Kecelakaan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diklaim Turun
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Terdapat beberapa komponen yang harus diccek usai kecelakaan mobil untuk memastikan keamanan berkendara
Oleh Denny Basudewa
Suspensi bertanggung jawab atas kenyamanan berkendara. Kerjanya meredam getaran terutama saat melewati jalanan bergelombang atau tidak mulus.
Cek suspensi untuk memastikan tidak ada kerusakan pada per yang menyebabkan ketidakstabilan. Jika terjadi benturan keras, bagian suspensi seperti shockbreaker perlu diperiksa secara teliti.
Ciri shockbreaker rusak bisa dilihat dari adanya rembesan oli keluar dari dalam tabung. Bisa jadi karena karet sil sobek atau as shock baret.
Salah satu sisi tapak ban lebih cepat habis juga jadi indikator kerusakan. Selain itu, apabila melintas di polisi tidur akan terasa seperti diguncangkan berkali-kali.
Pastikan kemudi beroperasi dengan baik. Periksa roda dan bagian kemudi untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk mengontrol kendaraan.
Sistem kelistrikan tergolong vital sebab menunjang operasional mobil. Mulai dari menyalakan mesin, memantik bahan bakar, hingga menghidupkan perangkat elektronik.
Periksa semua lampu, sistem audio, wiper, klakson, power outlet dan fitur lainnya. Kabel yang rusak, alternator, kelonggaran kabel starter, dan kebocoran aki mobil dapat menjadi sumber potensi masalah.
Sekring putus juga menjadi pertanda adanya kerusakan sistem kelistrikan. Ini bisa menimbulkan korsleting ketika lampu atau perangkat elektronik dinyalakan.
Kecelakaan dapat merusak radiator dan sistem pendinginan. Pastikan tidak ada kebocoran dan periksa level cairan pendingin untuk mencegah masalah lebih lanjut.
Periksa tangki bahan bakar dan salurannya untuk memastikan tidak ada kebocoran. Kecelakaan dapat merusak sistem bahan bakar dapat menyebabkan masalah serius.
Ban juga menjadi salah satu komponen yang harus dicek usai kecelakaan. Pemeriksaan kondisi ban termasuk kondisi velg dan tekanan udara sangat penting.
Periksa juga roda dan bautnya untuk memastikan tidak ada kerusakan dan dapat mempengaruhi stabilitas kendaraan.
Cek kerusakan pada struktur tubuh (rangka) mobil. Meskipun mungkin tidak terlihat secara kasat mata, kerusakan struktural dapat berdampak pada keamanan kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
03 Februari 2026, 07:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Terkini
12 April 2026, 18:27 WIB
BYD Indonesia menanggapi keluhan Akbar Faisal yang mengatakan mobil listrik miliknya mengalami masalah
12 April 2026, 15:00 WIB
Krisis energi dan kemungkinan kenaikan harga bensin jadi alasan Jaecoo enggan membawa J5 versi hybrid
12 April 2026, 13:00 WIB
Foton Indonesia berencana untuk melebarkan fokus pasar mereka, demi mendorong adopsi kendaraan listrik
12 April 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova Diesel bekas lansiran 2023 ditawarkan dengan beragam paket untuk menarik pelanggan
12 April 2026, 09:00 WIB
Impor kendaraan niaga terkhusus truk, disebut Gaikindo sebagai biang kerok lesunya penjualan di Indonesia
12 April 2026, 07:00 WIB
Menurut data AISI, wholesales motor baru turun 23,6 persen di Maret 2026 dibandingkan satu bulan sebelumnya
11 April 2026, 21:57 WIB
Yadea OSta memiliki keunggulan fitur keselamatan dan jarak tempuh yang cukup jauh hingga 150 kilometer
11 April 2026, 17:28 WIB
Festival otomotif dan lifestyle Jaecoo Land digelar 11-12 April 2026 di One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan