Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor akan berkurang. Pasalnya pemerintah bakal mengoperasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Dengan ini maka konsumsi bahan bakar di dalam negeri sudah bisa dipenuhi sendiri. Pasalnya jumlah produksinya terbilang cukup besar.
“Begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya maka impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi serta tidak lagi mengandalkan BBM impor,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya (13/01).
Ia mengungkap bahwa kebutuhan solar Indonesia adalah 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun.
Sehingga kebutuhan solar murni tersisa 23,9 juta kl per tahun sementara produksi nasional sekarang 26,5 juta kl per tahun. Dengan ini maka pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51.
Sementara untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Catatan itu terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebanyak 8,7 juta kl per tahun serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
RDMP Kilang Balikpapan sendiri bisa meningkatkan produksi bensin RON 90 hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95 dan RON 98 dapat ditekan hingga 3,6 juta kl per tahun.
"Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kemudian melalui pengembangan kilang selanjutnya impor bensin RON 92, 95 dan 98 bisa dihentikan sekaligus mengurangi impor bensin RON 90," tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel serta Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu kiloliter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi