Motor Listrik Yadea Terbaru Meluncur Hari Ini, Berteknologi Pintar
02 April 2026, 09:00 WIB
Meski pilihan EV sudah mulai beragam, AEML sebut ekosistem kendaraan listrik di Indonesia belum belum memadai
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tren elektrifikasi bisa dibilang mulai diminati masyarakat secara perlahan, menyusul imbauan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik demi target zero net emission dalam beberapa puluh tahun ke depan.
Saat ini pilihan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua juga semakin beragam dari kisaran harga Rp15 jutaan untuk motor dan Rp200 jutaan untuk mobil. Beberapa di antaranya mendapatkan subsidi atau potongan harga dari pemerintah untuk mendorong daya beli konsumen.
Hanya saja masih ada beberapa masalah dihadapi sehingga transisi menuju energi bersih belum maksimal. Selain karena masih tergolong baru, AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) menyebut bahwa produksi kendaraan listrik murah tidak dibarengi ekosistem seperti SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum).
Anugraha, Direktur Eksekutif AEML mengatakan bahwa pengembangan ekosistem menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini juga nantinya dapat menarik lebih banyak lagi konsumen.
“EV (electric vehicle) murah tidak dibarengi charging station itu jadi penekanan. Tentunya kami mendukung langkah pemerintah mengawal pemberian insentif dari target, meski masih jauh dari harapan,” ungkapnya di Jakarta, Senin (24/7).
Sementara itu Dannif Danusaputro, CEO Pertamina Power Indonesia sekaligus Ketua Umum AEML menjelaskan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak termasuk PLN.
Kemudian standarisasi baterai juga jadi hal krusial mengingat hal tersebut nantinya dapat memudahkan proses charging dan swap baterai khususnya untuk motor listrik seperti yang mulai digunakan oleh Grab dan Gojek.
“Untuk terjadi demand harus ada ekosistem berjalan. Ini kita ingin support dan advokasikan,” ucap Dannif.
Dannif menegaskan pihaknya juga bakal berkomunikasi dengan asosiasi terdahulu untuk bisa melakukan ‘positive campaign’ dan menaikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta ekosistemnya, misalnya dengna melakukan road trip menggunakan EV.
“Tidak dipungkiri di luar sana ada orang mendengar EV sedikit kurang positif karena berbagai alasan dan informasi yang masyarakat terima. Peran besar untuk AEML dan stakeholder supaya bisa membuat EV positive campaign,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2026, 09:00 WIB
16 Maret 2026, 13:34 WIB
13 Maret 2026, 17:00 WIB
11 Maret 2026, 18:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
Terkini
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026