Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Di samping insentif, pengamat sebut untuk dorong penjualan mobil domestik produsen harus memberikan diskon
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemberian insentif seperti PPnBM DTP untuk LCGC (Low Cost Green Car) dinilai masih jadi salah satu opsi yang efektif untuk dongkrak penjualan mobil domestik. Cara tersebut terbukti ampuh khususnya selama masa pandemi.
Tahun ini penjualan mobil di Tanah Air masih terbilang lesu karena berbagai faktor, seperti inflasi dan pengetatan aturan kredit mobil. Padahal sekitar 80 persen konsumen melakukan pembelian mobil secara angsuran.
Riyanto, Pengamat Otomotif LPEM UI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia) ungkap ada beberapa langkah Short Term bisa diterapkan dari produsen untuk kembali genjot angka penjualan mobil domestik meski terbilang sulit.
“Tapi sebenarnya kalau pabrikan mau berkorban, mengorbankan keuntungan sediit. Misalnya pabrikan menawarkan diskon,” ucap Riyanto merespon pertanyaan KatadataOTO di gedung Kemenperin belum lama ini.
Ia menjelaskan hal itu merupakan siasat sementara yang bisa diterapkan. Karena jika bicara insentif prosedurnya panjang dan melibatkan banyak pihak, tidak berhenti di Kemenperin (Kementerian Perindustrian).
Bicara insentif, Riyanto lebih mendukung jika relaksasi diberikan kepada mobil LCGC (Low Cost Green Car) karena masih banyak digunakan konsumen, ditambah lagi harganya yang kompetitif.
Selain itu menurut Riyanto pameran otomotif seperti GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) yang digelar sebentar lagi bisa menjadi sarana produsen otomotif mendorong penjualan.
“Kalau diskon kan kapan saja pabrik mau meningkatkan penjualan bisa. Misal nanti GIIAS, itu media untuk meningkatkan penjualan,” tegas Riyanto.
Sebagai informasi angka penjualan mobil domestik (wholesales) di semester pertama 2024 turun 19,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yakni 408.012 unit dari capaian 506.427 unit di 2023.
Sedangkan penjualan retail (diler ke konsumen) Januari-Juni 2024 tercatat 431.987 unit, turun 14 persen dari periode sama 2023 yakni 502.533 unit.
Di Juni 2024 sendiri retail sales tercatat 70.198 unit. Pada urutan tiga besar Toyota meminpin di 23.987 unit, disusul Daihatsu 13.065 unit lalu Honda 13.065 unit.
Saat ini Kemenperin dan Gaikindo masih mendorong penyegaran insentif LCGC yang sudah dihentikan pada Oktober 2022. Harapannya bisa kembali menarik minat masyarakat karena harga jual mobil lebih terjangkau dan kompetitif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan