VinFast Masih Andalkan Segmen Fleet Buat Dorong Penjualan di 2026
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Jaecoo Indonesia meminta maaf pada pelanggan akibat lamanya waktu pengiriman unit. Pemohonan tersebut disampaikan langsung oleh Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia siang hari tadi.
Ia mengaku sudah memperhitungkan Jaecoo J5 EV bakal diminati banyak orang. Namun jumlahnya diklaim melampaui perhitungan awal.
“Sampai sekarang kami sudah mengirim 3.000 unit tapi ini hanya bisa memenuhi untuk pemesanan hingga November 2025. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf untuk konsumen yang masih belum mendapatkan kendaraannya,” ungkapnya (24/01).
Dalam presentasi yang disampaikan, hingga 31 Desember 2025 Jaecoo J5 EV sudah dipesan sebanyak 12 ribu unit. Itu artinya masih ada sekitar 9.000 unit belum dikirimkan ke pelanggan.
“Kami sedang usahakan untuk mengejarnya. Tolong beri kami sedikit waktu,” tambahnya kemudian.
Sementara itu Willy mengungkap pihaknya telah memetakan waktu pengiriman kendaraan. Untuk pelanggan yang sudah memesan kendaraan pada 2025, produksi sedang dilakukan dan bakal selesai sebelum Lebaran 2026.
“Setelah itu dalam dua hari unit akan dikirim ke diler yang berlokasi di Jabodetabek, tujuh hari buat diler di pulau Jawa dan 12 hari di pulau lain. Di outlet akan dilakukan Pre Delivery Inspection selama dua hari lalu baru diserahkan ke pelanggan hari berikutnya,” ungkap Willy Winawan, Head of Sales Jaecoo Indonesia.
Dengan ini maka diharapkan pelanggan tetap bisa menggunakan kendaraan baru saat musim mudik Lebaran 2026.
Perlu diketahui bahwa Jaecoo J5 EV dibekali motor elektrik berdaya 155 kW (207,8 hp) serta torsi puncak 288 Nm. Daya tersebut didapatkaan dari baterai 60,9 kWh.
Kombinasi ini memampukan mobil menjelajah sampai 461 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian daya penuh. Pemilik juga tak perlu khawatir masalah pengecasan, sebab tersedia fitur pengisian daya cepat berdaya 130 kW.
Charging dari 30 persen ke 80 persen hanya memakan waktu setidaknya 28 menit. Saat peluncuran, harganya pun terbilang kompetitif yaitu Rp 299,9 juta.
Banderol tersebut kemungkinan bakal mengalami kenaikan di 2026 karena pemerintah telah menghentikan insentif mobil listrik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 11:00 WIB
10 Februari 2026, 19:01 WIB
10 Februari 2026, 18:00 WIB
10 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
11 Februari 2026, 17:00 WIB
Ada sejumlah pilihan mobil hybrid murah mulai dari Rp 200 juta-Rp 300 jutaan di IIMS 2026, simak daftarnya
11 Februari 2026, 16:43 WIB
Lepas L8 hadir di IIMS 2026 dengan menawarkan beragam penawaran menarik, sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung
11 Februari 2026, 13:00 WIB
Vinfast menilai mobil listrik yang sudah diproduksi di Subang memiliki harga yang kompetitif di pasar EV
11 Februari 2026, 12:00 WIB
Segmen fleet masih menjadi andalan VinFast dalam mengembangkan kendaraan listrik mereka di Indonesia
11 Februari 2026, 11:00 WIB
Dengan tidak adanya insentif, Vinfast memprediksi pertumbuhan pasar EV bakal mengalami perlambatan dari tahun lalu
11 Februari 2026, 10:00 WIB
Detail eksterior Suzuki e Vitara jadi satu karakter yang mau ditonjolkan sebagai daya tarik, simak ulasannya
11 Februari 2026, 09:00 WIB
Beberapa motor matic 150 cc seperti Vario, Nmax Neo sampai Vespa Sprint terpantau tidak mengalami kenaikan
11 Februari 2026, 08:00 WIB
Seorang tenaga penjual mengungkapkan, diskon motor listrik Honda CUV e: di IIMS 2026 sampai Rp 24 juta