Penjualan Mobil Baru Februari 2026 Membaik, Naik 16,7 Persen
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Tidak sekadar penurunan harga jual mobil, Wuling ungkap dampak positif produksi lokal dari sisi konsumen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur mobil listrik asal China memutuskan untuk merakit lokal lini kendaraannya di Indonesia. Baik dari sisi produsen maupun konsumen ada dampak positif yang diterima.
Pada beberapa model kendaraan banderolnya bisa menjadi lebih rendah ketimbang versi CBU (Completely Built Up). Ditambah ada dukungan dari pemerintah apabila berkomitmen investasi.
Wuling Motors Indonesia menjadi salah satu merek yang juga melakukan produksi lokal mobil listrik. Tiga modelnya adalah Air ev, BinguoEV dan Cloud EV.
Kemudian masih ada rencana untuk produksi baterai dalam negeri yakni Magic Battery. Pihak Wuling mengungkapkan hal ini tidak sekadar membuat harga jadi semakin kompetitif.
“Dengan adanya baterai lokal dan teknologi terbaru yaitu bentuk baterai modular, tentu akan mempermudah dari sisi aftersales,” ucap Maulana Hakim, Aftersales Wuling Indonesia di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Lebih rinci ia menjelaskan Magic Battery buatan Wuling itu dibekali berbagai teknologi sehingga semakin terjamin keamanannya.
Manufaktur juga telah menggelontorkan dana lebih dari 500 juta USD untuk fase pertama investasi lini produksi baterai di Cikarang nanti.
“Dari sisi OEM (Original Equipment Manufacturer) kita punya strategi mitigasi, kualitas baterai ditingkatkan lewat standar tinggi. Minimalkan terjadinya kebakaran, menanamkan berbagai pencegahan di level sel dan rangka baterai,” tegas Alan.
Ketika ditanya perihal harga jual deretan mobil listrik Wuling nanti setelah pakai Magic Battery, ia tidak menampik ada kemungkinan banderolnya bisa turun.
Sebagai informasi mobil listrik termurah Wuling saat ini adalah Air ev Lite Standard Range, ditawarkan Rp 179,1 jutaan. Sedangkan tipe terbaru Long Range di Rp 190 jutaan.
Wuling ungkap dampak positif keputusan produksi lokal dari sisi merek adalah percepatan penambahan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Karena perhitungannya komposisi TKDN naik menjadi minimal 60 persen di 2027-2029. Lalu sudah harus tembus 80 persen di 2030 dan seterusnya.
“Mungkin di kemudian hari dinaikkan pemerintah, jadi mulai sekarang kita mempersiapkan. Nilai TKDN dihitung bukan hanya dari berapa persen Parts tetapi proses, nilai investasi dan lainnya,” ucap Alan.
Meski begitu pihaknya masih enggan mengungkapkan target persentase TKDN berikutnya. Namun bisa dipastikan terus naik di atas 40 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Maret 2026, 11:26 WIB
08 Maret 2026, 15:00 WIB
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
06 Maret 2026, 08:11 WIB
Terkini
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Februari 2026 mencatatkan tren positif dibandingkan bulan sebelumnya
09 Maret 2026, 11:00 WIB
Daihatsu kembali mengajak 21 komunitas yang merupakan pelanggan tetap untuk mudik bareng di Lebaran 2026
09 Maret 2026, 07:14 WIB
Toyota saat ini tengah mempelajari rute-rute baru untuk mengapalkan produk mereka sampai ke Timur Tengah
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta kembali dibuka seperti biasa hari ini, simak persyaratan dan biayanya
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pengendara mobil dan motor bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung untuk mengurus dokumen hari ini
09 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali dilakukan di sejumlah ruas untuk atasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota
08 Maret 2026, 15:00 WIB
VinFast menerima pemesanan 20.000 unit mobil listrk dari dua perusahaan transportasi yang akan dikirim hingga 2028
08 Maret 2026, 13:00 WIB
Toyota Astra Motor berhasil mencatatkan pangsa pasar sampai 31,2 persen di dalam negeri sepanjang tahun lalu