Industri Otomotif Global Masih Terpuruk, Recaro dan BBS Bangkrut
02 Agustus 2024, 16:30 WIB
Sejarah pelek BBS yang pernah menjadi raja di dunia balap mobil hingga mengajukan pailit selama lima kali
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Sebagai produsen pelek, sejarah pelek BBS terlahir dari sebuah kota kecil di Jerman bernama Schiltach. Adalah Heinrich Baumgartner dan Klaus Brand yang dikenal berprofesi sebagai penggemar balap dan desainer.
Keduanya berkolaborasi untuk membuat pelek terbaik di pasaran. Menggunakan bahan alumunium, mereka ingin menghadirkan sebuah pelek yang ringan.
BBS (Baumgartner Brand Schiltach) sendiri berawal dari produsen komponen berbahan plastik untuk dunia balapan. Namun kala itu penjualan tengah lesu sehingga cepat beralih ke pelek.
Bisnis BBS yang didirikan sejak 1970 memulai produksi pertama dengan menggandeng Mahle. Dikarenakan mereka tidak memiliki fasilitas untuk mencetak pelek.
BBS Mahle menggunakan desain tiga bagian berbahan alumunium. Di Indonesia dikenal dengan nama jaring.
Karena menggunakan material ringan dan diklaim kuat sehingga cocok masuk ke dunia balap. BBS Mahle sendiri tersedia dalam ukuran 13 hingga 15 inci dan dirancang untuk pas bagi mobil apapun kala itu.
Rumah roda tersebut pertama kali hadir di dunia motorsport pada 1972. Adalah BMW yang memesan desain one-piece.
Kemudian Martin Braungardt membuat versi murah dan dipakai oleh Ford. Mereka beraksi di Grup 2 dan 5 Touring Cars mengandalkan Ford Capri.
BBS sendiri hadir sebagai pionir yang menanamkan teknologi Air Inside. Pelek tersebut dirancang untuk memiliki bobot ringan juga mudah diperbaiki.
Namun rumah roda itu menjauh dari kata murah. Hingga akhirnya mereka berkolaborasi bersama BMW.
Kontrak kerja sama selama lima tahun dianggap paling menguntungkan. Lalu BBS terus berkembang dan memberikan kemenangan pada BMW 3.0 CSL Batmobile di ajang balap.
Bersanding dengan mobil bergaya nyeleneh tampil apik di setiap lomba. Bahkan mobil asal Jerman ini kerap mendominasi di setiap seri balap.
Pada masa jayanya BBS memiliki beberapa pabrik. Salah satu fasilitas nan dikenal berada di Freland-Kayserberg.
Pada 1980-an perusahaan produsen pelek tersebut Go Public. Melihat kesuksesan BMW, banyak merek mobil mendekat seperti Ferrari, Mazda hingga Toyota.
BBS kerap dijadikan pelek OEM (Original Equipment manufacturer). Bahkan pada 1994 semua pemenang balapan menggunakan pelek buatan BBS.
Di balik kejayaan merek pelek tersebut, mereka mengalami masalah keuangan pada era 2000-an. BBS pernah mengajukan pailit pada 2007, 2010, 2020 dan 2023.
Terkini BBS Automotive GmbH mengajukan proses pailit di Rottweil Local Court (pengadilak negeri Rottweil), Jerman.
Mereka dilaporkan sudah tidak membayar upah karyawannya selama dua bulan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2024, 16:30 WIB
22 Februari 2024, 07:00 WIB
01 Oktober 2023, 17:13 WIB
16 Januari 2023, 14:07 WIB
13 Desember 2022, 07:09 WIB
Terkini
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi