Daftar Merek Mobil Ekspor Terbesar 2025, Toyota Mendominasi
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Pemilik bengkel spesialis jelaskan anggapan mobil manual lebih tangguh hadapi banjir dibandingkan mobil matic
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di daerah perkotaan, banyak orang mulai memilih menggunakan mobil transmisi otomatis karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah kepraktisan.
Meskipun begitu, pemilik mobil matic justru perlu lebih berhati-hati karena kendaraannya lebih rentan terhadap masalah. Misalnya ketika harus berhadapan dengan kondisi banjir.
Komponen transmisi pada mobil matic lebih rentan terhadap kendala apabila harus menerjang banjir, jika dibandingkan mobil manual.
“Mobil manual lebih tangguh dari matic saat melibas banjir, kalau untuk dampak terhadap transmisinya ya,” buka Hermas E. Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matic Worner Matic kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menjelaskan, transmisi pada mobil manual tidak dikendalikan oleh komputer ataupun secara elektrik. Jadi apabila terkena air, risiko kerusakannya tidak sebesar kendaraan transmisi otomatis.
Transmisi manual hanya bekerja secara mekanis. Sedangkan matic disebut punya sistem yang berbeda yaitu sistem hidrolis, elektrik dan komputer.
Tetapi bukan berarti mobil manual aman dari bahaya. Kalau dipaksakan menerjang banjir dengan tinggi melebihi batas wajar, maka ruang mesin bisa terkena air dan berujung terjadi masalah seperti water hammer.
“Bisa berpotensi rusak parah kalau sampai kena mesinnya,” kata dia.
Terlepas dari hal tersebut, dia menegaskan kedua transmisi memiliki keunggulannya masing-masing dan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemiliknya.
Pemilik kendaraan roda empat tetap perlu ekstra hati-hati ketika mau melewati area dengan genangan air tinggi atau banjir. Karena potensi kerusakan tidak hanya sebatas di komponen transmisi tetapi juga mesin.
“Transmisi manual lebih bandel di banjir, transmisi matic nyaman dikendarai. Jadi bukan untuk diperbandingkan sebenarnya, dua hal yang berbeda,” tegas dia.
Lebih lanjut dia menegaskan, bahkan mobil matic keluaran terbaru pun tidak luput dari peluang masalah itu. Lalu jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya juga bakal lebih mahal.
Bicara soal biaya, kisarannya adalah Rp 500 ribu sampai Rp 3 jutaan ke atas. Namun tarif tersebut bervariasi tergantung tahun produksi mobil serta tingkat kerusakannya.
Apabila gangguannya ringan biasanya pemilik cukup merogoh kocek Rp 500 ribuan. Lain halnya jika sampai harus dilakukan pembongkaran.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 12:00 WIB
21 Januari 2026, 12:00 WIB
19 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 12:00 WIB
09 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota mendominasi pasar ekspor kendaraan dari Tanah Air dengan menguasai 35,3 persen dari total market
23 Januari 2026, 11:00 WIB
Chery menegaskan tetap ingin memiliki pabrik sendiri meski telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan manufaktur
23 Januari 2026, 10:00 WIB
Di tengah tantangan proses restrukturisasi, Neta memastikan tetap berkiprah dan melayani konsumen Indonesia
23 Januari 2026, 09:00 WIB
Yamaha memberi sinyal ingin terus memakai jasa Fabio Quartararo untuk berkompetisi dalam ajang MotoGP
23 Januari 2026, 08:17 WIB
Diler kedua Lepas di Indonesia resmi dibuka di Sunter sebagai bentuk komitmen jangka panjangnya di RI
23 Januari 2026, 08:08 WIB
Geely EX2 akan dipasarkan menjadi Rp 255 jutaan setelah periode promo berakhir pada 15 Februari mendatang
23 Januari 2026, 06:00 WIB
Warga kota Kembang bisa manfaatkan SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen berkendara sebelum akhir pekan
23 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa menjelang akhir pekan, masih tersedia di lima lokasi berbeda