Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor akan berkurang. Pasalnya pemerintah bakal mengoperasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Dengan ini maka konsumsi bahan bakar di dalam negeri sudah bisa dipenuhi sendiri. Pasalnya jumlah produksinya terbilang cukup besar.
“Begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya maka impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi serta tidak lagi mengandalkan BBM impor,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya (13/01).
Ia mengungkap bahwa kebutuhan solar Indonesia adalah 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun.
Sehingga kebutuhan solar murni tersisa 23,9 juta kl per tahun sementara produksi nasional sekarang 26,5 juta kl per tahun. Dengan ini maka pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51.
Sementara untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Catatan itu terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebanyak 8,7 juta kl per tahun serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
RDMP Kilang Balikpapan sendiri bisa meningkatkan produksi bensin RON 90 hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95 dan RON 98 dapat ditekan hingga 3,6 juta kl per tahun.
"Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kemudian melalui pengembangan kilang selanjutnya impor bensin RON 92, 95 dan 98 bisa dihentikan sekaligus mengurangi impor bensin RON 90," tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel serta Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu kiloliter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
31 Januari 2026, 13:00 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
05 Februari 2026, 21:15 WIB
Yamaha Aerox Alpha tampil menawan dalam gelaran IIMS 2026 setelah diberikan pilihan warna baru yang menggoda
05 Februari 2026, 20:20 WIB
Untuk pertama kalinya Lepas E4 diperkenalkan di dunia dan sudah bisa dipesan dengan booking fee terjangkau
05 Februari 2026, 19:18 WIB
Changan mengumumkan harga baru untuk Lumin EV maupun Deepal S07 demi menggoda para konsumen di Indonesia
05 Februari 2026, 19:12 WIB
Harga VinFast Limo Green yang diumumkan di IIMS 2026 berlaku untuk konsumen pada segmen fleet atau perusahaan
05 Februari 2026, 17:40 WIB
Tiga produk elektrifikasi terbaru Toyota di IIMS 2026 diharapkan bisa menjangkau lebih banyak konsumen
05 Februari 2026, 17:29 WIB
Chery Sales Indonesia kembali melakukan gebrakan dalam menentukan harga produk yang dipasarkan di Tanah Air
05 Februari 2026, 15:27 WIB
QJMotor meramaikan IIMS 2026 dengan memboyong dua motor baru, seperti contoh 250 DX dengan untuk adventure
05 Februari 2026, 14:15 WIB
SUV Wuling Eksion akan mengisi seri Darion di pasar Indonesia, bisa dilihat langsung di pameran IIMS 2026