Tren Modifikasi Motor Matic yang Semakin Populer di 2026
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Meski pilihan EV sudah mulai beragam, AEML sebut ekosistem kendaraan listrik di Indonesia belum belum memadai
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tren elektrifikasi bisa dibilang mulai diminati masyarakat secara perlahan, menyusul imbauan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik demi target zero net emission dalam beberapa puluh tahun ke depan.
Saat ini pilihan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua juga semakin beragam dari kisaran harga Rp15 jutaan untuk motor dan Rp200 jutaan untuk mobil. Beberapa di antaranya mendapatkan subsidi atau potongan harga dari pemerintah untuk mendorong daya beli konsumen.
Hanya saja masih ada beberapa masalah dihadapi sehingga transisi menuju energi bersih belum maksimal. Selain karena masih tergolong baru, AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) menyebut bahwa produksi kendaraan listrik murah tidak dibarengi ekosistem seperti SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum).
Anugraha, Direktur Eksekutif AEML mengatakan bahwa pengembangan ekosistem menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini juga nantinya dapat menarik lebih banyak lagi konsumen.
“EV (electric vehicle) murah tidak dibarengi charging station itu jadi penekanan. Tentunya kami mendukung langkah pemerintah mengawal pemberian insentif dari target, meski masih jauh dari harapan,” ungkapnya di Jakarta, Senin (24/7).
Sementara itu Dannif Danusaputro, CEO Pertamina Power Indonesia sekaligus Ketua Umum AEML menjelaskan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak termasuk PLN.
Kemudian standarisasi baterai juga jadi hal krusial mengingat hal tersebut nantinya dapat memudahkan proses charging dan swap baterai khususnya untuk motor listrik seperti yang mulai digunakan oleh Grab dan Gojek.
“Untuk terjadi demand harus ada ekosistem berjalan. Ini kita ingin support dan advokasikan,” ucap Dannif.
Dannif menegaskan pihaknya juga bakal berkomunikasi dengan asosiasi terdahulu untuk bisa melakukan ‘positive campaign’ dan menaikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta ekosistemnya, misalnya dengna melakukan road trip menggunakan EV.
“Tidak dipungkiri di luar sana ada orang mendengar EV sedikit kurang positif karena berbagai alasan dan informasi yang masyarakat terima. Peran besar untuk AEML dan stakeholder supaya bisa membuat EV positive campaign,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 17:19 WIB
31 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 14:00 WIB
30 Desember 2025, 10:00 WIB
24 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV