Ikut Pertamina, Vivo dan BP Kompak Naikan Harga BBM RON 92 dan 95
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Bahlil optimis bisa mengurangi impor BBM khususnya solar setelah beroperasinya kilang baru di Balikpapan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ungkap ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor akan berkurang. Pasalnya pemerintah bakal mengoperasikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.
Dengan ini maka konsumsi bahan bakar di dalam negeri sudah bisa dipenuhi sendiri. Pasalnya jumlah produksinya terbilang cukup besar.
“Begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya maka impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi serta tidak lagi mengandalkan BBM impor,” ungkap Bahlil dalam keterangan resminya (13/01).
Ia mengungkap bahwa kebutuhan solar Indonesia adalah 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este (FAME) sebesar 15,9 juta kiloliter (kl) per tahun.
Sehingga kebutuhan solar murni tersisa 23,9 juta kl per tahun sementara produksi nasional sekarang 26,5 juta kl per tahun. Dengan ini maka pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 maupun CN 51.
Sementara untuk bensin, kebutuhan nasional mencapai sekitar 38,5 juta kiloliter per tahun. Catatan itu terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta kl per tahun, RON 92 sebanyak 8,7 juta kl per tahun serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu kl per tahun.
RDMP Kilang Balikpapan sendiri bisa meningkatkan produksi bensin RON 90 hingga 5,8 juta kl per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95 dan RON 98 dapat ditekan hingga 3,6 juta kl per tahun.
"Ke depan, melalui penerapan E10 kita dapat menghemat impor hingga 3,9 juta kl per tahun. Kemudian melalui pengembangan kilang selanjutnya impor bensin RON 92, 95 dan 98 bisa dihentikan sekaligus mengurangi impor bensin RON 90," tegas Bahlil.
Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan sendiri memiliki fasilitas utama yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Dengan CDU yang menjadi jantung dari kilang Balikpapan, kapasitas kilang yang semula 260 ribu barel, kini dapat ditingkatkan menjadi 360 ribu barel minyak per hari.
Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa Lawe-lawe yang total kapasitasnya mencapai 2 juta barel serta Terminal BBM Tanjung Batu 125 ribu kiloliter.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
01 Juni 2026, 19:22 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Terkini
10 Juni 2026, 14:57 WIB
Sejumlah SPBU swasta melakukan penyesuaian harga BBM RON 92 serta 95, kebijakan ini berlaku mulai Rabu (10/06)
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Konsumen disebut melakukan penundaan pembelian imbas ketidakpastian ekonomi, penjualan mobil terdampak
10 Juni 2026, 11:00 WIB
BYD kembali memantik pembicaraan soal keterlibatannya di ajang balap bergengsi Formula 1 pasca GP Monako
10 Juni 2026, 09:00 WIB
Massimo Rivola menilai kalau Jorge Martin tidak seharusnya melakukan kesalahan yang membuat kecelakaan
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bbm non-subsidi, mulai dari Pertamax hingga Green 95
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB dan didukung oleh ETLE Statis maupun Mobile
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian hari ini menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat, hal ini agar memaksimalkan pelayanan