Tips Berkendara Saat Cuaca Buruk Pada Libur Natal dan Tahun Baru
24 Desember 2025, 08:00 WIB
TrenOto coba memberi tips aman berkendara motor saat badai pagi para pengendara di Jabodetabek agar terhindar dari bahaya
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Erma Yulihastin, peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) memberi peringatakan kepada warga Jakarta serta sekitar untuk mewaspadai badai dahsyat pada Rabu (28/12). Hal itu disampaikan melalui akun Twitter pribadinya.
Ia menuturkan badai besar di Ibu Kota berasal dari laut dipindahkan ke darat melalui dua jalur, yakni dari barat melalui angin baratan membawa hujan dari laut (westerly burst), sedangkan dari utara melalui angin permukaan yang kuat (northerly, CENS).
Erni menilai pusat terjadinya cuaca buruk tersebut ada di Banten, Jakarta hingga Bekasi. Untuk itu dia meminta masyarakat lebih waspada.
“Siapa pun Anda tinggal di Jabodetabek khususnya Tangerang atau Banten agar bersiap dengan hujan ekstrem sama badai dahsyat pada 28 Desember 2022, serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari,” tulis Erni.
Di sisi lain BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menilai bukan badai akan terjadi melainkan hujan lebat. Mereka malah memperkirakan cuaca ekstrem melanda pada Jumat (30/12).
“Jadi prakiraan disampaikan over estimate. BMKG sampaikan hujan di atas 150 mm per hari pada tanggal 30 di Jawa Barat juga Jabodetabek,” ungkap Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto dalam video konferensi pers.
Terlepas dari badai atau hujan lebat yang terjadi, masyarakat harus tetap waspada. Terlebih untuk yang sering berkendara di jalan raya.
Sebab jika benar adanya maka banyak resiko di sekitar kita. Sebut saja seperti angin kencang, banjir dan lain-lain.
Berangkat dari itu, TrenOto coba memberi kalian tips berkendara aman saat badai. Ini agar bisa menjadi panduan bagi Anda semua.
Hal pertama yang harus diperhatikan terjadi badai maka secepat mungkin bisa mengurangi kecepatan. Kalian bisa membuat motor melaju 15-20 kilometer per jam.
Sebab jika hujan lebat melanda biasanya disertai angin. Praktis kita akan kesulitan memantau kondisi sekitar dan mengendalikan motor.
Hal ini juga bisa mengantisipasi terjadinya aquaplaning atau hydroplaning membuat ban slip. Jika terjadi maka anda bisa terjatuh ke jalan.
Menyalakan lampu saat hujan besar menjadi suatu kewajiban. Selain bisa menambah penerangan dapat sebagai penanda agar terlihat pengendara lain.
Langkah tersebut mampu mengurangi resiko terjadinya kecelakaan di jalan. Anda pun bisa pulang ke rumah dengan selamat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Desember 2025, 08:00 WIB
10 Desember 2025, 11:00 WIB
02 November 2025, 15:00 WIB
09 Desember 2024, 14:00 WIB
13 Juni 2024, 07:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara