GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Gaikindo respons membanjirnya kehadiran merek EV China di Indonesia yang menjanjikan investasi berupa pabrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Di 2024 banyak manufaktur EV (Electric Vehicle) asal China masuk pasar Indonesia dan menjanjikan investasi. Namun mayoritas masih menggunakan fasilitas perusahaan lain seperti milik PT HIM (Handal Indonesia Motor).
Pemerintah mendorong merek-merek seperti Chery agar segera membangun pabrik mandiri demi menambah kapasitas produksi dan ekspornya.
Meski begitu, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menilai ada alasan mengapa merek China tak langsung membangun pabrik, misalnya butuh waktu untuk membangun pasar, menarik konsumen dan menjual kendaraan dalam jumlah banyak.
“(Membangun pabrik) makan waktu lama. Sementara pendatang baru ingin cepat, alternatifnya adalah dengan general assembly,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo di Jakarta Selatan, Kamis (23/1).
Merek-merek EV China disebut masih mempelajari pasar Indonesia terlebih dulu. Sehingga dapat lebih mudah menentukan model apa yang paling sesuai kebutuhan konsumen kemudian baru dirakit lokal.
Mengingat perakitan lokal biasanya mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya, model yang merupakan volume maker dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Menurut Kukuh, waktu pembangunan pabrik dari nol umumnya memakan waktu satu sampai dua tahun. Jadi, menggunakan general assembly merupakan alternatif bagi merek EV China jika ingin melakukan perakitan lokal demi mengejar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan insentif.
“Kalau nanti volumenya naik tinggal timbang-timbang investasi, karena bagi saya otomotif itu investasi jangka panjang,” tegas Kukuh.
Sebagai informasi, merek mobil listrik China yang berkomitmen membangun pabrik saat ini adalah BYD (Build Your Dreams). Fasilitas mereka dijadwalkan rampung tahun ini.
BYD memilih untuk tidak langsung merakit lokal lini kendaraannya menggunakan fasilitas pihak lokal, tetapi mengimpor dari China dengan memanfaatkan insentif impor sampai pabrik mereka selesai dan beroperasi di 2026.
Merek lain seperti GAC Aion juga berencana membangun pabrik. Sementara Chery masih menumpang di fasilitas perakitan PT HIM buat lini kendaraan listriknya di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi