Kepolisian Ungkap Masih Banyak Pemudik Belum Kembali ke Jakarta
26 Maret 2026, 15:00 WIB
Puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang sehingga diharapkan masyarakat menghindari tanggal tersebut
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan menyarankan pemudik untuk menghindari puncak arus balik dan kembali ke tempat kerjanya pada 26 hingga 29 April 2023. Menurutnya kepadatan lalu lintas di tanggal tersebut lebih landai dibanding hari lain.
Hal tersebut ia sampaikan saat memeriksa gerbang tol Tol Kalikangkung, Semarang Jawa Tengah (21/04). Lalu lintas yang lebih landai tentunya akan memberi kenyamanan kepada masyarakat dalam melakukan perjalanan.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi di dua gelombang, tanggal 24 dan 25 April, serta 30 April hingga 1 Mei,” ungkapnya.
Ia pun menambahkan bahwa pihaknya saat ini akan mengevaluasi jalannya arus mudik yang telah berlangsung beberapa hari. Menurutnya puncak kepatadan terjadi pada H-3 atau Rabu (19/04) kemudian mulai menurun hingga akhirnya kebijakan one way di jalan tol bisa dihentikan.
Brigjen Pol Dr. Aan Suhanan, Dirgakkum Korlantas Polri mengatakan bahwa ada sekitar 16.000 kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Cikampek dan Cipularang. Jumlah tersebut meningkat 20 persen bila dibandingkan puncak arus mudik tahun lalu.
“Kalau kita bandingkan tahun lalu ada kenaikan sekitar 20 persen. Tahun lalu di puncak arus itu 135.000 lebih, sedangkan tahun ini sudah melampaui 163.000 kendaraan keluar Jakarta,” ungkapnya.
Meski puncak arus mudik sudah dilalui namun mereka menegaskan volume kendaraan masih cukup tinggi. Pasalnya masih ada sekitar 20 persen masyarakat yang belum melakukan perjalanan mudik dan baru akan berangkat pada 21 hingga 22 April 2023.
“Masih ada sekitar 200.000 kendaraan,” jelasnya.
Arus mudik 2023 menjadi perhatian banyak pihak karena jumlah masyarakat yang pulang ke kampung halamannya akan sangat berbeda dibanding tahun sebalumnya. Hal ini karena pemerintah sudah tidak lagi memberikan pembatasan mobilitas setelah menurunnya jumlah penderita Covid-19.
Tak tanggung-tanggung, diperkirakan kepadatan lalu lintas meningkat dari sebelumnya hanya sekitar 88 juta jiwa menjadi 123.8 juta orang. Tak mengherankan bila pemerintah pun melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas berupa one way, contraflow di sejumlah ruas jalan tol.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 15:00 WIB
19 Maret 2026, 13:17 WIB
18 Maret 2026, 09:01 WIB
15 Maret 2026, 09:13 WIB
13 Maret 2026, 21:00 WIB
Terkini
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya
31 Maret 2026, 06:03 WIB
MCD Pasir Koja menjadi salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini melayani pengendara
31 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 31 Maret menjadi yang terakhir di bulan ini dengan pengawasan ketat dari kepolisian
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Masanao Kataoka ditunjuk untuk menjabat sebagai President Director Honda Prospect Motor yang baru saat ini