Praktisi Tanggapi Kecelakaan McLaren: Modal Nyetir Saja Tak Cukup
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Transjakarta perketat aturan pengemudi untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di masa depan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai melakukan beberapa langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan lagi di masa depan. Salah satunya adalah dengan menjalankan asesmen psikologi pada seluruh pengemudi armada.
Langkah ini diambil setelah Transjakarta berdiskusi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Mereka melakukan beragam evaluasi untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan layanan.
“Kemarin ada beberapa masukan dari psikolog yang ada di KNKT untuk kita bisa memperkuat mulai dari proses rekrutmennya,” ungkap Welfizon Yuza, Direktur Utama PT Transjakarta dilansir Antara (24/09).
Selain itu mereka juga akan menyusun standarisasi modul keselamatan pramudi. Tidak hanya meliputi aspek teknik tetapi juga aspek mental kepada lebih dari 11 ribu pramudi Transjakarta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua dari tiga kecelakaan Transjakarta yang menabrak bangunan serta kendaraan selama September 2025 disebabkan oleh kesalahan manusia atau human error dan kondisi psikologis pramudi.
"Kondisi yang terjadi dalam dua kecelakaan terakhir, di mana pada saat pramudi dihadapkan pada kondisi genting dan itu menimbulkan kepanikan. Jadi proses pengambilan keputusan harus diperkuat sehingga saat dihadapkan pada kondisi-kondisi mereka tetap bisa lebih tenang," tutur Welfizon.
Lebih jauh, pihaknya menargetkan dalam tiga bulan ke depan Transjakarta harus memiliki satu acuan bagi seluruh pramudi baik dari sisi keterampilan teknis maupun non-teknis. Dengan demikian para pengemudi bisa memiliki standar terbaik.
Sebelumnya diberitakan bahwa sepanjang September 2025, Transjakarta mengalami tiga kali kecelakaan.
Insiden pertama terjadi pada Sabtu, 6 September 2025. Ketika itu pengemudi bus Transjakarta menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Kemudian pada Kamis, 18 September, bus Transjakarta mengalami tabrakan dengan truk kuning di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Lalu Jumat, 19 September, bus Transjakarta menabrak kios, rumah dan kendaraan milik warga di Jalan Raya Stasiun Cakung, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Kejadian tersebut diinvestigasi langsung oleh Transjakarta dan KNKT agar bisa dilakukan evaluasi terhadap penyebab dari setiap kecelakaan. Baik yang berhubungan dengan faktor manusia (SDM), prosedur operasional maupun teknis armada.
Hasil dari investigasi itu kemudian dijadikan sebagai dasar bagi perusahaan untuk merumuskan perbaikan sistem secara komprehensif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juli 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 18:11 WIB
29 Maret 2026, 11:44 WIB
11 Maret 2026, 09:00 WIB
03 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Kaca film untuk mobil listrik harus yang mampu memberikan perlindungan pada sistem elektronik dari panas
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Daihatsu menorehkan banyak prestasi dan penghargaan selama ikut serta dalam pameran GIIAS 2026 di ICE BSD
11 Agustus 2026, 19:42 WIB
Produsen otomotif asal Tiongkok Beijing Automobile Works hadir di GIIAS 2026 segera rilis M8 tantang Denza D9
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
Wuling menuai respons positif selama GIIAS 2026, produk teranyar mereka yakni Aira ev jadi kontributor utama
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB, lalu berlanjut kembali pada jam 4 sore
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima tempat terbatas, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan SIM dengan mudah
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin