Jaecoo Siapkan Beberapa Strategi Tuk Menghadapi Aturan Pemerintah
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Di samping insentif, pengamat sebut untuk dorong penjualan mobil domestik produsen harus memberikan diskon
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemberian insentif seperti PPnBM DTP untuk LCGC (Low Cost Green Car) dinilai masih jadi salah satu opsi yang efektif untuk dongkrak penjualan mobil domestik. Cara tersebut terbukti ampuh khususnya selama masa pandemi.
Tahun ini penjualan mobil di Tanah Air masih terbilang lesu karena berbagai faktor, seperti inflasi dan pengetatan aturan kredit mobil. Padahal sekitar 80 persen konsumen melakukan pembelian mobil secara angsuran.
Riyanto, Pengamat Otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) ungkap ada beberapa langkah Short Term bisa diterapkan dari produsen untuk kembali genjot angka penjualan mobil domestik meski terbilang sulit.
“Tapi sebenarnya kalau pabrikan mau berkorban, mengorbankan keuntungan sediit. Misalnya pabrikan menawarkan diskon,” ucap Riyanto merespon pertanyaan KatadataOTO di gedung Kemenperin belum lama ini.
Ia menjelaskan hal itu merupakan siasat sementara yang bisa diterapkan. Karena jika bicara insentif prosedurnya panjang dan melibatkan banyak pihak, tidak berhenti di Kemenperin (Kementerian Perindustrian).
Bicara insentif, Riyanto lebih mendukung jika relaksasi diberikan kepada mobil LCGC (Low Cost Green Car) karena masih banyak digunakan konsumen, ditambah lagi harganya yang kompetitif.
Selain itu menurut Riyanto pameran otomotif seperti GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) yang digelar sebentar lagi bisa menjadi sarana produsen otomotif mendorong penjualan.
“Kalau diskon kan kapan saja pabrik mau meningkatkan penjualan bisa. Misal nanti GIIAS, itu media untuk meningkatkan penjualan,” tegas Riyanto.
Sebagai informasi angka penjualan mobil domestik (wholesales) di semester pertama 2024 turun 19,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yakni 408.012 unit dari capaian 506.427 unit di 2023.
Sedangkan penjualan retail (diler ke konsumen) Januari-Juni 2024 tercatat 431.987 unit, turun 14 persen dari periode sama 2023 yakni 502.533 unit.
Di Juni 2024 sendiri retail sales tercatat 70.198 unit. Pada urutan tiga besar Toyota meminpin di 23.987 unit, disusul Daihatsu 13.065 unit lalu Honda 13.065 unit.
Saat ini Kemenperin dan Gaikindo masih mendorong penyegaran insentif LCGC yang sudah dihentikan pada Oktober 2022. Harapannya bisa kembali menarik minat masyarakat karena harga jual mobil lebih terjangkau dan kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Januari 2026, 13:00 WIB
21 Januari 2026, 11:00 WIB
16 Januari 2026, 13:00 WIB
16 Januari 2026, 11:00 WIB
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai
23 Januari 2026, 19:00 WIB
Material bangunan BMW mengedepankan keberlanjutan, masih tetap dibalut konsep global yaitu Retail.Next