BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Pemilik bengkel spesialis jelaskan anggapan mobil manual lebih tangguh hadapi banjir dibandingkan mobil matic
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di daerah perkotaan, banyak orang mulai memilih menggunakan mobil transmisi otomatis karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah kepraktisan.
Meskipun begitu, pemilik mobil matic justru perlu lebih berhati-hati karena kendaraannya lebih rentan terhadap masalah. Misalnya ketika harus berhadapan dengan kondisi banjir.
Komponen transmisi pada mobil matic lebih rentan terhadap kendala apabila harus menerjang banjir, jika dibandingkan mobil manual.
“Mobil manual lebih tangguh dari matic saat melibas banjir, kalau untuk dampak terhadap transmisinya ya,” buka Hermas E. Prabowo, pemilik bengkel spesialis transmisi matic Worner Matic kepada KatadataOTO belum lama ini.
Dia menjelaskan, transmisi pada mobil manual tidak dikendalikan oleh komputer ataupun secara elektrik. Jadi apabila terkena air, risiko kerusakannya tidak sebesar kendaraan transmisi otomatis.
Transmisi manual hanya bekerja secara mekanis. Sedangkan matic disebut punya sistem yang berbeda yaitu sistem hidrolis, elektrik dan komputer.
Tetapi bukan berarti mobil manual aman dari bahaya. Kalau dipaksakan menerjang banjir dengan tinggi melebihi batas wajar, maka ruang mesin bisa terkena air dan berujung terjadi masalah seperti water hammer.
“Bisa berpotensi rusak parah kalau sampai kena mesinnya,” kata dia.
Terlepas dari hal tersebut, dia menegaskan kedua transmisi memiliki keunggulannya masing-masing dan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemiliknya.
Pemilik kendaraan roda empat tetap perlu ekstra hati-hati ketika mau melewati area dengan genangan air tinggi atau banjir. Karena potensi kerusakan tidak hanya sebatas di komponen transmisi tetapi juga mesin.
“Transmisi manual lebih bandel di banjir, transmisi matic nyaman dikendarai. Jadi bukan untuk diperbandingkan sebenarnya, dua hal yang berbeda,” tegas dia.
Lebih lanjut dia menegaskan, bahkan mobil matic keluaran terbaru pun tidak luput dari peluang masalah itu. Lalu jika terjadi kerusakan, biaya perbaikannya juga bakal lebih mahal.
Bicara soal biaya, kisarannya adalah Rp 500 ribu sampai Rp 3 jutaan ke atas. Namun tarif tersebut bervariasi tergantung tahun produksi mobil serta tingkat kerusakannya.
Apabila gangguannya ringan biasanya pemilik cukup merogoh kocek Rp 500 ribuan. Lain halnya jika sampai harus dilakukan pembongkaran.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda