Penurunan Penjualan di Indonesia Dapat Perhatian Toyota Jepang

Toyota Motor Corporation memberi atensi lebih terhadap penjualan mereka di Indonesia yang turun signifikan

Penurunan Penjualan di Indonesia Dapat Perhatian Toyota Jepang
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Minggu, 01 Februari 2026 | 13:00 WIB

KatadataOTO – Penjualan Toyota di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada 2025. Berdasarkan data dari pabrikan, mereka hanya mampu melepas 260.446 unit (termasuk Lexus).

Angka ini turun 12,2 persen dibanding pencapaian di 2024. Ketika itu pabrikan berhasil menjual 296.546 unit.

Situasi ini pun mendapat perhatian khusus dari Toyota Motor Corporation selaku induk perusahaan. Mereka memberi catatan beberapa faktor yang menjadi penyebab turunnya angka penjualan.

Dalam keterangan disampaikan bahwa tantangan pasar yang dihadapi cukup besar. Mulai dari ketatnya aturan kredit hingga penambahan pajak kendaraan.

Krida Toyota
Photo: istimewa

Meski demikian, Indonesia masih menjadi salah satu pasar penting buat Toyota. Pasalnya mereka tetap menjadi pabrikan mobil terbesar di Tanah Air.

Bahkan penjualannya masih tertinggi ketiga di Asia. Toyota Indonesia hanya kalah dari Cina dan India.

Ada pun negeri Tirai Bambu menjadi negara dengan penjualan terbesar di Asia berkat market sebesar 3,28 juta unit. Angka ini tumbuh 2,2 persen dibanding 2024 yang hanya 3,21 juta unit.

Tingginya angka penjualan tersebut dicapai berkat baiknya respon masyarkaat terhadap beberapa mobil listrik y

ang baru diluncurkan. Mulai dari bZ3X, bZ5 serta beberapa model hybrid lain.

Sementara India juga mendapat respon baik dari masyarakatkan. Di negara tersebut, penjualannya mencapai 351.412 unit atau tumbuh 17,1 persen dari tahun lalu.

Pencapaian ini perlu mendapat perhatian khusus karena penjualan Toyota di India pada 2023 sebenarnya masih di bawah Indonesia. Namun sejak 2024 pertumbuhannya meningkat cukup pesat.

Toyota Astra Motor selaku APM di Indonesia pun sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka berjanji untuk menyiapkan sejumlah upaya guna memperbaiki pencapaiannya di 2026.

Salah satunya adalah dengan menambah produk elektrifikasi mengingat pasarnya semakin berkembang. Ada pun model yang akan mereka unggulkan adalah Toyota Veloz Hybrid.

Toyota Veloz Hybrid
Photo: Toyota

Mobil ini rencananya bakal mulai dikirim ke pelanggan pada pertengahan Februari. Dengan demikian diharapkan pelanggan bisa menggunakannya buat keperluan mudik Lebaran 2026.

Selain itu Toyota juga bakal meluncurkan sedikitnya tiga model elektrifikasi pada ajang IIMS 2026. Dengan demikian maka pilihan masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.


Terkini

mobil
Jaecoo

10 Merek Mobil Cina Terlaris Mei 2026, Jaecoo Memimpin

Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD

mobil
DFSK E5 Plus PHEV

Bocoran Spesifikasi DFSK E5 Plus PHEV, Bisa Dipesan Bulan Ini

E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer

mobil
GWM Ora 7

GWM Gandeng BMW Bikin Mobil Listrik Ora 7

GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 17 Juni 2026 Masih Didukung ETLE

Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk

news
SIM Keliling Jakarta

Catat Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026

Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini

otosport
Kiandra Ramadhipa

Kiandra Ramadhipa Kerap Berguru ke Veda Ega dan Mario Suryo Aji

Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji

news
Transjakarta

Kenaikan Tarif Transjakarta Sasar Rute Jauh Blok M - Soetta

Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta

mobil
Nissan

Nissan Adopsi Sistem Pabrikan Cina Dalam Kembangkan Skyline

Langkah berani dilakukan Nissan untuk bisa kembali bersaing dalam industri otomotif global yang cukup ketat