Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Tidak sekadar penurunan harga jual mobil, Wuling ungkap dampak positif produksi lokal dari sisi konsumen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur mobil listrik asal China memutuskan untuk merakit lokal lini kendaraannya di Indonesia. Baik dari sisi produsen maupun konsumen ada dampak positif yang diterima.
Pada beberapa model kendaraan banderolnya bisa menjadi lebih rendah ketimbang versi CBU (Completely Built Up). Ditambah ada dukungan dari pemerintah apabila berkomitmen investasi.
Wuling Motors Indonesia menjadi salah satu merek yang juga melakukan produksi lokal mobil listrik. Tiga modelnya adalah Air ev, BinguoEV dan Cloud EV.
Kemudian masih ada rencana untuk produksi baterai dalam negeri yakni Magic Battery. Pihak Wuling mengungkapkan hal ini tidak sekadar membuat harga jadi semakin kompetitif.
“Dengan adanya baterai lokal dan teknologi terbaru yaitu bentuk baterai modular, tentu akan mempermudah dari sisi aftersales,” ucap Maulana Hakim, Aftersales Wuling Indonesia di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.
Lebih rinci ia menjelaskan Magic Battery buatan Wuling itu dibekali berbagai teknologi sehingga semakin terjamin keamanannya.
Manufaktur juga telah menggelontorkan dana lebih dari 500 juta USD untuk fase pertama investasi lini produksi baterai di Cikarang nanti.
“Dari sisi OEM (Original Equipment Manufacturer) kita punya strategi mitigasi, kualitas baterai ditingkatkan lewat standar tinggi. Minimalkan terjadinya kebakaran, menanamkan berbagai pencegahan di level sel dan rangka baterai,” tegas Alan.
Ketika ditanya perihal harga jual deretan mobil listrik Wuling nanti setelah pakai Magic Battery, ia tidak menampik ada kemungkinan banderolnya bisa turun.
Sebagai informasi mobil listrik termurah Wuling saat ini adalah Air ev Lite Standard Range, ditawarkan Rp 179,1 jutaan. Sedangkan tipe terbaru Long Range di Rp 190 jutaan.
Wuling ungkap dampak positif keputusan produksi lokal dari sisi merek adalah percepatan penambahan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Karena perhitungannya komposisi TKDN naik menjadi minimal 60 persen di 2027-2029. Lalu sudah harus tembus 80 persen di 2030 dan seterusnya.
“Mungkin di kemudian hari dinaikkan pemerintah, jadi mulai sekarang kita mempersiapkan. Nilai TKDN dihitung bukan hanya dari berapa persen Parts tetapi proses, nilai investasi dan lainnya,” ucap Alan.
Meski begitu pihaknya masih enggan mengungkapkan target persentase TKDN berikutnya. Namun bisa dipastikan terus naik di atas 40 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
27 April 2026, 11:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari