1 Dekade Otospector, Luncurkan Bursa Mobil Online
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Ada beberapa kondisi yang bisa membuat harga mobil bekas naik sehingga bisa lebih menguntungkan penjual
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Biasanya kendaraan selalu mengalami depresiasi seiring bertambahnya usia dan pemakaian. Tetapi ternyata ada beberapa situasi dimana harga mobil bekas naik.
Hal ini disampaikan Vendri Iskar, Caroline Purchase Head beberapa waktu lalu. Menurutnya ada beberapa faktor yang memungkinkan situasi tersebut terjadi.
“Sebenarnya harga unit bekas juga dipengaruhi oleh model barunya. Bila mobil diluncurkan dengan peningkatan harga dan inden lama maka harga unit bekasnya pun akan ikut terkeret naik,” ungkap Vendri (12/07).
“Selain itu Honda HR-V juga sempat stoknya susah sehingga ada yang menjualnya dengan harga lebih tinggi. Tetapi situasi tersebut tak sering karena begitu stoknya mulai banyak harganya pun langsung anjlok,” tambahnya.
Tak hanya itu, mobil hobi juga berpotensi mengalami peningkatan harga meski statusnya sudah berubah menjadi bekas. Tetapi pasarnya terbilang sangat tipis serta sangat ditentukan oleh momen penting.
“Ketika pandemi Covid-19, harga campervan serta mobil untuk dimodifikasi itu harganya naik drastis. Ini lebih ke gaya hidup dan segmennya pun tertentu,” tambahnya.
Kenaikan harga mobil bekas yang paling umum terjadi adalah saat menyambut Lebaran. Menurutnya momen tersebut paling mudah dibaca karena selalu terjadi.
“Selanjutnya adalah musiman yaitu menjelang Lebaran. Di momen tersebut permintaan pasti meningkat dan harga juga akan naik,” tegasnya.
Tetapi harganya waktunya terbatas yaitu 2 bulan sebelum Lebaran dan setelah itu harga akan mengalami penurunan.
“Bahkan seminggu sebelum hingga sebulan setelah Lebaran harganya kurang bagus untuk menjual,” tambahnya.
Namun ia mengingatkan bahwa harga jual kendaraan bekas dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kondisi, dokumen hingga jaminan pedagang.
“Kalau kondisi kendaraannya bagus, bukan bekas tabrak atau banjir serta memiliki service record tentu harganya tinggi. Tetapi jika yang terjadi adalah sebaliknya maka nilainya pun tetap akan jatuh,” pungkas Vendri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Mei 2026, 17:00 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
11 April 2026, 13:00 WIB
11 April 2026, 07:00 WIB
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry