Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pemilik bengkel spesialis jelaskan anggapan mobil manual lebih tangguh hadapi banjir dibandingkan mobil matic
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di daerah perkotaan, banyak orang mulai memilih menggunakan mobil transmisi otomatis karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah kepraktisan.
Meskipun begitu, pemilik mobil matic justru perlu lebih berhati-hati karena kendaraannya lebih rentan terhadap masalah. Misalnya ketika harus berhadapan dengan kondisi banjir.
Komponen transmisi pada mobil matic lebih rentan terhadap kendala apabila harus menerjang banjir, jika dibandingkan mobil manual.
“Mobil manual lebih tangguh dari matic saat melibas banjir, kalau untuk dampak terhadap transmisinya ya,” buka Hermas E. Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matic Worner Matic kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menjelaskan, transmisi pada mobil manual tidak dikendalikan oleh komputer ataupun secara elektrik. Jadi apabila terkena air, risiko kerusakannya tidak sebesar kendaraan transmisi otomatis.
Transmisi manual hanya bekerja secara mekanis. Sedangkan matic disebut punya sistem yang berbeda yaitu sistem hidrolis, elektrik dan komputer.
Tetapi bukan berarti mobil manual aman dari bahaya. Kalau dipaksakan menerjang banjir dengan tinggi melebihi batas wajar, maka ruang mesin bisa terkena air dan berujung terjadi masalah seperti water hammer.
“Bisa berpotensi rusak parah kalau sampai kena mesinnya,” kata dia.
Terlepas dari hal tersebut, dia menegaskan kedua transmisi memiliki keunggulannya masing-masing dan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemiliknya.
Pemilik kendaraan roda empat tetap perlu ekstra hati-hati ketika mau melewati area dengan genangan air tinggi atau banjir. Karena potensi kerusakan tidak hanya sebatas di komponen transmisi tetapi juga mesin.
“Transmisi manual lebih bandel di banjir, transmisi matic nyaman dikendarai. Jadi bukan untuk diperbandingkan sebenarnya, dua hal yang berbeda,” tegas dia.
Lebih lanjut dia menegaskan, bahkan mobil matic keluaran terbaru pun tidak luput dari peluang masalah itu. Lalu jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya juga bakal lebih mahal.
Bicara soal biaya, kisarannya adalah Rp 500 ribu sampai Rp 3 jutaan ke atas. Namun tarif tersebut bervariasi tergantung tahun produksi mobil serta tingkat kerusakannya.
Apabila gangguannya ringan biasanya pemilik cukup merogoh kocek Rp 500 ribuan. Lain halnya jika sampai harus dilakukan pembongkaran.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
BYD berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris secara retail sepanjang Juli 2026, Jaecoo kedua
18 Agustus 2026, 12:28 WIB
Motor matic murah bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian Anda
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
BYD Atto 1 dikabarkan mendapat pembaruan di sejumlah sektor mulai dari eksterior, interior sampai jantung pacu
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini menilai jadwal MotoGP yang ada sekarang sudah terlalu padat sehingga sulit bagi dia memulihkan fisiknya
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ada dispensasi perpanjangan di SIM keliling Jakarta bagi pemegang yang kartunya kedaluwarsa 17 Agustus 2026
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali aktif pada hari ini setelah libur panjang hari kemerdekaan Indonesia kemarin
18 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan masyarakat di Kota Kembang
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air