Lepas E4 Diperkenalkan di IIMS 2026, Booking Fee Cuma Rp 5 Juta
05 Februari 2026, 20:20 WIB
Kapal pengangkut mobil listrik ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia dan mengalahkan yang sudah ada
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Cina terus berupaya menunjukkan dominasinya dalam pasar mobil listrik. Berbagai usaha pun ditempuh oleh beberapa pihak.
Termasuk dalam menghadirkan kapal pengangkut kendaraan roda empat, bahkan diklaim menjadi yang terbesar di dunia.
“Sebuah kapal pengangkut 10.800 mobil yang dibangun oleh Guangzhou Shipyard International untuk sebuah perusahaan Korea Selatan telah meninggalkan dermaga,” tulis laporan Cnevpost, Selasa (27/01).
Dijelaskan lebih jauh, kapal tersebut sudah memenuhi standar emisi Tier III organisasi maritim. Lalu telah mengalahkan beberapa kapal pengangkut lain.
Sebab sebelumnya dua kapal milik Anji Logistic, yakni Anji Soundness dan Anji Ansheng memiliki kapasitas angkut sampai 9.500 mobil listrik.
Namun kapal kembar tersebut berhasil dikalahkan. Sehingga tidak lagi menjadi yang paling besar di dunia.
“Kapal pengangkut mobil terbaru dengan kapasitas 10.800 ini memiliki panjang 230 meter, lebar 40 meter dan kedalaman lambung struktural 10,5 meter,” lanjut mereka.
Di dalamnya ada 14 dek, memungkinkan untuk mengangkut banyak jenis kendaraan. Mulai dari Electric Vehicle (EV), bertenaga hidrogen sampai truk.
Tentu ini menandakan bahwa para produsen asal Tiongkok sangat serius buat memasarkan mobil listrik mereka ke luar negeri.
Pasalnya para jenama asal Negeri Tirai Bambu itu, tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) di pasar domestic pada 2026 diproyeksikan menurun.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” bunyi laporan Financial Times beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery, hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia, dan sebagian Eropa.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Februari 2026, 20:20 WIB
05 Februari 2026, 19:18 WIB
05 Februari 2026, 19:12 WIB
05 Februari 2026, 13:07 WIB
05 Februari 2026, 11:16 WIB
Terkini
05 Februari 2026, 23:34 WIB
GAC Indonesia menyambut tahun baru Imlek dengan membanting harga sejumlah model andalan mereka di Tanah Air
05 Februari 2026, 21:15 WIB
Yamaha Aerox Alpha tampil menawan dalam gelaran IIMS 2026 setelah diberikan pilihan warna baru yang menggoda
05 Februari 2026, 20:20 WIB
Untuk pertama kalinya Lepas E4 diperkenalkan di dunia dan sudah bisa dipesan dengan booking fee terjangkau
05 Februari 2026, 19:18 WIB
Changan mengumumkan harga baru untuk Lumin EV maupun Deepal S07 demi menggoda para konsumen di Indonesia
05 Februari 2026, 19:12 WIB
Harga VinFast Limo Green yang diumumkan di IIMS 2026 berlaku untuk konsumen pada segmen fleet atau perusahaan
05 Februari 2026, 17:40 WIB
Tiga produk elektrifikasi terbaru Toyota di IIMS 2026 diharapkan bisa menjangkau lebih banyak konsumen
05 Februari 2026, 17:29 WIB
Chery Sales Indonesia kembali melakukan gebrakan dalam menentukan harga produk yang dipasarkan di Tanah Air
05 Februari 2026, 15:27 WIB
QJMotor meramaikan IIMS 2026 dengan memboyong dua motor baru, seperti contoh 250 DX dengan untuk adventure