BYD Atto 2 Sudah Masuk di Indonesia, Segera Dipasarkan
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Presiden AS Donald Trump mencabut sejumlah kebijakan administrasi Biden terkait EV, bakal berdampak ke RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Presiden AS Donald Trump memberhentikan sejumlah program dan komitmen pemerintah terdahulu, Joe Biden terkait pengembangan dan percepatan adopsi kendaraan listrik.
Ada peluang besar insentif yang sebelumnya diterapkan bakal berhenti diberikan kepada pabrikan EV (Electric Vehicle) di AS.
Beberapa pihak menyayangkan keputusan tersebut. Namun pencabutan mandat EV oleh Trump itu dianggap tidak akan menghentikan transisi ke kendaraan listrik, hanya memperlambat.
Sedangkan menurut Celios (Center of Economic and Law Studies), setidaknya ada empat dampak utama kebijakan di AS terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Secara ringkas empat poin itu yakni permintaan mineral kritis untuk bahan baku baterai kendaraan listrik menurun, minat investor asal AS berpaling, pembiayaan internasional berpeluang macet, dan hilirisasi nikel di RI bakal didominasi perusahaan China.
Harga mineral kritis seperti nikel, tembaga, timah dan bauksit akan menurun drastis imbas turunnya permintaan global.
“Harga referensi nikel di pasar internasional anjlok 3,7 persen year on year, kobalt turun 16,6 persen di periode yang sama,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/1).
Dalam dua bulan ke depan, penurunan harga ini dapat memicu perubahan rencana bisnis manufaktur EV di AS dan berisiko ke perubahan kontrak pasok bahan baku.
Sebelumnya kebijakan IRA (Inflation Reduction Act) menjadi salah satu jalan pembuka investor AS membawa perubahan di tata kelola hilirisasi tambang di Indonesia. Karena dihentikan oleh Trump, kesempatan tersebut menjadi semakin kecil.
“Kinerja ekspor nikel olahan tahun ini diproyeksi makin terpuruk dan berimbas juga ke penurunan surplus neraca dagang,” tegas dia.
Sebagai informasi, keputusan Trump diklaim diambil untuk mendukung industri otomotif secara keseluruhan dan tidak hanya di bidang elektrifikasi.
Dilansir dari laman resmi White House, salah satu poin kebijakan bertitel Unleashing American Energy itu juga akan mencabut kebijakan keringanan emisi di sejumlah negara bagian. Jadi penjualan mobil bermesin bensin tidak lagi dibatasi.
Tanggapan produsen mobil terhadap hal tersebut juga beragam. Stellantis yang menaungi merek seperti Jeep dan Ram justru merespons positif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
13 Oktober 2026, 20:46 WIB
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan