Yamaha Sebut Peredaran Oli Palsu di RI Sentuh Angka 30 Persen
18 Desember 2025, 17:07 WIB
Masih banyaknya ditemukan kasus pemalsuan pelumas, begini cara mendeteksi oli palsu agar tidak tertipu
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Oli mesin bertugas untuk melindungi mesin dari gesekan. Menggunakan pelumas yang baik dan sesuai rekomendasi pabrikan membuat performa mesin tetap terjaga optimal.
Belakangan muncul fenomena oli palsu kian marak. Tentunya dalam hal ini konsumen yang mengalami kerugian.
Pelumas palsu bisa merusak mesin secara perlahan-lahan. Hal tersebut dikarenakan produknya dibuat tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
Disarankan saat hendak mengganti oli dilakukan di bengkel resmi. Apabila konsumen ingin melakukan penggantian sendiri di rumah, wajib membaca buku manual kendaraan sebagai acuan.
Lebih jauh sebelum membeli konsumen harus memahami cara mendeteksi oli palsu agar tidak tertipu. Seperti dijelaskan di atas, membeli oli palsu dapat merugikan pemilik kendaraan.
“Dampaknya akan jelas berpengaruh terhadap mesin. Perlu diketahui bahwa kandungan pada oli mesin itu kompleks,” kata Brahma Putra Mahayana, technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) dalam siaran persnya (16/11).
Lebih lanjut disebutkan bahwa pelumas resmi Pertamina misalnya. Produk-produk yang dipasarkan telah melalui proses menggunakan laboratorium sehingga terjamin kualitasnya.
Baca juga : 4 Cara Mudah Mendeteksi Oli Palsu yang Merusak Mesin
Adapun pelumas Pertamina ditunjang dengan sumber daya baik human capital, technology, khowledge, financial, production facility dan R&D nan andal. Lalu Pertamina Lubricants juga telah mengantungi lisensi dari API, ACEA dan JASO dari Orginal Engine Manufacturer (OEM).
Dikatakan bahwa oli mesin yang asli dipasarkan dengan harga standar nan berlaku. Sehingga apabila ditawarkan harga murah, maka bisa dipastikan bahwa palsu.
Lalu bagaimana cara membedakan oli palsu dan asli. Brahma menjelaskan cara untuk membedakan produk pelumas asli atau palsu.
“Paling gampang bisa dilihat pada batch number tutup botol atau leher botol. Base number itu dibuat pakai laser, pasti simetris, berurutan dan rapi. Yang palsu biasanya bolong, jenis dan ukuran font tidak sama, tidak rata dan simetris,” jelasnya.
Kemudian dikatakan jika pelumas Pertamina juga telah dilengkapi dengan QR-Code. Kode tersebut dipasangkan pada bodi kemasan di bagian tertentu dan tidak bisa dipalsukan.
“Kalau kami biasanya nomor QR-Code-nya random. Beda kalau palsu, biasanya cenderung sama karena hasil printing,” tuturnya kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Desember 2025, 17:07 WIB
09 Desember 2025, 13:00 WIB
18 November 2025, 13:00 WIB
13 November 2025, 20:00 WIB
17 Oktober 2025, 17:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia