Penjualan Mazda Januari-November 2025, Pertahankan Stabilitas
18 Desember 2025, 11:00 WIB
Teknologi M Hybrid Boost Mazda CX-60 dihadirkan guna meningkatkan kesenangan berkendara bagi para pengguna
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Sebagai model termahal, tak mengherankan bila Mazda CX-60 memiliki sejumlah teknologi terkini guna menambah kesenangan berkendara. Salah satunya adalah teknologi M Hybrid Boost yang baru disematkan pada mobil tersebut.
Glen Reinner, Dealer & Product Marketing Assistant mengatakan bahwa M Hybrid Boost sebenarnya adalah teknologi Mild Hybrid. Beberapa komponen pun sudah disematkan guna memberikan pengalaman mengemudi yang menyenangkan.
“Teknologinya terdiri dari beberapa komponen yaitu baterai Lithium-ion 48 volt yang diletakkan di sekitar jok penumpang depan. Kemudian ada motor listrik di antara mesin dan transmisi, ini disebut Integrated Starter Generator,” ungkap Glen di Semarang (16/10).
Ia pun mengatakan bahwa baterai tersebut berguna untuk menyimpan daya yang terbuang saat kendaraan deselerasi. Tenaga itu akan digunakan ISG membantu mesin saat beban kerja sangat berat.
“Kapan mesin bekerja paling berat? Ketika mobil bergerak dari diam atau saat pertama kali dinyalakan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, M Hybrid Boost Mazda CX-60 juga bekerja saat mobil sedang berakselerasi sehingga kecepatan yang diinginkan pengemudi dapat tercapai dengan mudah.
“M Hybrid Boost juga berfungsi untuk memberi tambahan tenaga ketika pengemudi melakukan kick down atau saat melintas di jalan menanjak. Jadi teknologi ini akan terus bekerja guna memberi performa optimal,” tambahnya kemudian.
Tak hanya memiliki teknologi M Hybrid Boost, Mazda CX-60 juga memiliki fitur i-Stop lebih advanced. Perlu diketahui bahwa fungsi utamanya adalah mematikan mesin saat mobil sedang berhenti sementara seperti ketika di lampu merah.
Untuk menyalakannya lagi, pengemudi cukup menekan pedal gas. Tujuan dari fitur tersebut adalah meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
“Tapi di Mazda CX-60 i-Stop lebih modern karena mesin bisa mati saat mobil masih berjalan tapi syaratnya beban kerja sedang ringan. Dengan demikian konsumsi bahan bakar bisa semakin efisien,” tegasnya.
Ia mengatakan situasi tersebut umumnya terjadi saat mobil deselerasi atau menuncur di turunan. Ketika pedal gas dilepas maka mesin akan mati seketika.
“Terlihat dari jarum RPM menunjukkan angka nol. Tapi ketika pedal gas diinjak maka mesin kembali menyala,” tegasnya kemudian.
Penentu berat tidaknya beban kerja sepenuhnya dilakukan oleh komputer. Sehingga untuk mendapatkannya bisa menjadi sangat sulit.
“Misal kondisi jalan menurun tetapi AC menyala dengan kekuatan penuh sementara suhu di luar sangat panas. Komputer akan membaca suhu di dalam kabin masih harus diturunkan sehingga mesin harus bekerja ekstra,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Desember 2025, 11:00 WIB
11 Desember 2025, 21:30 WIB
24 November 2025, 21:00 WIB
24 November 2025, 18:37 WIB
20 Oktober 2025, 14:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya