Isu Kenaikan Tarif Parkir di Jakarta, Dishub Sebut Masih Usulan
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Tarif parkir di pinggir jalan akan naik agar masyarakat memilih masuk ke gedung yang sudah disediakan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tarif parkir di pinggir jalan akan naik dengan besaran yang masih dibahas oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini untuk mengurangi minat masyarakat menempatkan kendaraannya di luar gedung.
Tundjung Iswandaru, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengatakan bahwa parkir tepi jalan menjadi salah satu pendulang pendapatan asli daerah (PAD) tapi tetap mempertimbangkan kelancaran lalu lintas.
“Dampak pada PAD memang baik tapi dari segi kelancaran lalu lintas harus dipertimbangkan lagi karena tidak semua parkir akan memberikan efek positif,” ungkap Tundjung.
Dilansir dari Antara saat ini tarif parkir tepi jalan mencapai Rp5.000. Jumlah tersebut dinilai masih terlalu rendah sehingga banyak pengendara enggan ke gedung yang sudah disediakan.
“Tarif pinggir jalan itu harusnya jangan Rp5.000 tapi Rp7.000 supaya orang kalau mau murah ke gedung,” ujar dia.
Pihaknya juga berencana menerapkan Transport Demand Management (TDM) di beberapa lokasi. Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan kendaraan pribadi sekaligus mencegah kemacetan dengan membatasi parkir di tepi jalan.
“Misal parkir di jalan Tunjungan. Kalau mau murah bisa di gedung Siola tapi bila di luar maka tarifnya mahal sehingga mereka cuma sebentar dan tidak menimbulkan macet," ujar dia.
Saat ini terdapat sebanyak 1.200 titik parkir tepi jalan di beberapa wilayah Kota Surabaya. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya ketika pandemi Covid-19 yakni sebanyak 700 titik lokasi.
Berdasarkan hasil survei Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan oleh INRIX, Surabaya menjadi kota termacet di Indonesia. Sementara di posisi kedua ada Jakarta disusul Denpasar, Malang dan Bogor.
Penilaian diukur dari hours lost in conestion atau waktu hilang selama perjalanan. Tercatat di kota Pahlawan pengendara membuang 62 jam setahun.
Surabaya juga masuk ke 50 besar kota termacet di dunia dengan menduduk peringkat 41. Catatan tersebut tentunya sangat disayangkan karena pada 2020 peringkatnya hanya 361.
Hasil survei tentu harus menjadi catatan agar kemacetan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 September 2025, 08:00 WIB
04 Juli 2025, 18:00 WIB
13 Juni 2025, 20:00 WIB
11 Juni 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez