Bocoran Harga Leapmotor B10, Siap Meluncur di GIIAS 2026
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Kapal pengangkut mobil listrik ini diklaim menjadi yang terbesar di dunia dan mengalahkan yang sudah ada
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Cina terus berupaya menunjukkan dominasinya dalam pasar mobil listrik. Berbagai usaha pun ditempuh oleh beberapa pihak.
Termasuk dalam menghadirkan kapal pengangkut kendaraan roda empat, bahkan diklaim menjadi yang terbesar di dunia.
“Sebuah kapal pengangkut 10.800 mobil yang dibangun oleh Guangzhou Shipyard International untuk sebuah perusahaan Korea Selatan telah meninggalkan dermaga,” tulis laporan Cnevpost, Selasa (27/01).
Dijelaskan lebih jauh, kapal tersebut sudah memenuhi standar emisi Tier III organisasi maritim. Lalu telah mengalahkan beberapa kapal pengangkut lain.
Sebab sebelumnya dua kapal milik Anji Logistic, yakni Anji Soundness dan Anji Ansheng memiliki kapasitas angkut sampai 9.500 mobil listrik.
Namun kapal kembar tersebut berhasil dikalahkan. Sehingga tidak lagi menjadi yang paling besar di dunia.
“Kapal pengangkut mobil terbaru dengan kapasitas 10.800 ini memiliki panjang 230 meter, lebar 40 meter dan kedalaman lambung struktural 10,5 meter,” lanjut mereka.
Di dalamnya ada 14 dek, memungkinkan untuk mengangkut banyak jenis kendaraan. Mulai dari Electric Vehicle (EV), bertenaga hidrogen sampai truk.
Tentu ini menandakan bahwa para produsen asal Tiongkok sangat serius buat memasarkan mobil listrik mereka ke luar negeri.
Pasalnya para jenama asal Negeri Tirai Bambu itu, tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) di pasar domestic pada 2026 diproyeksikan menurun.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” bunyi laporan Financial Times beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery, hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia, dan sebagian Eropa.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 17:29 WIB
18 Juni 2026, 09:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 09:00 WIB
Ducati DesertX V2 hadir guna menjawab kebutuhan para konsumen di Indonesia dan pencinta motor adventure
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas