PR Besar Nicolo Bulega sebelum Naik Kelas ke MotoGP

Nicolo Bulega bertekad naik kelas ke MotoGP, namun perlu melakukan banyak penyesuaian pola berkendara

PR Besar Nicolo Bulega sebelum Naik Kelas ke MotoGP
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Pembalap Ducati di World Superbike atau WSBK, Nicolo Bulega resmi menjadi test rider di MotoGP 2026. 

Ia melakoni debut MotoGP tahun ini, menggantikan Marc Marquez yang sedang dalam tahap pemulihan di sisa musim 2025.

Meskipun telah menorehkan prestasi positif di WSBK, Nicolo Bulega masih harus banyak menyesuaikan diri dengan spesifikasi motor balap MotoGP.

Perbedaan spesifikasi berarti ada perubahan cara berkendara dan pola pengereman. Hal ini dia rasakan saat debutnya di MotoGP Portugal 2025.

PR Besar Nicolo Bulega sebelum Naik Kelas ke MotoGP
Photo : X @ducaticorse

Saat sesi sprint race, Nicolo Bulega terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan. Beruntungnya Francesco Bagnaia bertahan di urutan keenam dan menyumbangkan poin buat Ducati.

Di balapan utama ia mulai nyaman dan berhasil selesai di urutan ke-15, tepat di depan test rider Aprilia yakni Lorenzo Savadori.

Bulega mengakui dia melakukan kesalahan khas pembalap pemula di sprint race. Sehingga dia belajar dari kesalahan tersebut dan lebih mendalami karakter Desmosedici GP25 yang jadi tunggangannya.

“Saya terus mengulang di dalam kepala saya, jangan mengerem seperti (saat balapan) Superbike,” kata Nicolo Bulega dikutip dari Crash, Jumat (14/11).

Kesalahan kecil yang terjadi di trek selama MotoGP, menurut Nicolo Bulega membuatnya kehilangan momentum tiga sampai empat detik.

Namun belajar dari debutnya saat sesi sprint, ia finish ke-15, sementara Pecco yang tadinya berada di peringkat keempat terjatuh dan keluar dari MotoGP Portugal 2025 dengan status DNF.

“Yang terpenting adalah menyelesaikan balapan dan membawa semua pengalaman ini ke Valencia. Sejauh ini semua berlangsung baik,” tegas Bulega.

Ia turut berharap perannya sebagai test rider Ducati sepanjang tahun depan bisa membantunya naik kelas ke MotoGP 2027.

Debut MotoGP Nicolo Bulega
Photo : Ducati

Sebagai informasi, motor yang digunakan di balapan WSBK berbeda dari MotoGP karena menggunakan motor produksi massal.

Tenaga dihasilkan pun lebih kecil yaitu 230 hp-250 hp. Sedangkan motor balap di MotoGP dapat memuntahkan tenaga 270 hp sampai 300 hp.

Motor balap yang digunakan para pembalap di MotoGP bisa dibilang sebuah prototipe yang dikembangkan dengan teknologi terkini. Jadi sepenuhnya unik dan tidak ditawarkan secara massal.


Terkini

modifikasi
Asia CAN 2026

Final Asia CAN 2026 Tuntas Digelar, Gairahkan Industri Audio

Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio

mobil
Chery Q

Ribuan Chery Q Dipesan, Konsumen Kini Bisa Pantau Status Unit

Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi

mobil
Chery Tiggo X7 dan New Tiggo 7 Debut, Usung Konsep Baru

Chery Tiggo X7 dan All New Tiggo 7 Debut, Usung Konsep Baru

Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global

mobil
Toyota Innova Zenix

Toyota Innova Zenix Dapat Tambahan Fitur Konektivitas

Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP

news
Bing Bang Auto Festival 2026

Bing Bang Auto Festival 2026 Usung Konsep Baru, Banyak Promo

Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik

mobil
Mobil Hybrid

Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif

Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV

mobil
iCar Mod fest

Uniknya Modifikasi V23 dan V27 di iCar Mod Fest 2026

iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan

mobil
Leapmotor

Komitmen Leapmotor Penuhi TKDN 60 Persen, Potensi Harga Naik

Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia