Permintaan Mobil Bekas Diprediksi Meroket Jelang Lebaran 2026
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Ada beberapa kondisi yang bisa membuat harga mobil bekas naik sehingga bisa lebih menguntungkan penjual
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Biasanya kendaraan selalu mengalami depresiasi seiring bertambahnya usia dan pemakaian. Tetapi ternyata ada beberapa situasi dimana harga mobil bekas naik.
Hal ini disampaikan Vendri Iskar, Caroline Purchase Head beberapa waktu lalu. Menurutnya ada beberapa faktor yang memungkinkan situasi tersebut terjadi.
“Sebenarnya harga unit bekas juga dipengaruhi oleh model barunya. Bila mobil diluncurkan dengan peningkatan harga dan inden lama maka harga unit bekasnya pun akan ikut terkeret naik,” ungkap Vendri (12/07).
“Selain itu Honda HR-V juga sempat stoknya susah sehingga ada yang menjualnya dengan harga lebih tinggi. Tetapi situasi tersebut tak sering karena begitu stoknya mulai banyak harganya pun langsung anjlok,” tambahnya.
Tak hanya itu, mobil hobi juga berpotensi mengalami peningkatan harga meski statusnya sudah berubah menjadi bekas. Tetapi pasarnya terbilang sangat tipis serta sangat ditentukan oleh momen penting.
“Ketika pandemi Covid-19, harga campervan serta mobil untuk dimodifikasi itu harganya naik drastis. Ini lebih ke gaya hidup dan segmennya pun tertentu,” tambahnya.
Kenaikan harga mobil bekas yang paling umum terjadi adalah saat menyambut Lebaran. Menurutnya momen tersebut paling mudah dibaca karena selalu terjadi.
“Selanjutnya adalah musiman yaitu menjelang Lebaran. Di momen tersebut permintaan pasti meningkat dan harga juga akan naik,” tegasnya.
Tetapi harganya waktunya terbatas yaitu 2 bulan sebelum Lebaran dan setelah itu harga akan mengalami penurunan.
“Bahkan seminggu sebelum hingga sebulan setelah Lebaran harganya kurang bagus untuk menjual,” tambahnya.
Namun ia mengingatkan bahwa harga jual kendaraan bekas dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kondisi, dokumen hingga jaminan pedagang.
“Kalau kondisi kendaraannya bagus, bukan bekas tabrak atau banjir serta memiliki service record tentu harganya tinggi. Tetapi jika yang terjadi adalah sebaliknya maka nilainya pun tetap akan jatuh,” pungkas Vendri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Maret 2026, 11:00 WIB
06 Maret 2026, 22:00 WIB
26 Januari 2026, 08:00 WIB
22 Januari 2026, 13:00 WIB
18 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
08 April 2026, 11:00 WIB
Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota
08 April 2026, 09:00 WIB
Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan
08 April 2026, 07:00 WIB
Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari
08 April 2026, 06:00 WIB
GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta
07 April 2026, 16:41 WIB
Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG
07 April 2026, 15:00 WIB
Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap
07 April 2026, 15:00 WIB
Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia
07 April 2026, 13:00 WIB
Sean Gelael diklaim bakal turun gunung buat meramaikan ajang GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika