Mazda Luncurkan Oli Baru di GIIAS 2026, Catat Keunggulannya
08 Agustus 2026, 19:00 WIB
Teknologi M Hybrid Boost Mazda CX-60 dihadirkan guna meningkatkan kesenangan berkendara bagi para pengguna
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Sebagai model termahal, tak mengherankan bila Mazda CX-60 memiliki sejumlah teknologi terkini guna menambah kesenangan berkendara. Salah satunya adalah teknologi M Hybrid Boost yang baru disematkan pada mobil tersebut.
Glen Reinner, Dealer & Product Marketing Assistant mengatakan bahwa M Hybrid Boost sebenarnya adalah teknologi Mild Hybrid. Beberapa komponen pun sudah disematkan guna memberikan pengalaman mengemudi yang menyenangkan.
“Teknologinya terdiri dari beberapa komponen yaitu baterai Lithium-ion 48 volt yang diletakkan di sekitar jok penumpang depan. Kemudian ada motor listrik di antara mesin dan transmisi, ini disebut Integrated Starter Generator,” ungkap Glen di Semarang (16/10).
Ia pun mengatakan bahwa baterai tersebut berguna untuk menyimpan daya yang terbuang saat kendaraan deselerasi. Tenaga itu akan digunakan ISG membantu mesin saat beban kerja sangat berat.
“Kapan mesin bekerja paling berat? Ketika mobil bergerak dari diam atau saat pertama kali dinyalakan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, M Hybrid Boost Mazda CX-60 juga bekerja saat mobil sedang berakselerasi sehingga kecepatan yang diinginkan pengemudi dapat tercapai dengan mudah.
“M Hybrid Boost juga berfungsi untuk memberi tambahan tenaga ketika pengemudi melakukan kick down atau saat melintas di jalan menanjak. Jadi teknologi ini akan terus bekerja guna memberi performa optimal,” tambahnya kemudian.
Tak hanya memiliki teknologi M Hybrid Boost, Mazda CX-60 juga memiliki fitur i-Stop lebih advanced. Perlu diketahui bahwa fungsi utamanya adalah mematikan mesin saat mobil sedang berhenti sementara seperti ketika di lampu merah.
Untuk menyalakannya lagi, pengemudi cukup menekan pedal gas. Tujuan dari fitur tersebut adalah meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
“Tapi di Mazda CX-60 i-Stop lebih modern karena mesin bisa mati saat mobil masih berjalan tapi syaratnya beban kerja sedang ringan. Dengan demikian konsumsi bahan bakar bisa semakin efisien,” tegasnya.
Ia mengatakan situasi tersebut umumnya terjadi saat mobil deselerasi atau menuncur di turunan. Ketika pedal gas dilepas maka mesin akan mati seketika.
“Terlihat dari jarum RPM menunjukkan angka nol. Tapi ketika pedal gas diinjak maka mesin kembali menyala,” tegasnya kemudian.
Penentu berat tidaknya beban kerja sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Sehingga untuk mendapatkannya bisa menjadi sangat sulit.
“Misal kondisi jalan menurun tetapi AC menyala dengan kekuatan penuh sementara suhu di luar sangat panas. Komputer akan membaca suhu di dalam kabin masih harus diturunkan sehingga mesin harus bekerja ekstra,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 19:00 WIB
05 Agustus 2026, 07:00 WIB
04 Agustus 2026, 08:00 WIB
03 Agustus 2026, 07:00 WIB
29 Juli 2026, 18:10 WIB
Terkini
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang