Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Mitsubishi Fuso berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki situasi pasar kendaraan niaga di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar kendaraan niaga pada 2025 masih kurang maksimal. Bahkan terbilang lesu karena banyak rintangan menghadang.
Bahkan kondisi serupa diprediksi masih akan terjadi di tahun depan. Seperti dilontarkan oleh Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku produsen Mitsubishi Fuso di Indonesia.
“Saya pernah bilang, beberapa sektor kalau tidak berubah itu kondisinya sama saja, kondisinya masih menantang,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Menurut Aji, situasi pasar kendaraan niaga dipengaruhi beberapa faktor. Semisal ekonomi sampai geopolitik yang membuat kurang bergairah.
Sehingga jika berbagai faktor di atas tidak membaik, maka sangat berdampak bagi situasi di dalam negeri.
“Kalau di luar sana lagi tidak bagus, tidak belanja mereka kan. Otomatis pengusaha sawit, tambang juga tidak investasi karena tidak dapat income yang cukup,” tutur Aji.
Lebih jauh, Mitsubishi Fuso memprediksi sektor-sektor yang mengalami tantangan di tahun ini kemungkinan besar tetap menghadapi hal serupa di 2026.
Namun Aji menegaskan, hal tersebut bisa saja berubah jika pemerintah memiliki proyek strategis yang dapat dijalankan tahun depan.
“Kalau tadi ditambah ada realisasi proyek strategis pemerintah, ya bisa jadi lebih besar. Terpenting pemerintah belanja saja (tahun depan),” pungkas Aji.
Memang pada 2025 pemerintah tidak terlalu banyak berbelanja. Mereka melakukan penghematan anggaran dari pusat sampai ke daerah.
Keputusan tersebut ternyata membawa dampak yang cukup besar, termasuk dirasakan oleh para pelaku di industri otomotif.
Oleh sebab itu, Mitsubishi Fuso berharap Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya mau mengucurkan uang untuk berbelanja di 2026.
Sebagai informasi, Mitsubishi Fuso cukup berani dalam menentukan target di tahun depan meski situasi bakal sangat menantang.
Jenama asal Jepang itu berencana mempertahankan dominasi di pasar kendaraan niaga. Bahkan mereka ingin mencapai target yang lebih tinggi.
“Kalau market share tahun depan, ya minimal kita sama targetnya. Kalau kita bulatkan paling menjadi 40 persen lah kira-kira,” kata Aji.
Sebagai informasi, market share Mitsubishi Fuso pada Januari sampai November 2025 berhasil menyentuh angka 39,9 persen.
Berangkat dari data tersebut, Aji ingin mereka terus mempertahankan kinerja positif itu sepanjang 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
25 September 2026, 07:00 WIB
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial