Perang Iran Buat Ekspor Mobil Cina Melonjak, EV Jadi Pilihan
13 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan work from home atau WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ini menjadi langkah preventif yang diambil pemerintah guna beradaptasi menghadapi dinamika global.
“Penerapan work from home bagi ASN, apalagi di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/03).
Dalam keputusan itu juga disebutkan, WFH berlaku setiap Jumat karena beban kerja di hari tersebut cenderung lebih sedikit dibandingkan hari lain.
WFH satu hari setiap minggu diklaim memiliki total potensi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 6,2 triliun yang berasal dari kompensasi BBM.
Lalu total potensi penghematan konsumsi BBM masyarakat diyakini dapat tembus Rp 59 triliun.
Di samping itu ada pembatasan penggunaan kendaraan dinas untuk menambah efisiensi mobilitas, kecuali buat operasional atau kendaraan listrik.
Kemudian perjalanan dinas dalam negeri dikurangi 50 persen, sementara luar negeri sampai 70 persen.
“Jadi mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik,” tegas Airlangga.
Lebih lanjut dijelaskan tetap ada beberapa sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH seperti layanan publik, transportasi, logistik serta pendidikan.
Terlepas dari kebijakan tersebut, PT Pertamina (Persero) tegaskan tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi maupun non subsidi, sesuai dengan arahan pemerintah.
Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying, seperti terjadi belakangan ini.
“Pertamina siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global,” tegas Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, dikutip dari Antara.
Fenomena panic buying di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terjadi imbas munculnya isu kelangkaan dan kenaikan harga bensin.
Namun para penggunaan kendaraan bermotor diharapkan dapat membantu menjaga konsumsi bahan bakar yang wajar agar distribusinya tetap lancar.
Sebagai informasi, sebelumnya isu harga BBM Pertamina naik pesat telah beredar di sejumlah platform media sosial.
Pihak Pertamina mengimbau agar konsumen tak terpengaruh informasi-informasi serupa yang tidak dapat dikonfirmasi dulu kebenarannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri