Potensi Pendapatan ERP Capai Rp60 Miliar Per Hari

Potensi pendapatan ERP capai Rp60 miliar per hari sehingga harus dilakukan pengawasan secara ketat dari beragam pihak

Potensi Pendapatan ERP Capai Rp60 Miliar Per Hari
Adi Hidayat

TRENOTO – Penerapan jalan berbayar elektronik (Electronic Road Pricing/ERP) di Jakarta masih meraih sorotan banyak pihak. Salah satunya adalah potensi pendapatan ERP capai Rp60 miliar per hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Ismail, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa dalam satu kali perjalanan pendapatkan dari ERP bisa mencapai Rp30 miliar.

"Kami dapat informasi, tidak kurang per hari sekitar Rp30 miliar-Rp60 miliar dana yang masuk. Satu perjalanan itu Rp30 miliar berarti dua kali (pulang dan pergi) sekitar Rp60 miliar," ujar Ismail di Jakarta.

Photo : @TMCPoldaMetro

Dia menilai jumlah pemasukan yang bakal menjadi pendapatan daerah DKI Jakarta itu tidaklah sedikit. Karena itu, penggunaan uang masuk itu harus ditangani dengan baik.

"Itu kan angka yang tidak sedikit maka harus ditangani dan diterapkan secara baik," kata dia.

Karena pemasukan yang tergolong besar, Ismail mengatakan akan melakukan konfirmasi lanjutan kepada Dishub DKI Jakarta terkait usulan nilai tarif layanan ERP sebesar Rp5.000-Rp19.000.

Baca juga : Tarif ERP di Jakarta Diusulkan Paling Mahal Rp19 Ribu

Tak hanya itu, Ia juga menyarankan ???????agar penerapan kebijakan tersebut diuji coba terlebih dahulu di tiga ruas jalan. Pasalnya bila langsung dilakukan di 25 lokasi akan membebani masyarakat.

“Harusnya diujicoba di ruas-ruas tertentu dulu. Sebab ide awal 2014 itu hanya di tiga lokasi seperti Kuningan Rasuna Said,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan kebijakan jalan berbayar elektronik. Dishub DKI Jakarta telah mengusulkan tarif berkisar Rp5.000 sampai Rp19.900 untuk sekali melintas.

Photo : @TMCPoldaMetro

ERP akan dilaksanakan di 25 ruas yang memenuhi kriteria. Setidaknya ada empat kriteria untuk sebuah kawasan bisa menerapkan kebijakan tersebut.

Kriteria Jalan Untuk Diterapkan ERP

  • Memiliki tingkat kepadatan atau perbandingan volume lalu lintas kendaraan bermotor yang cukup tinggi di jam sibuk.
  • Memiliki dua jalur dan masing-masing memiliki paling sedikit dua lajur.
  • Hanya dapat dilalui kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata kurang dari 30 km/jam pada jam sibuk.
  • Tersedia jaringan serta pelayanan angkutan umum dalam trayek sesuai standar pelayanan minimal dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terkini

mobil
Baterai Mobil Listrik

BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang

Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan

mobil
Wuling Aira ev

10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh

BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026

mobil
BYD

Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru

Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama

news
Asuransi Astra

70 Tahun Asuransi Astra, Evolusi Perlindungan di Era Digital

Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga

mobil
GIIAS Makassar 2026

GIIAS Makassar 2026 Siap Digelar, Empat Merek Hadir Perdana

Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen

mobil
BYD

BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan

Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia

mobil
Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator, SUV 7 Seater Teman Berbagai Aktivitas

Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan

motor
Skutik premium

Opsi Handgrip Skutik Premium yang Bisa Bikin Tampil Beda

Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih