakan para pembalap di MotoGP bisa dibilang sebuah prototipe yang dikembangkan dengan teknologi terkini. Jadi sepenuhnya unik dan tidak ditawarkan secara massal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 November 2025, 12:00 WIB
12 November 2025, 17:00 WIB
07 November 2025, 15:00 WIB
06 November 2025, 16:00 WIB
05 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
02 Desember 2025, 21:32 WIB
Target penjualan mobil baru resmi direvisi dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang ada jelang akhir tahun
02 Desember 2025, 19:13 WIB
Menperin menilai insentif untuk industri otomotif pada 2026 sangat penting, sebab dapat membawa dampak positif
02 Desember 2025, 18:00 WIB
Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026 akan dijadikan sebagai tempat debut dari iCar di Tanah Air
02 Desember 2025, 17:00 WIB
Mobil listrik nasional Malaysia, Perodua QV-E resmi debut dengan skema sewa baterai seharga Rp 300 jutaan
02 Desember 2025, 16:00 WIB
Baru meluncur, pengiriman skutik all new Honda Vario 125 sudah dimulai sehingga konsumen tak perlu inden
02 Desember 2025, 15:16 WIB
Kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya tetapi membaik, Daihatsu ungkap persyaratan kredit mulai melonggar
02 Desember 2025, 14:00 WIB
Insentif mobil listrik impor berakhir tahun ini, VinFast fokus rakit lokal di 2026 dan berencana ekspor
02 Desember 2025, 13:00 WIB
Chery telah mempertimbangkan beberapa skenario untuk bisa memiliki pabrik di Indonesia agar produksi bisa optimal