Honda Super One Diduga Terdaftar di RI, Nilai Jualnya Rp 257 Juta
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Kondisi garasi harus dijaga dari barang mudah terbakar untuk menjaga keamanan saat melakukan pengisian daya EV
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mobil listrik terbakar di Jakarta Utara menjadi pengingat buat konsumen EV agar lebih berhati-hati saat melakukan pengisian daya. Pasalnya dalam kondisi tersebut, segala hal bisa terjadi.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga api diduga berasal dari pengisian daya mobil listrik. Lalu terjadi fenomena listrik hingga menyebabkan ledakan
Api pun mengenai minyak cat yang digunakan membuat aksesoris vas bunga sehingga langsung membesar. Petugas pun butuh waktu sekitar 10 jam untuk bisa memadamkannya.
Menurut Sonny Susmana, Senior Trainer Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kebanyakan orang punya kebiasaan tidak menjaga kondisi garasi. Beragam bahan mudah terbakar yang sebenarnya berbahaya khususnya saat pengisian daya EV diletakkan begitu saja.
Oleh sebab itu ia pun menyarankan masyarakat menjaga kondisi garasi agar jauh dari barang-barang mudah terbakar.
“Selain itu kalau memang sedang mengisi daya kendaraan, sebaiknya tetap dalam pengawasan. Sebisa mungkin jangan ditinggal sehingga bila terjadi situasi berbahaya, bisa segera diatasi,” tambahnya kemudian.
Sementara itu Abdul Rahman Elly, Founder & CEO Voltron Indonesia mengungkap bahwa kebakaran tersebut belum tentu disebabkan oleh baterai mobil listrik. Ia justru melihat adanya potensi kesalahan pada charger EV.
Menurutnya banyak perusahaan belum paham pentingnya keselamatan dalam memasang charger EV. Sehingga baik pemasangan maupun komponen yang digunakan tidak sesuai standar.
“Ada kemungkinkan masalah pada instalasi wall charger, bukan baterai mobil listrik. Bisa dari Miniature Circuit Breaker (MCB) di bawah standar sehingga overheat,” ungkapnya.
Padahal MCB merupakan komponen penting untuk memutus aliran listrik saat terjadi beban berlebih atau korsleting. Bila alat tidak bekerja optimal maka keselamatan pun menjadi taruhannya.
“Jadi belum tentu baterai EV yang menjadi masalah utamanya,” tambahnya kemudian.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 18:00 WIB
03 Maret 2026, 17:00 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
04 Maret 2026, 11:00 WIB
Haka Auto menilai bahwa insentif sudah bukan sesuatu yang dibutuhkan untuk mengembangkan pasar Ev di Tanah Air
04 Maret 2026, 10:00 WIB
Honda City Hatchback sudah tak disuplai ke diler-diler, PT HPM sebut mulai ada perubahan minat konsumen
04 Maret 2026, 08:06 WIB
Kemudahaan ini diharapkan bisa mendorong ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif