Lampung Akhirnya Fokus Perbaiki Jalan Setelah Dapat Jatah APBN

Pemerintah provinsi Lampung akhirnya fokus perbaiki jalan setelah Presiden Joko Widodo datang dan membantu melalui APBN

Lampung Akhirnya Fokus Perbaiki Jalan Setelah Dapat Jatah APBN
Adi Hidayat

TRENOTO – Setelah didatangi oleh Presiden Joko Widodo, pemerintah provinsi Lampung akhirnya fokus perbaiki jalan yang rusak. Perbaikan jalan akan dilakukan pemerintah pusat bersama daerah seperti instruksi kepala negara.

Hal ini disampaikan oleh Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung Arinal. Kolaborasi akan dilakukan khususnya untuk jalan yang mengalami kerusakan berat.

"Setelah kunjungan Presiden ada evaluasi mengenai infrastruktur dan instruksi pada Kementerian PUPR membantu melakukan perbaikan. Dana yang diberikan melalui APBN senilai Rp800 miliar dan sisanya dibantu oleh provinsi sebanyak Rp750 miliar untuk perbaikan di 15 ruas,” ungkapnya.

Photo : @jokowi

Dia menjelaskan dalam sistem kerja perbaikan ruas jalan akan dilakukan pembagian pengerjaan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

“Nanti akan dibagi di Jalan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah dengan panjang 24 km. 7 km akan kami bangun sedangkan 17 km lainnya dikerjakan pusat dan kolaborasi ini berlaku juga di 14 ruas jalan lainnya,” ucapnya.

Baca juga : Mobil Jokowi Menyerah Diajak Lintasi Jalan di Lampung

Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah pusat telah mengambil alih pengerjaan berbagai jalan rusak di Lampung. Hal disampaikan provinsi Jokowi setelah merasakan langsung kondisi infrastruktur di sana.

“Pembangunan infrastruktur jalan itu penting untuk mendukung arus barang dan orang. Jika kondisi keuangan pemerintah daerah tak mampu memperbaiki jalan rusak, maka akan diambil alih Kementerian PUPR untuk perbaikannya," tegas Jokowi.

Photo : TrenOto

Berikut adalah ruas jalan di Lampung yang ditangani oleh APBN dengan total anggaran Rp800 miliar

  • Jalan Simpang Korpri-Purwotani dengan pagu Rp69.2 miliar
  • Jalan Wates-Batas Tanggamus Rp37.7 miliar
  • Jalan Perbatasan Kluwih-Jatiringin-Sidoharjo-Umbar Rp41.5 miliar
  • Jalan Tanjung Rusia Timur-Selapan Rp28 miliar
  • Jalan Bangun Negara-Cukuh Senuman Rp21.4 miliar
  • Jalan Keramat Teluk-Sri Widodo Rp37.7 miliar
  • Jalan Pagar Dewa-Lumbok Rp44 miliar
  • Jalan Negeri Baru-Simpang Tiga Rp33 miliar.
  • Jalan Daya Sakti-Makarti Rp16.9 miliar
  • Jalan Simpang Segitiga Emas-Muara Tenang-Margo Jadi Rp73.5 miliar
  • Jalan Ekamulya Wonosari-KTM Rp55.7 miliar
  • Jalan Bogolama Pasar Balang Rp41.8 miliar
  • Jalan Labuhan Maringgai-Marga Sari Rp36.1 miliar
  • Simpang Randu-Seputih Surabaya Rp72.3 miliar
  • Kota Gajah-Simpang Randu Rp191.2 miliar.

Terkini

news
Mitsubishi Fuso Canter

Mitsubishi Fuso Kebagian Proyek Koperasi Desa Merah Putih

Agrinas Pangan Nusantara memberikan kesempatan bagi Mitsubishi Fuso Canter jadi armada Koperasi Merah Putih

otosport
MotoGP

MotoGP Bakal Atur Gaji Minimal Pembalap Musim 2027

MotoGP SEG yang dulu dikenal Dorna tengah menyiapkan aturan terbaru untuk meminimalisir gap gaji pembalap

mobil
Harga Mobil LCGC

Harga Mobil LCGC di Februari 2026, Daihatsu Ayla dan Sigra Turun

Beberapa harga mobil LCGC terpantau terkoreksi, bisa menjadi opsi buat Anda saat musim mudik Lebaran 2026

mobil
Impor pikap

Impor Pikap dari India Tetap Dijalankan, KPK Pantau Prosesnya

KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi

otopedia
SIM Internasional

Syarat Pembuatan SIM Internasional Akhir Februari 2026

Pembuatan SIM Internasional pada akhir Februari 2026 masih belum mengalami perubahan bila dibanding sebelumnya

mobil
GAC Aion UT

GAC Indonesia Raih 2.095 SPK di IIMS 2026 Setelah Banting Harga

GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga

mobil
Pikap

Gaikindo Ungkap Alasan Minimnya Opsi Pikap 4x4 di Indonesia

PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI

mobil
Harga Pikap

Harga Pikap di RI Dinilai Mahal, Ini Respons Gaikindo

Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga