Jaecoo Siapkan Beberapa Strategi Tuk Menghadapi Aturan Pemerintah
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Jaecoo Indonesia meminta maaf pada pelanggan akibat lamanya waktu pengiriman unit. Pemohonan tersebut disampaikan langsung oleh Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia siang hari tadi.
Ia mengaku sudah memperhitungkan Jaecoo J5 EV bakal diminati banyak orang. Namun jumlahnya diklaim melampaui perhitungan awal.
“Sampai sekarang kami sudah mengirim 3.000 unit tapi ini hanya bisa memenuhi untuk pemesanan hingga November 2025. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf untuk konsumen yang masih belum mendapatkan kendaraannya,” ungkapnya (24/01).
Dalam presentasi yang disampaikan, hingga 31 Desember 2025 Jaecoo J5 EV sudah dipesan sebanyak 12 ribu unit. Itu artinya masih ada sekitar 9.000 unit belum dikirimkan ke pelanggan.
“Kami sedang usahakan untuk mengejarnya. Tolong beri kami sedikit waktu,” tambahnya kemudian.
Sementara itu Willy mengungkap pihaknya telah memetakan waktu pengiriman kendaraan. Untuk pelanggan yang sudah memesan kendaraan pada 2025, produksi sedang dilakukan dan bakal selesai sebelum Lebaran 2026.
“Setelah itu dalam dua hari unit akan dikirim ke diler yang berlokasi di Jabodetabek, tujuh hari buat diler di pulau Jawa dan 12 hari di pulau lain. Di outlet akan dilakukan Pre Delivery Inspection selama dua hari lalu baru diserahkan ke pelanggan hari berikutnya,” ungkap Willy Winawan, Head of Sales Jaecoo Indonesia.
Dengan ini maka diharapkan pelanggan tetap bisa menggunakan kendaraan baru saat musim mudik Lebaran 2026.
Perlu diketahui bahwa Jaecoo J5 EV dibekali motor elektrik berdaya 155 kW (207,8 hp) serta torsi puncak 288 Nm. Daya tersebut didapatkaan dari baterai 60,9 kWh.
Kombinasi ini memampukan mobil menjelajah sampai 461 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian daya penuh. Pemilik juga tak perlu khawatir masalah pengecasan, sebab tersedia fitur pengisian daya cepat berdaya 130 kW.
Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memakan waktu setidaknya 28 menit. Saat peluncuran, harganya pun terbilang kompetitif yaitu Rp 299,9 juta.
Banderol tersebut kemungkinan bakal mengalami kenaikan di 2026 karena pemerintah telah menghentikan insentif mobil listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Januari 2026, 13:00 WIB
23 Januari 2026, 18:00 WIB
22 Januari 2026, 18:00 WIB
22 Januari 2026, 08:00 WIB
21 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai
23 Januari 2026, 19:00 WIB
Material bangunan BMW mengedepankan keberlanjutan, masih tetap dibalut konsep global yaitu Retail.Next
23 Januari 2026, 18:00 WIB
Pabrikan kendaraan asal Cina kini semakin beragam setelah Arista Group resmi membawa Farizon ke Tanah Air