Voltron Hub Puri Indah Dibuka, Akomodir Pengguna Mobil Listrik
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Presiden AS Donald Trump mencabut sejumlah kebijakan administrasi Biden terkait EV, bakal berdampak ke RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Presiden AS Donald Trump memberhentikan sejumlah program dan komitmen pemerintah terdahulu, Joe Biden terkait pengembangan dan percepatan adopsi kendaraan listrik.
Ada peluang besar insentif yang sebelumnya diterapkan bakal berhenti diberikan kepada pabrikan EV (Electric Vehicle) di AS.
Beberapa pihak menyayangkan keputusan tersebut. Namun pencabutan mandat EV oleh Trump itu dianggap tidak akan menghentikan transisi ke kendaraan listrik, hanya memperlambat.
Sedangkan menurut Celios (Center of Economic and Law Studies), setidaknya ada empat dampak utama kebijakan di AS terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Secara ringkas empat poin itu yakni permintaan mineral kritis untuk bahan baku baterai kendaraan listrik menurun, minat investor asal AS berpaling, pembiayaan internasional berpeluang macet, dan hilirisasi nikel di RI bakal didominasi perusahaan China.
Harga mineral kritis seperti nikel, tembaga, timah dan bauksit akan menurun drastis imbas turunnya permintaan global.
“Harga referensi nikel di pasar internasional anjlok 3,7 persen year on year, kobalt turun 16,6 persen di periode yang sama,” kata Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/1).
Dalam dua bulan ke depan, penurunan harga ini dapat memicu perubahan rencana bisnis manufaktur EV di AS dan berisiko ke perubahan kontrak pasok bahan baku.
Sebelumnya kebijakan IRA (Inflation Reduction Act) menjadi salah satu jalan pembuka investor AS membawa perubahan di tata kelola hilirisasi tambang di Indonesia. Karena dihentikan oleh Trump, kesempatan tersebut menjadi semakin kecil.
“Kinerja ekspor nikel olahan tahun ini diproyeksi makin terpuruk dan berimbas juga ke penurunan surplus neraca dagang,” tegas dia.
Sebagai informasi, keputusan Trump diklaim diambil untuk mendukung industri otomotif secara keseluruhan dan tidak hanya di bidang elektrifikasi.
Dilansir dari laman resmi White House, salah satu poin kebijakan bertitel Unleashing American Energy itu juga akan mencabut kebijakan keringanan emisi di sejumlah negara bagian. Jadi penjualan mobil bermesin bensin tidak lagi dibatasi.
Tanggapan produsen mobil terhadap hal tersebut juga beragam. Stellantis yang menaungi merek seperti Jeep dan Ram justru merespons positif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juli 2026, 21:09 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 21:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia