Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Meski pilihan EV sudah mulai beragam, AEML sebut ekosistem kendaraan listrik di Indonesia belum belum memadai
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tren elektrifikasi bisa dibilang mulai diminati masyarakat secara perlahan, menyusul imbauan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik demi target zero net emission dalam beberapa puluh tahun ke depan.
Saat ini pilihan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua juga semakin beragam dari kisaran harga Rp15 jutaan untuk motor dan Rp200 jutaan untuk mobil. Beberapa di antaranya mendapatkan subsidi atau potongan harga dari pemerintah untuk mendorong daya beli konsumen.
Hanya saja masih ada beberapa masalah dihadapi sehingga transisi menuju energi bersih belum maksimal. Selain karena masih tergolong baru, AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) menyebut bahwa produksi kendaraan listrik murah tidak dibarengi ekosistem seperti SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum).
Anugraha, Direktur Eksekutif AEML mengatakan bahwa pengembangan ekosistem menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini juga nantinya dapat menarik lebih banyak lagi konsumen.
“EV (electric vehicle) murah tidak dibarengi charging station itu jadi penekanan. Tentunya kami mendukung langkah pemerintah mengawal pemberian insentif dari target, meski masih jauh dari harapan,” ungkapnya di Jakarta, Senin (24/7).
Sementara itu Dannif Danusaputro, CEO Pertamina Power Indonesia sekaligus Ketua Umum AEML menjelaskan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak termasuk PLN.
Kemudian standarisasi baterai juga jadi hal krusial mengingat hal tersebut nantinya dapat memudahkan proses charging dan swap baterai khususnya untuk motor listrik seperti yang mulai digunakan oleh Grab dan Gojek.
“Untuk terjadi demand harus ada ekosistem berjalan. Ini kita ingin support dan advokasikan,” ucap Dannif.
Dannif menegaskan pihaknya juga bakal berkomunikasi dengan asosiasi terdahulu untuk bisa melakukan ‘positive campaign’ dan menaikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta ekosistemnya, misalnya dengna melakukan road trip menggunakan EV.
“Tidak dipungkiri di luar sana ada orang mendengar EV sedikit kurang positif karena berbagai alasan dan informasi yang masyarakat terima. Peran besar untuk AEML dan stakeholder supaya bisa membuat EV positive campaign,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan