Skema Buka Tutup Tol MBZ Dilakukan Saat Mudik Lebaran

Skema buka tutup tol MBZ digelar saat arus mudik Lebaran untuk menghindari terjadinya kepadatan di lokasi tersebut

Skema Buka Tutup Tol MBZ Dilakukan Saat Mudik Lebaran

TRENOTO – Beragam rekayasa lalu lintas tengah disiapkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk mengurangi kepadatan saat arus mudik mendatang. Salah satunya perhatian adalah jalan tol layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang selama ini menjadi andalan mobil kecil menghindari kemacetan.

Diperkirakan akan terjadi penumpukan kendaraan sehingga kemungkinan skema buka tutup tol MBZ dilakukan saat arus mudik dan balik Lebaran. Hal ini disampaikan Yoga Tri Anggoro, Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operator.

Ia mengatakan bahwa dibuka tutupnya tol MBZ akan berdasarkan diskresi kepolisian. Kepadatan di jalur tersebut menjadi perhatian tinggi karena tidak ada tempat istirahat.

Photo : Jasa Marga

“Tol MBZ akan bergabung dengan Jakarta - Cikampek eksisting di KM 48. Bila terjadi antrean di KM 48 sampai 2 - 3 km maka tiga akses masuk di Cikunir menuju tol layang ditutup dan dialihkan ke Jakarta - Cikampek eksisting di bawah,” kata Yoga.

Selain itu penutupan tol MBZ juga dilakukan bila terjadi kecelakaan beruntun yang berisiko menyebabkan kepadatan. Oleh karenanya ia meminta para pengendara untuk berkendara aman dengan menjaga jarak.

Baca juga : Polri Siapkan Skema One Way Tol Trans Jawa selama Mudik 

“Kami tidak mau hal ini terjadi dan menyebabkan kepadatan kendaraan di tol layang serta menghambat perjalanan,” ujarnya.

Kemacetan di tol MBZ memang sangat riskan, karena tidak ada rest area dan jalur keluar. Oleh sebab itu Jasa Marga mengimbau pada pemudik agar menyiapkan bekal mulai dari BBM hingga makanan serta minuman guna mengantisipasi situasi darurat.

“Kami sudah menyiapkan mitigasi-mitigasi di tol MBZ dengan menyiapkan armada roda dua untuk membawa BBM atau penanganan-penanganan cepat,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa Jasa Marga telah menyiapkan bingkisan berisi makanan kecil serta minuman untuk membantu pengguna jalan yang mengalami kemacetan di tol MBZ.

Photo : Jasa Marga

“Setidaknya itu bisa membantu pengguna tol saat berbuka puasa ketika terjadi kepadatan di MBZ. Goodie bag ini juga disiapkan bagi pemudik yang mengalami gangguan perjalanan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa one way serta contraflow di tol. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran arus kendaraan yang hendak mudik ke arah Jawa Tengah dan sekitarnya.


Terkini

mobil
Penjualan Honda

Penjualan Honda 2025 Turun Hingga 30 Persen, Ini Penyebabnya

Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif

mobil
Hyundai

Hyundai Siap Sukseskan Kompetisi ASEAN Cup, Ada Timnas Indonesia

Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang

otosport
Aprilia

Aprilia Perlihatkan Motor Baru Jorge Martin dan Marco Bezzecchi

Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin

mobil
All-Terrain Circuit Experience BYD

All Train Circuit BYD, Tempat Unjuk Kebolehan NEV

BYD punya sirkuit all-terrain dengan fasilitas lengkap sebagai tempat pengetesan dan pamer ketangguhan New Energy Vehicle atau NEV

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung saat Libur Isra Miraj

Meski ada libur nasional Isra Miraj hari ini, SIM keliling Bandung hadir guna memenuhi kebutuhan pengedara

mobil
MotoGP

Penjelasan Aturan Restart Motor di MotoGP, Berlaku Tahun Ini

FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP

otosport
MotoGP 2027

Kata Rossi Soal Peraturan MotoGP 2027, Tetap Andalkan Ducati

Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan

mobil
Mobil Listrik

Insiden Mobil Listrik Terbakar saat Diparkir, Ini Analisanya

Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia