Indonesia Masih Hadapi Tantangan Adopsi Motor Listrik
02 November 2026, 15:54 WIB
Selain APAR, pemilik mobil listrik disarankan untuk membawa pemecah kaca untuk hadapi kondisi darurat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Selama ini pemerintah telah mewajibkan kendaraan untuk membawa Alat Pemadam Api Ringan atau APAR untuk menghindari terjadinya kebakaran mobil. Namun hal tersebut ternyata dinilai kurang optimal untuk menyelamatkan nyawa.
Terlebih mobil listrik berpotensi terkunci secara otomatis saat terjadi insiden kebakaran. Hal tersebut akan menyulitkan penyelamatan khususnya bila ada orang di dalam kabin.
“Kendaraan listrik memang sangat sensitif untuk beberapa hal jadi penggunanya harus tahu langkah yang harus diambil saat kondisi darurat. Terlebih ketika ada insiden, maka mobil akan mati dan pintu tidak bisa terbuka,” ungkap ungkap Abdul Rozak Elly, CEO Voltron pada KatadataOTO (02/09)
Untuk menyematkan diri maka disarankan agar di dalam kabin disediakan palu pemecah kaca. Dengan demikian jiwa pengemudi maupun penumpang bisa segera diselamatkan.
“Pecahkan saja kaca kendaraan lalu keluar dari kabin. Jadi tidak perlu pusing bagaimana membuka pintu,” tambahnya.
Meski demikian Abdul Rozak menegaskan bahwa untuk membuat mobil listrik terbakar sebenarnya sangat sulit. Pasalnya harus ada pemicu utama agar terjadi hal tersebut seperti tumbukan atau pun konsleting.
“Beberapa waktu lalu malah ada mobil listrik yang kecelakaan hebat tetapi tidak terjadi kebakaran. Ini menunjukkan bahwa kebakaran pada Electric Vehicle sulit terjadi,” ungkapnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi kebakaran mobil listrik di Korea Selatan saat terparkir di basement. Api pun kemudian merambat ke kendaraan lain yang berada di sekitarnya.
Perlu waktu yang cukup lama untuk memadamkannya sehingga penghuni apartemen di atasnya pun harus diungsikan guna menghindari situasi terburuk.
Hebatnya insiden tersebut membuat pemerintah setempat melakukan revisi terhadap aturan kendaraan elektrifikasi. Salah satunya adalah mewajibkan para produsen kendaraan untuk menyampaikan merek baterai yang mereka gunakan.
Mereka juga akan melakukan sertifikasi baterai untuk memastikan bahwa kendaraan yang beredar memang sudah sesuai regulasi dair pemerintah. Sehingga diharapkan di masa depan tidak akan terjadi lagi kebakaran mobil listrik di Korea Selatan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 November 2026, 15:54 WIB
01 November 2026, 10:13 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang