Daihatsu Gran Max Modif Pakai Pintu Gunting Bikin Pangling
16 Desember 2025, 11:00 WIB
Modifikasi mobil simpel dan tetap nyaman banyak digunakan oleh para pemilik kendaraan di Tanah Air belakangan ini
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Modifikasi mobil merupakan salah satu cara untuk membuat tampilan berbeda dari lainnya. Berbekal perbedaan pemiliknya bisa lebih percaya diri ketika mengemudikannya.
Cukup banyak langkah yang bisa dilakukan untuk membuat kendaraan tampak lebih istimewa. Modifikasi mobil simpel namun tetap nyaman digunakan banyak dipilih konsumen belakangan ini.
Pelek sendiri memiliki banyak pilihan desain mulai dari berbagai merek terkenal. Tidak hanya itu, toko-toko rumah roda juga menghadirkan pelek tiruan merek terkenal hingga pelek dengan istilah TW.
Adapun pelek dibuat berbagai macam bahan dasar. Penggunaan material akan berpengaruh pada bobot dan tentunya harga yang ditawarkan.
Jenis tersebut cukup populer di kalangan pencinta otomotif di Tanah Air. Alumunium dikenal memiliki ketahanan cukup baik dan bobot lebih ringan.
Meskipun tidak sepopuler alumunium, namun magnesium juga mulai digemari para pelaku modifikasi. Pelek magnesium mempunyai bobot dan ketahanan lebih baik dibandingkan alumunium.
Sayang karena kualitasnya terbilang baik, sehingga banderolnya pun cukup tinggi di pasaran. Sehingga tidak semua pemilik mobil bisa memilikinya dan kebanyakan hanya digunakan pada ajang balapan saja.
Pelek jenis ini merupakan kasta tertinggi dari dua lainnya. Materialnya dikenal kokoh dan ekstra ringan sehingga banyak digunakan supercar berbanderol luar biasa.
Selain pilihan jenis material pembuatan, produsen rumah roda kini bersaing dengan teknik pembuatan. Masing-masing teknik memiliki keunggulan sehingga menguntungkan konsumen.
Teknik pertama adalah casting yang membuat pelek dengan cara menuang bahan dasarnya pada cetakan. Disebutkan bahwa teknik tersebut lebih cepat dan banderolnya juga terjangkau.
Lalu ada teknik flow forming mirip dengan casting, namun diklaim hasilnya lebih kuat dan ringan. Pelek jenis ini banyak digunakan mobil-mobil buatan Jepang.
Kemudian ada Forging atau forged disebut paling kuat dibandingkan dua lainnya di atas. Berawal dari blok material padat yang dipanaskan lalu dibentuk sesuai desain.
Belakangan di Indonesia bermunculan model-model pelek dan menarik. Sedangkan tren nan tengah berkembang saat ini adalah simpel dan proper.
Untuk memodifikasi mobil, penggunaan pelek sebaiknya tidak terlalu besar. Pemilihan disesuaikan kebutuhan sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan pengendara lainnya.
"Jika ingin menurunkan ketinggian mobil bisa dengan memasang lowering kit agar kendaraan tampil lebih ceper dan masih enak dilihat. Tapi, yang perlu diingat jangan sampai terlalu ceper. Karena akan mengganggu performa dan kenyamanan saat berkendara," ucap Haruns Maharbina, Brand ambassador HSR.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Desember 2025, 11:00 WIB
13 Desember 2025, 11:00 WIB
09 Desember 2025, 22:00 WIB
17 November 2025, 17:10 WIB
16 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025