Perang Iran Buat Ekspor Mobil Cina Melonjak, EV Jadi Pilihan
13 April 2026, 11:00 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor akan berkurang. Pasalnya pemerintah bakal mengoperasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Dengan ini maka konsumsi bahan bakar di dalam negeri sudah bisa dipenuhi sendiri. Pasalnya jumlah produksinya terbilang cukup besar.
“Begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya maka impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi serta tidak lagi mengandalkan BBM impor,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya (13/01).
Ia mengungkap bahwa kebutuhan solar Indonesia adalah 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun.
Sehingga kebutuhan solar murni tersisa 23,9 juta kl per tahun sementara produksi nasional sekarang 26,5 juta kl per tahun. Dengan ini maka pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51.
Sementara untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Catatan itu terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebanyak 8,7 juta kl per tahun serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
RDMP Kilang Balikpapan sendiri bisa meningkatkan produksi bensin RON 90 hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95 dan RON 98 dapat ditekan hingga 3,6 juta kl per tahun.
"Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kemudian melalui pengembangan kilang selanjutnya impor bensin RON 92, 95 dan 98 bisa dihentikan sekaligus mengurangi impor bensin RON 90," tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel serta Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu kiloliter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
18 April 2026, 18:17 WIB
ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana
18 April 2026, 12:00 WIB
Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV
18 April 2026, 10:07 WIB
Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit
18 April 2026, 08:42 WIB
Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
17 April 2026, 07:42 WIB
Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang