Adu Murah Harga BBM November 2026, Ada Shell dan Pertamina
01 November 2026, 17:37 WIB
Pertamina tunggu arahan pemerintah untuk batasi pembelian BBM bersubsidi yang semakin memberatkan APBN
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Isu pembatasan pembelian bahan bakar bersubsidi mulai 1 Agustus 2024 cukup ramai dibicarakan belakangan ini. Namun Pertamina selaku penyalur mengaku belum ada arahan dari pemerintah terkait rencana tersebut.
Akibatnya perusahaan pelat merah itu pun belum bisa memberi kepastian. Bahkan bukan tidak mungkin, pembatasan tidak dilakukan.
"Kita tunggu pemerintah," kata Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (31/07).
Ia pun mengaku belum mengetahui apakah ada kenaikan harga BBM non subsidi pada 1 Agustus 2024.
"Kurang tahu karena belum dihitung," ujar Nicke kemudian.
Wacana pembatasan pembelian BBM bersubsidi berhembus setelah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyampaikan rencana melakukan pengetatan penggunaan BBM bersubsidi.
Langkah itu ditargetkan dimulai 17 Agustus 2024 sehingga mengurangi jumlah penyaluran subsidi kepada orang yang tidak berhak. Ia meyakini, dengan pengetatan penerima subsidi, pemerintah dapat menghemat APBN 2024.
Tak hanya melakukan pengetatan, pemerintah juga tengah mengembangkan bahan bakar alternatif. Salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan biodiesel B35 pada kendaraan bermesin diesel.
Bahan bakar ini menggunakan campuran antara bahan bakar nabati sebesar 35 persen dan solar 55 persen. Dengan demikian maka diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil berkurang.
Kebijakan tersebut dinilai bisa menjadi bagian dari transisi energi transportasi berbasis pembakaran internal ke listrik dan hidrogen.
“Saat ini road map pengurangan penggunaan BBM melalui perubahan dari energi transportasi berbasis ICE (pembakaran internal) ke listrik atau baterai sampai hidrogen sudah dibuat,” ungkap Harris, Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE) Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral beberapa waktu lalu.
Terlebih pengembangan pun sekarang masih terus dilakukan agar Biodiesel B35 bisa meningkat lagi menjadi B40 pada 2025.
Pemerintah juga terus mengakselerasi populasi kendaraan listrik hingga 2,2 juta unit untuk roda empat dan roda dua sekitar 13 juta unit pada 2030.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 17:37 WIB
29 Oktober 2026, 11:00 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Terkini
04 November 2026, 07:00 WIB
Kendaraan niaga listrik Forland resmi mengaspal di Indonesia sebagai opsi baru para pengusaha di dalam negeri
03 November 2026, 21:00 WIB
Yamaha RW350 dan 700 baru saja diluncurkan dalam ajang EICMA 2026 dan mulai dijual pada musim semi 2027
03 November 2026, 20:20 WIB
Berlibur menggunakan mobil listrik bisa menjadi opsi terbaik, sebab diklaim mampu menekan pengeluaran
03 November 2026, 17:00 WIB
Merek Tiongkok lain berpeluang ikut menghadirkan pengisian daya ultra cepat mirip BYD Flash Charging di RI
03 November 2026, 15:00 WIB
Strategi hadapi tantangan penjualan, Lexus bakal merakit model SUV listrik di Tiongkok mulai tahun depan
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga