Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Jaecoo Indonesia meminta maaf pada pelanggan akibat lamanya waktu pengiriman unit. Pemohonan tersebut disampaikan langsung oleh Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia siang hari tadi.
Ia mengaku sudah memperhitungkan Jaecoo J5 EV bakal diminati banyak orang. Namun jumlahnya diklaim melampaui perhitungan awal.
“Sampai sekarang kami sudah mengirim 3.000 unit tapi ini hanya bisa memenuhi untuk pemesanan hingga November 2025. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf untuk konsumen yang masih belum mendapatkan kendaraannya,” ungkapnya (24/01).
Dalam presentasi yang disampaikan, hingga 31 Desember 2025 Jaecoo J5 EV sudah dipesan sebanyak 12 ribu unit. Itu artinya masih ada sekitar 9.000 unit belum dikirimkan ke pelanggan.
“Kami sedang usahakan untuk mengejarnya. Tolong beri kami sedikit waktu,” tambahnya kemudian.
Sementara itu Willy mengungkap pihaknya telah memetakan waktu pengiriman kendaraan. Untuk pelanggan yang sudah memesan kendaraan pada 2025, produksi sedang dilakukan dan bakal selesai sebelum Lebaran 2026.
“Setelah itu dalam dua hari unit akan dikirim ke diler yang berlokasi di Jabodetabek, tujuh hari buat diler di pulau Jawa dan 12 hari di pulau lain. Di outlet akan dilakukan Pre Delivery Inspection selama dua hari lalu baru diserahkan ke pelanggan hari berikutnya,” ungkap Willy Winawan, Head of Sales Jaecoo Indonesia.
Dengan ini maka diharapkan pelanggan tetap bisa menggunakan kendaraan baru saat musim mudik Lebaran 2026.
Perlu diketahui bahwa Jaecoo J5 EV dibekali motor elektrik berdaya 155 kW (207,8 hp) serta torsi puncak 288 Nm. Daya tersebut didapatkaan dari baterai 60,9 kWh.
Kombinasi ini memampukan mobil menjelajah sampai 461 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian daya penuh. Pemilik juga tak perlu khawatir masalah pengecasan, sebab tersedia fitur pengisian daya cepat berdaya 130 kW.
Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memakan waktu setidaknya 28 menit. Saat peluncuran, harganya pun terbilang kompetitif yaitu Rp 299,9 juta.
Banderol tersebut kemungkinan bakal mengalami kenaikan di 2026 karena pemerintah telah menghentikan insentif mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial