AEML Berniat Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Meski pilihan EV sudah mulai beragam, AEML sebut ekosistem kendaraan listrik di Indonesia belum belum memadai

AEML Berniat Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

TRENOTO – Tren elektrifikasi bisa dibilang mulai diminati masyarakat secara perlahan, menyusul imbauan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik demi target zero net emission dalam beberapa puluh tahun ke depan.

Saat ini pilihan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua juga semakin beragam dari kisaran harga Rp15 jutaan untuk motor dan Rp200 jutaan untuk mobil. Beberapa di antaranya mendapatkan subsidi atau potongan harga dari pemerintah untuk mendorong daya beli konsumen.

Hanya saja masih ada beberapa masalah dihadapi sehingga transisi menuju energi bersih belum maksimal. Selain karena masih tergolong baru, AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) menyebut bahwa produksi kendaraan listrik murah tidak dibarengi ekosistem seperti SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum).

Cara menggunakan SPKLU PLN di rest area selama mudik
Photo : TrenOto

Anugraha, Direktur Eksekutif  AEML mengatakan bahwa pengembangan ekosistem menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini juga nantinya dapat menarik lebih banyak lagi konsumen.

“EV (electric vehicle) murah tidak dibarengi charging station itu jadi penekanan. Tentunya kami mendukung langkah pemerintah mengawal pemberian insentif dari target, meski masih jauh dari harapan,” ungkapnya di Jakarta, Senin (24/7).

Baca Juga : Luhut Akui Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Tak Mudah

Sementara itu Dannif Danusaputro, CEO Pertamina Power Indonesia sekaligus Ketua Umum AEML menjelaskan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak termasuk PLN.

Kemudian standarisasi baterai juga jadi hal krusial mengingat hal tersebut nantinya dapat memudahkan proses charging dan swap baterai khususnya untuk motor listrik seperti yang mulai digunakan oleh Grab dan Gojek.

“Untuk terjadi demand harus ada ekosistem berjalan. Ini kita ingin support dan advokasikan,” ucap Dannif.

Produksi kendaraan listrik belum sejalan pengembangan ekosistem
Photo : TrenOto

Dannif menegaskan pihaknya juga bakal berkomunikasi dengan asosiasi terdahulu untuk bisa melakukan ‘positive campaign’ dan menaikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta ekosistemnya, misalnya dengna melakukan road trip menggunakan EV.

“Tidak dipungkiri di luar sana ada orang mendengar EV sedikit kurang positif karena berbagai alasan dan informasi yang masyarakat terima. Peran besar untuk AEML dan stakeholder supaya bisa membuat EV positive campaign,” pungkasnya.


Terkini

otosport
Aprilia

Aprilia Diyakini Menjadi Ancaman Serius Bagi Ducati di MotoGP 2026

Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP

mobil
Honda City Hatchback

City Hatchback Tak Lagi Disuplai ke Diler, Honda Buka Suara

Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong

mobil
BYD

BYD Punya Sub Merek Baru, Tawarkan Mobil buat Armada Taksi

BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi

mobil
Mobil Cina

BYD Jadi Merek Mobil Cina Terlaris di 2025, Jual 44 Ribu Unit

BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu

mobil
PHEV Chery

Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu

Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi

otopedia
Honda Super One

Mengenal COE yang Buat Harga Honda Super One Melambung Tinggi

Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE

mobil
Ekspor Suzuki

Suzuki Optimis Ekspor 40 Ribu Kendaraan di 2026

Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru

news
Rekayasa lalu lintas

Awas Macet, Ada Rekayasa Lalu Lintas Saat Pembongkaran Tiang Monorel

Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari