Klasemen Sementara MotoGP 2026: Ai Ogura Mulai Pepet Jorge Martin
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Nicolo Bulega bertekad naik kelas ke MotoGP, namun perlu melakukan banyak penyesuaian pola berkendara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pembalap Ducati di World Superbike atau WSBK, Nicolo Bulega resmi menjadi test rider di MotoGP 2026.
Ia melakoni debut MotoGP tahun ini, menggantikan Marc Marquez yang sedang dalam tahap pemulihan di sisa musim 2025.
Meskipun telah menorehkan prestasi positif di WSBK, Nicolo Bulega masih harus banyak menyesuaikan diri dengan spesifikasi motor balap MotoGP.
Perbedaan spesifikasi berarti ada perubahan cara berkendara dan pola pengereman. Hal ini dia rasakan saat debutnya di MotoGP Portugal 2025.
Saat sesi sprint race, Nicolo Bulega terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Beruntungnya Francesco Bagnaia bertahan di urutan keenam dan menyumbangkan poin buat Ducati.
Di balapan utama ia mulai nyaman dan berhasil selesai di urutan ke-15, tepat di depan test rider Aprilia yakni Lorenzo Savadori.
Bulega mengakui dia melakukan kesalahan khas pembalap pemula di sprint race. Sehingga dia belajar dari kesalahan tersebut dan lebih mendalami karakter Desmosedici GP25 yang jadi tunggangannya.
“Saya terus mengulang di dalam kepala saya, jangan mengerem seperti (saat balapan) Superbike,” kata Nicolo Bulega dikutip dari Crash, Jumat (14/11).
Kesalahan kecil yang terjadi di trek selama MotoGP, menurut Nicolo Bulega membuatnya kehilangan momentum tiga sampai empat detik.
Namun belajar dari debutnya saat sesi sprint, ia finish ke-15, sementara Pecco yang tadinya berada di peringkat keempat terjatuh dan keluar dari MotoGP Portugal 2025 dengan status DNF.
“Yang terpenting adalah menyelesaikan balapan dan membawa semua pengalaman ini ke Valencia. Sejauh ini semua berlangsung baik,” tegas Bulega.
Ia turut berharap perannya sebagai test rider Ducati sepanjang tahun depan bisa membantunya naik kelas ke MotoGP 2027.
Sebagai informasi, motor yang digunakan di balapan WSBK berbeda dari MotoGP karena menggunakan motor produksi massal.
Tenaga dihasilkan pun lebih kecil yaitu 230 hp-250 hp. Sedangkan motor balap di MotoGP dapat memuntahkan tenaga 270 hp sampai 300 hp.
Motor balap yang digunakan para pembalap di MotoGP bisa dibilang sebuah prototipe yang dikembangkan dengan teknologi terkini. Jadi sepenuhnya unik dan tidak ditawarkan secara massal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 20:41 WIB
12 Juli 2026, 20:01 WIB
11 Juli 2026, 20:48 WIB
10 Juli 2026, 09:23 WIB
09 Juli 2026, 13:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris
20 Juli 2026, 21:05 WIB
Motul Indonesia menjalan program baru yang bisa meningkatkan penetrasi pasar di Tanah Air melalui bengkel lokal