10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Ada sejumlah kendala transisi elektrifikasi, seperti produksi kendaraan listrik tidak diimbangi infrastruktur
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tantangan menghadapi transisi elektrifikasi saat ini ada beragam. Pemerintah sendiri sudah mengupayakan beberapa cara agar masyarakat yakin menggunakan kendaraan listrik seperti pemberian insentif.
Namun salah satu kendala yang terlihat adalah produksi kendaraan listrik tidak diimbangi dengan pengembangan infrastruktur, seperti SPKLU (stasiun pengisian kendaran listrik umum) dan battery swapping station.
Padahal EV (electric vehicle) sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik, sehingga adanya charging station krusial layaknya SPBU untuk kendaraan konvensional. AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) menilai hal itu jadi salah satu masalah.
Anugraha, Direktur Eksekutif AEML mengatakan kesiapan infrastruktur jadi salah satu hal krusial jika bicara soal kendaraan listrik.
“Memang lebih cepat produksinya (kendaraan listrik) dibandingkan pengembangan infrastruktur,” ungkapnya di Jakarta Selatan belum lama ini.
Ia menegaskan ketersediaan infrastruktur nantinya bisa mendorong masyarakat percaya diri dan tidak takut untuk beralih ke EV. Ia menegaskan kecepatan produksi juga harus diimbangi dengan pengembangan infrastruktur dan ekosistem EV.
“Sehingga masyarakat bisa melihat ketika ada infrastrukturnya di kawasan mereka tinggal, mereka akan confident menggunakan kendaraan listrik,” tegasnya.
Patrick Admadjaja selaku Wakil Ketua Umum Bidang Teknis AEML juga menekankan hal sama. Khususnya untuk masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas harian.
“Misalnya berkendara dari rumah ke pinggiran kota dan hampir 8 jam di kantor mungkin bisa charging. Tapi gedungnya sediakan charging tidak? Itu enabler, perlu dikembangkan sejalan dengan kemajuan teknologi,” ungkap Patrick dalam kesempatan sama.
Untuk terus mendorong minat masyarakat ia menegaskan ke depannya AEML akan terus mendukung pemerintah serta melakukan kerja sama dengan asosiasi lain untuk memberikan edukasi, sehingga konsumen tidak ragu menggunakan EV.
“Mengkonversi pemakaian misalnya motor konvensional jadi motor listrik, entah membeli baru atau program konversi. Intinya ketika bisa beralih kita berperan aktif mengurangi emisi CO2,” pungkasnya.
Sekadar informasi per Juni 2023 jumlah SPKLU di seluruh Indonesia baru 842 unit, masih mengejar target 3.000 station pada akhir 2023. Disampaikan oleh Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan bahwa SPKLU berperan penting dalam industri EV.
“Industri akan bertumbuh dengan baik apabila SPKLU tersedia jadi jangan sampai nanti mau mengembangkan mobil listrik tapi SPKLU-nya belum ada atau sebaliknya. Ini yang harus mulai dibenahi,” ucap Moeldoko.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika