Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor akan berkurang. Pasalnya pemerintah bakal mengoperasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Dengan ini maka konsumsi bahan bakar di dalam negeri sudah bisa dipenuhi sendiri. Pasalnya jumlah produksinya terbilang cukup besar.
“Begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya maka impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi serta tidak lagi mengandalkan BBM impor,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya (13/01).
Ia mengungkap bahwa kebutuhan solar Indonesia adalah 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun.
Sehingga kebutuhan solar murni tersisa 23,9 juta kl per tahun sementara produksi nasional sekarang 26,5 juta kl per tahun. Dengan ini maka pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51.
Sementara untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Catatan itu terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebanyak 8,7 juta kl per tahun serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
RDMP Kilang Balikpapan sendiri bisa meningkatkan produksi bensin RON 90 hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95 dan RON 98 dapat ditekan hingga 3,6 juta kl per tahun.
"Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kemudian melalui pengembangan kilang selanjutnya impor bensin RON 92, 95 dan 98 bisa dihentikan sekaligus mengurangi impor bensin RON 90," tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel serta Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu kiloliter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan